Main Article Content

Abstract

Abstrak


Konflik yang merupakan komponen kehidupan akan senantiasa menjadi pembahasan dinamis dan tidak akan pernah mati. Konflik muncul disebabkan oleh banyak faktor, seperti manusia, struktur dan komunikasi. Konflik pun dapat berdampak positif dan negatif. Hal ini tergantung pada pengelolaan konflik yang dilakukan. Mengetahui fakta konflik yang akan senantiasa menyertai, maka hal yang terpenting  untuk dilakukan adalah mempersiapkan cara-cara untuk mengatasi terjadinya konflik agar keberadaan konflik dapat menjadi energi yang dahsyat dan dapat dijadikan alat untuk melakukan perubahan, bukan  sebaliknya malah menurunkan kinerja atau menimbulkan dampak destruktif lainnya.


Sehubungan dengan itu, kyai selaku pimpinan pesantren bertanggung jawab untuk dapat menentukan langkah-langkah preventif dan kuratif yang tepat untuk dilakukan. Dalam paper ini penulis berusaha memaparkan tentang strategi penanganan konflik yang dapat dilakukan oleh kyai supaya tercapai penyelesaian yang tuntas. Penulis membagi upaya penyelesaian ini dalam dua ranah, yakni melalui upaya prefentif dan upaya kuratif. Dalam upaya prefentif penguatan ESQ melalui kultur pesantren, yang terpresentasikan dalam kegiatan mujahadah,  istighosah, haul, silaturrahmi, dan perkawinan antara keluarga pesantren menjadi kunci utama. Adapun upaya kuratif yang dapat diaplikasikan dalam penanganan konflik oleh kyai, penulis menjabarkan dalam lima strategi. Yakni al-tabayun (klarifikasi), al-syura (musyawarah), tahkim (upaya mediasi), al-ishlah (berdamai), sikap al-‘afwu (saling memafkan).


 


Kata Kunci : Manajemen konflik pesantren, Penguatan ESQ, Kultur Pesantren

Article Details

How to Cite
Munasiroh, siti. (2018). Pendidikan Strategi kyai dalam menangani konflik di dunia Pesantren. EL-HIKMAH: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Islam. https://doi.org/10.20414/elhikmah.v0i0.382