Main Article Content

Abstract

Madrasah Quran Wal Hadits (MQWH) merupakan institusi
pendidikan di Pondok Pesantren Al-Aziziyah yang sampai saat masih
konsisten menjaga tradisi yang menjadi warisan pesantren berupa kajian
terhadap kitab-kitab kuning. Dengan demikian pendidikan di MQWH lebih
menekankan pada penguasaan terhadap unsur-unsur kebahasaan (al anasir al
lughowiyah) yang dalam hal ini adalah kajian terhadap ilmu Nahwu.
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan investigasi untuk mencari formulasi
pembelajaran Nahwu di MQWH dengan melakukan telaah terhadap tahapantahapan
pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi
pembelajaran Nahwu.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif yang berupaya mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya
melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi untuk selanjutnya dikaji
serta dianalisis dan menarik hasil akhir berupa kesimpulan.
Adapun kesimpulan yang diperoleh sebagai hasil dari penelitian ini adalah
(1) Perencanaan pembelajaran Nahwu di MQWH diformulasikan berupa
distribusi materi pada kitab-kitab rujukan (Matnu al Jurmiyah dan Syarh
Dahlan); (2) Pelaksanaan pembelajaran Nahwu di MQWH menggunakan
metode deduktif yang selanjutnya didesain lebih spesifik dengan metode
muhafazhah, ceramah, dan driil; (3) evaluasi pembelajaran Nahwu di
MQWH menggunakan teknik tes dan non tes, namun evaluasi pembelajaran
belum diterapkan secara komprehensif dan utuh karena evaluasi hanya
dilakukan pada ranah kognitif dan masih terbatas pada ranah psikomotorik
dan afektif.

Keywords

Pembelajaran Nahwu MQWH

Article Details

How to Cite
Sahrah, S. 2017. “PEMBELAJARAN NAHWU DI MADRASAH QURAN WA AL HADITS (MQWH) PONDOK PESANTREN AL-AZIZIYAH KAPEK GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT”. El-Tsaqafah : Jurnal Jurusan PBA 16 (2):189-210. https://doi.org/10.20414/tsaqafah.v16i2.451.

References

  1. Abdul Majid, Perencanaan Pembelajaran: Mengembangkan Standar Kompetensi Guru,
  2. Bandung: Rosdakarya, 2006
  3. Ahmad Fuad Effendy, Metodologi Pengajaran Bahasa Arab, Malang: Misykat, 2005
  4. Ahmad, Muhammad ‘Abd al-Qadîr, Turûq al-Ta’lîm al-Lughah al-‘Arabiyah, Cairo:
  5. Maktabah al-Nahdah al-Misriyah, 1984
  6. Ahmad Sehri, Metode Pengajaran Nahwu dalam Pengajaran Bahasa Arab, Jurnal Hunafa,
  7. Vol. 7, No.1, April 2010
  8. Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Rajagrafindo Persada, 2011
  9. Azyumardi Azra, Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru,
  10. Jakarta: PT Logos Wacana Ilmu, 1999
  11. B. Hamzah Uno, Model Pembelajaran: Menciptakan proses Belajar Mengajar yang Kreatif
  12. dan Efektif , Jakarta: Bumi Aksara
  13. Dalyono, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta
  14. Harjanto. 2010. Perencanaan Pengajaran, Jakarta: Rineka Cipta
  15. Ibnu Khaldun, al Muqoddimah, Maktabah Syamilah
  16. Jamaluddin, Problematika Pembelajaran Bahasa dan Sastra, Yogyakarta: Adi Cita Karya
  17. Nusa, 2003
  18. Muhaimin, dan Abdul Mujib, Pemikiran Pendidikan Islam, Bandung:Trigenda Karya,
  19. Nanang Sarif Hidayat, Problematika Pembelajaran Bahasa Arab, Jurnal Pemikiran Islam;
  20. Vol. 37, No. 1 Januari-Juni 2012
  21. Nana Sudjana, CBSA dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung:Sinar Baru Algesindo,
  22. Sakholid Nasution, Eksistensi Nahwu dalam Pembelajaran Bahasa Arab dan Problematika
  23. Pembelajarannya Untuk Tingkat Pemula Jurnal Tanzimat KOPERTAIS WIL IX,
  24. Vol. 3 Thn X Jan-Juni 2006
  25. Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Jakarta:Rineka Cipta,2003
  26. Suharsimi Arikunto, Evaluasi Program Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2010
  27. Rusydi Ahmad thu’aimah dan Muhammad al-Sayyid Manna’, Tadris al-Arabiyyah fi
  28. al-Ta’lim al-‘Am; Nazhariyyah wa Tajarib, Kairo: Dar al-Fikr al-Araby, 2000
  29. Thonthowi, Kegagalan Pembelajaran Bahasa Arab, Penyebabnya dan Saransaran Dionysius
  30. Thrax Makalah disampaikan pada Seminar Internasional, pada 23-25 Nopember
  31. di Malang, diselenggarakan oleh Fakultas Sastra Universitas Malang
  32. bekerja sama dengan Ittihad al-Mudarisin li al-Lughah al-Arabiyah (IMLA)
  33. Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, Jakarta:Kencana, 2010
  34. Undang-Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003, Jakarta, 2011
  35. Uril Bahruddin, Mahârah al-Tadrîs, Malang: UIN Press, 2011
  36. Zamakhsyari Dhofier, Trasisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kyai, Jakarta:
  37. LP3ES, 1984