KEMAMPUAN BERFIKIR FORMAL SISWA SMA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT

  • Nurhardiani Nurhardiani Universitas Islam Negeri Mataram
  • Muhammad Syawahid Universitas Islam Negeri Mataram
Keywords: Berfikir Formal, Penyelesaian Masalah, Gaya Kognitif

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskrifsikan gaya kognitif field independent dan field dependent siswa SMA ditinjau dari jenis kelamin siswa. Siswa diminta untuk mengerjakan tes GEFT dan soal kemampuan matematika kemudian diwawancarai. Indikator yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir formal adalah: (1) mampu memberikan alasan disetiap langkah yang dilakukan hingga memperoleh kesimpulan dengan benar, (2) mampu memberikan alasan disetiap langkah yang dilakukan hingga memperoleh kesimpulan kurang tepat atau terdapat kesalahan, (3) tidak dapat memberikan alasan disetiap langkah yang dilakukan.  Dari hasil penelitian, diperoleh dari  66 siswa yang diberikan tes GEFT, terdapat 30 siswa dengan gaya kognitif field independent dan 36 siswa dengan gaya kognitif field dependent. Dari 30 siswa dengan gaya kognitif field independent diperoleh 2 siswa dengan kemampuan berpikir formal sangat baik berarti hanya 7%, 19 siswa dengan kemampuan berpikir formal baik berarti 63%, dan 9 siswa dengan kemampuan berpikir formal cukup baik berarti 30%. Sedangkan yang dari 36 siswa dengan gaya kognitif field dependent diperoleh 6 siswa dengan kemampuan berpikir formal cukup baik artinya 16% dan 30 siswa dengan kemampuan berpikir formal kurang artinya 84%. Kemampuan berpikir formal sangat baik ditunjukkan dengan kemampuan memberikan alasan disetiap langkah yang dilakukan hingga memperoleh kesimpulan yang benar pada dua soal yang diberikan. Kemampuan berpikir formal baik ditunjukkan dengan kemampuan memberikan alasan disetiap langkah yang dilakukan hingga memperoleh kesimpulan kurang tepat atau terdapat kesalahan pada salah satu soal yang diberikan. Kemampuan berpikir formal cukup baik ditunjukkan dengan kemampuan memberikan alasan disetiap langkah yang dilakukan hingga memperoleh kesimpulan kurang tepat atau terdapat kesalahan pada dua soal yang diberikan. Kemampuan berpikir formal kurang baik. ditunjukkan dengan ketidakmampuan siswa dalam memberikan alasan disetiap langkah yang diberikan.

References

Afifuddi, Prof. Dr. H, & Saebeni, Beni Ahmad, Drs., M.Si., 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:Pustaka Setia.
Aiken, Lewis R. 1997. Psychological testing and Assessment, Boston: Allyn.
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Priaktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Ferri, Rita Borromeo. 2012. Mathematical Thinking Styles and Their Influence on Teaching and Learning Mathematics. Internasional Congress on Mathematical Education.
NCTM. 1998. Problem Solving in School Mathematics. Reston:NCTM
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2006
Piaget, J. 1972. Intelectual Evolution from Adolescence to Adulthood. Human Development.
Siswono, Tatag Yuli. 2008. Model Pembelajaran Matematika Berbasis Pengajuan dan Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kreatif. Surabaya: Unesa University Press.
Suherman, E. dkk (2003). Strategi pembelajaran matematika kontemporer. Bandung: UPI.
Tall, D.O. 2008e. The Transition to Formal Thinking in Mathematics. Mathematics Education Research Journal, Vol. 20 No. 2 Hal: 5-24.
Witkin,H.A.dkk, 1979. Field Dependent and Field Independent Cognitive Styles and Their Education Implication, New York : American Education Research Journal,.
Published
2017-12-17
How to Cite
Nurhardiani, N., & Syawahid, M. (2017, December 17). KEMAMPUAN BERFIKIR FORMAL SISWA SMA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT. Jurnal Tatsqif, 15(2), 191-210. Retrieved from http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif/article/view/8