Pemberdayaan remaja melalui keterampilan produk handmade sebagai upaya mencegah pernikahan dini

  • Masiah Masiah IKIP Mataram
  • Siti Rabiatul Adawiyah IKIP Mataram
Keywords: young women, handmade, early marriage

Abstract

[Bahasa]Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan daerah dengan angka pernikahan dini tertinggi kedua di Indonesia. Menikah dan kemudian hamil di usia dini akan mengancam keselamatan ibu dan bayi karena ketidaksiapan sang ibu dari segala sisi. Persoalan ini akan mempengaruhi IPM NTB karena angka kematian ibu dan bayi adalah salah satu indikatornya. Melihat persoalan tersebut  maka perlu perhatian semua kalangan untuk menemukan alternatif terbaik dalam penyelesaian masalah tersebut. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan kesibukan ‘positif’ berupa pelatihan keterampilan produk handmade. Produk handmade berupa tas dari talikur. Tujuan khusus program KKN-PPM ini adalah membekali remaja dengan aktivitas positif dalam mengisi waktu luang sehingga dengan demikian para remaja tidak punya waktu yang terbuang sia-sia apalagi hanya untuk melakukan hal-hal yang tidak mendukung pendidikan dan masa depan mereka. Selain itu tujuan jangka panjangnya adalah para remaja menjadi punya wadah untuk berwirausaha. Pogram KKN-PPM ini telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2018. Pelaksanaan program KKN-PPM ini melibatkan mahasiswa dan remaja putri di desa Mambalan Kecamatan Gunungsari Lombok Barat. Adapun tahapan-tahapan kegiatan yang dilakukan meliputi rekrutmen mahasiswa KKN PPM, pembekalan materi, pendampingan dan praktik membuat tas talikur, survey dan koordinasi dengan mitra, sosialisasi program kepada masyarakat, sosialisasi tentang pernikahan dini kepada remaja, sosialisasi tentang produk handmade kepada remaja, pelatihan keterampilan produk handmade oleh mahasiswa KKN-PPM, sosialisasi manajemen pemasaran produk handmade dan evaluasi program. Pada tahap rekrutmen mahasiswa KKN PPM telah dilakukan melalui proses seleksi dengan memenuhi persyaratan akademik dan administratif. Hasil dari pelaksanaan program KKN-PPM ini antara lain; (1) terarahnya pandangan remaja dan masyarakat tentang pernikahan ideal, (2) remaja desa Mambalan mempunyai  bekal keterampilan untuk berwirausaha (3) terciptanya produk handmade berupa tas talikur, (4) terciptanya pemahaman remaja tentang manajemen pemasaran produk. Hasil evaluasi program KKN-PPM menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan remaja melalui keterampilan produk handmade dapat diterima dan sangat bermanfaat untuk meminimalisir terjadinya pernikahan dini.

Kata kunci: remaja putri, handmade, pernikahan dini

[English]West Nusa Tenggara Province is the region with the second highest rate of early marriage in Indonesia. Getting married and then getting pregnant at an early age will threaten the safety of the mother and baby because of the unpreparedness of the mother from all sides. This issue will affect the NTB IPM because maternal and infant mortality is one of the indicators. Seeing this problem, it is necessary to pay attention to all groups to find the best alternative in solving the problem. One of the alternatives that can be done is to provide a 'positive' activity in the form of handmade product skills training. Handmade products in the form of bags from talikur. The specific aim of this community program is to equip teenagers with positive activities in filling their spare time so that teenagers do not have the time wasted especially just to do things that do not support their education and future. In addition, the long-term goal is for teenagers to have a place for entrepreneurship. The program was held from July to August 2018. It involved students and young women in the village of Mambalan, Gunungsari District, West Lombok. The stages of the activities carried out included the recruitment of the participants, debriefing materials, mentoring and practice of making talikur bags, surveys and coordination with partners, socialization of the program to the community, socialization of early marriage to teenagers, socialization of handmade products to teenagers, skills training handmade products by participants, socialization of handmade product marketing management and program evaluation. At the stage of participants recruitment, the participants should meet academic and administrative requirements. The results of program include; (1) the direction of adolescents and society about ideal marriage, (2) teenagers in Mambalan village have the skills to entrepreneurship (3) the creation of handmade products in the form of talikur bags, (4) the creation of adolescent understanding of product marketing management. The results of evaluation show that youth empowerment activities through handmade product skills are acceptable and very useful to minimize the occurrence of early marriage.

Keyword: young women, handmade, early marriage

Downloads

Download data is not yet available.

References

http://www.lombokpost.net/2016/05/25/pernikahan-dini-ntb-tinggi/ (online diakses tanggal I juni 2017)
http://www.netralnews.com/news/kesra/read/27165/angka.pernikahan.dini.di.indonesia.tertinggi.kedua.di.asean (online diakses tanggal I juni 2017)
Manuaba, IBG. 2009. Memahami Kesehatan Reproduksi. Arcan. Jakarta.
Tim. 2013. Peraturan Akademik IKIP Mataram, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Published
2018-12-31
How to Cite
Masiah, M., & Adawiyah, S. (2018). Pemberdayaan remaja melalui keterampilan produk handmade sebagai upaya mencegah pernikahan dini. TRANSFORMASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 14(2), 131-138. https://doi.org/10.20414/transformasi.v14i2.586