Jurnal Tatsqif http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif <p><strong>Jurnal Tatsqif</strong>&nbsp;adalah jurnal pendidikan yang diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan <a href="http://www.uinmataram.ac.id" target="_blank" rel="noopener"><strong>Universitas Islam Negeri Mataram</strong></a>. Diterbitkan secara berkala, yaitu 2 kali dalam setahun (Juni dan Desember) dan memuat kajian hasil pemikiran atau penelitian tentang pendidikan yang meliputi bidang kajian tentang: (1) Eksperimen pendekatan, strategi, metode, media atau model pembelajaran; (2) Pengembangan kegiatan, perangkat, atau materi pembelajaran; (3) Penelitian tindakan kelas; (4) Evaluasi dan penilaian pendidikan; dan (5) Pengembangan profesionalitas guru atau tenaga pendidik.&nbsp;</p> en-US <p>Setuju dengan Journal Copyright Holder</p> putrawangsa@uinmataram.ac.id (Susilahudin Putrawangsa) syawahid@uinmataram.ac.id (Muhammad Syawahid) Sat, 30 Dec 2017 00:00:00 +0000 OJS 3.1.0.0 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PELAKSANAAN PENILAIAN AUTENTIK ASPEK PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN DI SEKOLAH ATAU MADRASAH http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif/article/view/3 <p>Penilaian merupakan proses yang sistematis, dengan mengumpulkan berbagai informasi, baik berupa data angka maupun deskripsi verbal. Penilaian yang dilakukan guru di sekolah, sekurang-kurangnya dimaksudkan untuk (1) mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran dan (2) mengetahui keefektifan proses pembelajaran yang telah berlangsung. Selain itu evaluasi juga dimaksudkan untuk mengetahui dampak penguasaan siswa terhadap perubahan prilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya. Penilaian yang dilakukan terbatas pada aspek tertentu saja tidak dapat dijadikan sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan terhadap perkembangan siswa. Oleh karena itu guru memerlukan instrument penilaian yang beragam. Kajian ini menemukan bahwa penilaian autentik lebih bermakna secara signifikan dibandingkan dengan tes pilihan ganda terstandar sekalipun. Penilaian autentik juga diartikan sebagai proses pengumpulan informasi oleh guru tentang perkembangan dan pencapaian pembelajaran yang dilakukan anak didik melalui berbagai teknik yang mampu mengungkapkan, membuktikan atau menunjukkan secara tepat pada tujuan pembelajaran dan kemampuan (kompetensi) telah benar-benar dikuasai dan dicapai.</p> Wildan Wildan ##submission.copyrightStatement## http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif/article/view/3 Fri, 15 Dec 2017 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN MODEL PRAKTIKUM UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MAHASISWA CALON GURU DALAM PENILAIAN PEMBELAJARAN http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif/article/view/4 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menemukan karakteristik dari model praktikum untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa calon guru dalam melaksanakan penilaian pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengacu pada model <em>Design Research</em>. Hasil penelitian ini menemukan bahwa model praktikum yang relevan untuk maksud tersebut adalah model praktikum yang mengembangkan keterampilan calon guru (selaku perancang instrumen penilaian) dalam (1) mengembangkan butir soal pilihan ganda, (2) mengembangkan butir soal uraian, dan (3) menganalisis kualitas dari butir soal tersebut baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Ketiga kegiatan praktikum tersebut dirancang dalam suatu bentuk kegiatan pengembangan, yaitu pengembangan butir soal. Dalam rancangan kegiatan pengembangan tersebut, praktikan mengalami tiga tahapan kegiatan, yaitu (1) proses perencanaan (yaitu perumusan butir soal berdasarkan analisis kompetensi dan penyusunannya dalam suatu bentuk instrumen penilaian), (2) validasi instrumen penilaian baik secara kualitatif (validasi isi dan konstruksi) maupun secara kuantitatif (analisis butir), dan (3) perbaikan instrumen penilaian berdasarkan hasil validasi. Dalam model praktikum tersebut mahasiswa dilatih untuk menguasai: (1) keterampilan menerjemahkan kompetensi belajar ke dalam indikator belajar, (2) keterampilan merumuskan indikator soal berdasarkan indikator belajar, (3) keterampilan menyusun soal berdasarkan indikator soal beserta pedoman penskoran yang sesuai, dan (4) keterampilan menyajikan soal dalam suatu bentuk instrumen penilaian yang siap untuk digunakan sebagai alat penilaian. Pemahaman siswa tentang sasaran pembelajaran (kognitif, apektif, dan psikomotorik) dan pemahaman kebahasaan adalah dua faktor yang penting yang mempengaruhi kualitas butir instrumen penilaian yang dirumuskan oleh praktikan.</p> Habibi Ratu Perwira Negara, Susilahudin Putrawangsa ##submission.copyrightStatement## http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif/article/view/4 Sat, 16 Dec 2017 00:00:00 +0000 ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PADA TINGKAT TSANAWIYAH DI PONDOK PESANTREN TA’MIRUL ISLAM http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif/article/view/7 <p>The current research intends to describe about the implementation of teaching standard process in Arabic Language subject in Ta’mirul Islam Islamic Boarding School Surakarta consisting of (1) lesson preparation in Arabic Language consisting syllabus and lesson plan, (2) the teaching implementation in Arabic Language, and (3) the inhibit factors in Arabic Language teaching preparation and implementation including their alternative solutions. The current research is a qualitative descriptive.&nbsp; The data are collected through interview, observation, and documentation. Based on data analysis, the current research found that: 1) the syllabus used for language subjects are adapted from Pondok Modern Gontor. Meanwhile, lesson plans for Arabic Language subject are formulated by teachers themselves individually. It is found that the lesson plan formulations are not working optimally. 2) Teaching implementations are conducted standardized enough, such as the number of students, time allocation, textbooks, and teaching process. 3) one of the barrier factors for syllabus formulation is the lack of coordination among teachers about the scope of teaching materials. Teacher motivation and teacher time management are among two factors inhibit lesson plan formulations. Meanwhile, factors that inhibit the implementation of teaching processes such as lack of material review by teachers and monotonous teaching method affecting the attraction of teaching process. The recommended solution to overcome those barriers&nbsp;are&nbsp;making an endeavor to enhance teacher motivation and conducting class supervision.</p> Nurul Hidayatul Amalina, Muhammad Nashirudin ##submission.copyrightStatement## http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif/article/view/7 Sun, 17 Dec 2017 00:00:00 +0000 KEMAMPUAN BERFIKIR FORMAL SISWA SMA DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF FIELD DEPENDENT DAN FIELD INDEPENDENT http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif/article/view/8 <p>Tujuan penelitian ini untuk mendeskrifsikan gaya kognitif <em>field independent </em>dan<em> field dependent</em> siswa SMA ditinjau dari jenis kelamin siswa<em>. </em>Siswa diminta untuk mengerjakan tes GEFT dan soal kemampuan matematika kemudian diwawancarai. Indikator yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir formal adalah: (1) mampu memberikan alasan disetiap langkah yang dilakukan hingga memperoleh kesimpulan dengan benar, (2) mampu memberikan alasan disetiap langkah yang dilakukan hingga memperoleh kesimpulan kurang tepat atau terdapat kesalahan, (3) tidak dapat memberikan alasan disetiap langkah yang dilakukan. &nbsp;Dari hasil penelitian, diperoleh dari &nbsp;66 siswa yang diberikan tes GEFT, terdapat 30 siswa dengan gaya kognitif <em>fie</em><em>l</em><em>d independent</em> dan 36 siswa dengan gaya kognitif <em>field dependent</em>. Dari 30 siswa dengan gaya kognitif <em>field independent</em> diperoleh 2 siswa dengan kemampuan berpikir formal sangat baik berarti hanya 7%, 19 siswa dengan kemampuan berpikir formal baik berarti 63%, dan 9 siswa dengan kemampuan berpikir formal cukup baik berarti 30%. Sedangkan yang dari 36 siswa dengan gaya kognitif <em>field dependent</em> diperoleh 6 siswa dengan kemampuan berpikir formal cukup baik artinya 16% dan 30 siswa dengan kemampuan berpikir formal kurang artinya 84%. Kemampuan berpikir formal sangat baik ditunjukkan dengan kemampuan memberikan alasan disetiap langkah yang dilakukan hingga memperoleh kesimpulan yang benar pada dua soal yang diberikan. Kemampuan berpikir formal baik ditunjukkan dengan kemampuan memberikan alasan disetiap langkah yang dilakukan hingga memperoleh kesimpulan kurang tepat atau terdapat kesalahan pada salah satu soal yang diberikan. Kemampuan berpikir formal cukup baik ditunjukkan dengan kemampuan memberikan alasan disetiap langkah yang dilakukan hingga memperoleh kesimpulan kurang tepat atau terdapat kesalahan pada dua soal yang diberikan. Kemampuan berpikir formal kurang baik. ditunjukkan dengan ketidakmampuan siswa dalam memberikan alasan disetiap langkah yang diberikan.</p> Nurhardiani Nurhardiani, Muhammad Syawahid ##submission.copyrightStatement## http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif/article/view/8 Sun, 17 Dec 2017 00:00:00 +0000 PERAN DAN TANGGUNG JAWAB STAF SEKOLAH DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING BAGI SISWA http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif/article/view/9 <p>Kajian ini adalah telaah mengenai peran dan tanggung jawab Staf Sekolah dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah. Kajian ini adalah kajian pustaka. Hasil dari kajian ini mengungkap bahwa Staf Sekolah memainkan peranan penting dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. Peran tersebut mencakup peran sebagai informator, organisator, motivator, director, inisiator, transmitter, fasilitator, mediator, dan evaluator. Peran tersebut tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, namun merupakan sebuah sistem yang saling melengkapi dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah.</p> Syamsul Hadi ##submission.copyrightStatement## http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif/article/view/9 Mon, 18 Dec 2017 00:00:00 +0000 PERAN PENDIDIKAN TARIKAT QADIRIYYAH WA NAQSABANDIYAH http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif/article/view/10 <p>Eksistensi tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah di Indonesa telah memainkan peran penting dan strategis di tengah masyarakat. Peran&nbsp; tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah dalam bidang pendidikan tidak terbatas pada aspek ritual dan pembinaan karakter, akhlak mulia, kepribadian hidup bersahaja, tekun beribadah, akan tetapi juga pada aspek solidaritas sosial dan kepekaaan sosial. Penelitian ini mencoba mengungkap peran pendidikan tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah di Pulau Lombok, yaitu setudi kasus di Pondok Pesantren Darul Falah Pagutan Mataram. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa peran pendidikan tarekat Qadiriyah wa Naqsabandiyah dilakukan dengan pendekatan pendidikan dalam tataran mikro dan makro. Pada tataran mikro, pengembangan pendidikan dilakukan secara personal dan dalam kelompok kecil melalui sederetan ritual seperti baiah, dzikir, khataman, dan manaqib. Sementara dalam tataran makro pengembangan pendidikan dilakukan secara terorganisir dan terstruktur melalui institusi pendidikan dan organisasi tarekat.</p> Baharudin Baharudin, Nur Latifah ##submission.copyrightStatement## http://journal.uinmataram.ac.id/index.php/tatsqif/article/view/10 Mon, 18 Dec 2017 00:00:00 +0000