PEDOMAN PENULISAN ARTIKEL JURNAL EL-TSAQAFAH

Judul harus spesifik, jelas, dan maksimal 15 kata

Specific and Clear Title in Latin, Maximum 15 Words

Nama Lengkap Penulis Pertama, Penulis Kedua

Lembaga Afiliasi Penulis Pertama, Lembaga Afiliasi Penulis Kedua

Pos-el: alamat.pos_el@penulis.com

Naskah Diterima Tanggal ...............;Direvisi Akhir Tanggal................;Disetujui Tanggal .................

doi: .....................................

Abstrak

Abstrak ditulis dalam satu paragraf yang terdiri atas 100–250 kata. Abstrak memuat permasalahan, tujuan, metode penelitian, dan hasil. Abstrak ditulis dengan font Times New Roman 12, moda tanpa spasi.

Kata-kata kunci: 3--7 kata atau frasa yang mencerminkan inti artikel

Abstract

Abstract is written in one paragraph consists of 100—250 words. Abstract contains problems research, aim, research method, and results. Abstract is written with Times New Roman 12, no spacing mode.

Keywords: 3-7 words or phrases represent the focus of article

 

(Badan naskah setelah abstrak diformat dalam satu kolom dengan mengikuti ukuran dalam template ini. Untuk diperhatikan: badan teks ditulis dengan font Times New Roman 12, spasi 1,5, dengan panjang maksimal 5000 kata)

A. PENDAHULUAN (10%)

Pendahuluan memuat latar belakang masalah dengan menjelaskan fenomena permasalahan yang diteliti, ditulis tanpa subbab. Latar belakang didukung dengan acuan pustaka dan hasil penelitian terkait sebelumnya, baik yang dilakukan oleh penulis maupun yang dilakukan oleh orang lain. Di dalam bab Pendahuluan juga dijelaskan posisi penelitian di antara penelitian-penelitian terdahulu. Pendahuluan mengungkapkan dengan jelas masalah yang menjadi fokus penelitian, tujuan penelitian, dan urgensinya. Sitasi di dalam naskah mengacu pada APA style, misalnya: Heryadi & Permadi (2013) menyatakan bahwa… (hlm. 61). Pencantuman nomor halaman referensi dilakukan untuk kutipan langsung.

B. LANDASAN TEORI (15%)

Landasan teori merupakan landasan berpikir untuk menemukan permasalahan,  acuan, dan jawabannya. Landasan teori bukan sekadar sekumpulan definisi suatu istilah. Uraian dalam bab ini menggunakan acuan yang relevan, kuat, tajam, dan mutakhir. Teori yang ditulis dalam bab ini adalah teori yang digunakan dalam analisis data/pembahasan. Landasan Teori dapat dituliskan dalam subbab dengan tetap mempertimbangkan kuota 15% dari keseluruhan badan naskah. Semua sumber yang dirujuk atau dikutip harus dituliskan di dalam daftar pustaka. Teknik penulisan sitasi (pengutipan) mengikuti model APA/American Psychological Association).

C. METODE PENELITIAN (10%)

Metode memuat informasi mengenai macam atau sifat penelitian, data dan sumber data,  teknik pengumpulan data, instrumen pengumpulan data, prosedur pengumpulan data, dan metode analisis data. Penelitian kuantitatif perlu mencantumkan teknik pengujian hipotesis yang relevan.

D. PEMBAHASAN (50%)

Pembahasan memuat proses menjawab permasalahan melalui analisis dan evaluasi terhadap data, dengan menerapkan teori, pendekatan, dan metode yang tertuang dalam bab LANDASAN TEORI dan METODE PENELITIAN. Pembahasan dibagi-bagi dalam beberapa subbab (hingga subbab tingkat III) dengan penulisan subbab sebagai berikut.

Subbab Tingkat I

Pembahasan hasil analisis dan evaluasi dapat menerapkan metode komparasi, penggunaan persamaan, grafik, gambar, dan tabel. Penggunaan grafik, gambar, dan tabel, harus betul-betul relevan dan penting dalam proses pembahasan.

Subbab Tingkat II

Setiap tabel, gambar, atau grafik harus diberi nomor (sesuai dengan urutan kemunculannya di dalam teks) dan nama serta ditempatkan sedekat mungkin dengan paragraf tempat tabel dan grafik tersebut dibahas. Nama tabel digunakan untuk merujuk tabel tersebut di dalam teks (tidak menggunakan rujukan: “tabel di atas”, “tabel berikut”, melainkan menggunakan rujukan: Tabel 1, Tabel 2, dst.) Pencantuman tabel/data yang terlalu panjang (lebih dari satu halaman) sebaiknya dihindari. Interpretasi hasil analisis untuk memperoleh jawaban, nilai tambah, dan kemanfaatan yang relevan dengan permasalahan dan tujuan penelitian.

Subbab Tingkat III

Jumlah tabel tidak diperkenankan berjumlah melebihi 25% dari keseluruhan badan naskah (Pendahuluan, Landasan Teori, Metode Penelitian, Pembahasan, dan Penutup). Nama tabel meliputi nomor, nama (berupa inti isi tabel), dan isi tabel ditulis dengan huruf Times New Roman 10, no spacing style.  Apabila tabel, gambar, atau grafik diperoleh dari sebuah sumber, tuliskan sumbernya di bagian bawah tabel. Tabel yang dapat dimuat dalam satu kolom kecil, dituliskan tanpa mengubah format tulisan, seperti contoh berikut.

Judul Tabel

Keterampilan Berbahasa

Klasiifikasi

Membaca dan Menyimak

Reseptif

Menulis dan Berbicara

Produktif

Sumber: Wijaya (2015, hlm. 30)

 

Tabel, gambar, dan grafik yang tidak kompatibel sehingga menyulitkan proses layout akan dikembalikan kepada penulis agar diubah menjadi format yang standar. Tabel yang tidak dapat dimuat dalam satu kolom kecil (format 2 kolom) diubah menjadi format satu kolom seperti contoh berikut.

 

Setelah pembahasan, sebelum masuk ke dalam bab PENUTUP, beri satu paragraf yang mengantarkan pembaca pada simpulan sebagai jawaban atas permasalahan penelitian.

E. PENUTUP (15%)

Penutup merupakan jawaban dari pertanyaan yang terdapat dalam bab PENDAHULUAN. Penutup bukan tulisan ulang dari pembahasan dan juga bukan ringkasan, melainkan penyampaian singkat jawaban permasalahan dalam bentuk satu atau dua paragraf utuh.

DAFTAR PUSTAKA

Pustaka yang diacu minimal 12 acuan primer, 80% di antaranya terbitan sepuluh tahun terakhir. Semua pustaka yang dituliskan dalam daftar pustaka dikutip di dalam badan naskah. Daftar pustaka dan pengutipan menggunakan gaya APA (American Psychological Association), dan memakai aplikasi Mendeley.

Brooks, A. (2004). Posfeminisme & Cultural Studies: Sebuah pengantar paling komprehensif (S. Kunto Adi Wibowo, penerjemah dan Idi Subandy Ibrahim, editor). Yogyakarta: Jalasutra. (Karya asli diterbitkan pada 1997).

Darmawan, A. (2006). Seratus buku sastra terpilih karya perempuan. Dalam A. Kurnia (ed.), Ensklopedia sastra dunia (hlm. 224—227).

Ibrahim, A. Gufron. (2008). "Bahasa Terancam Punah: Sebab-sebab Gejala dan Strategi Pemecahannya". Dalam Kongres Internasional lX Bahasa lndonesia. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Kridalaksana, Harimurti. (2008). Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia.

Krisna, F.N. (2014). Studi kasus layanan pendidikan nonformal suku Baduy. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20(1): 1—13.

Lumintaintang, Y.B. (2014). Industri film nasional sebagai media pelestarian bahasa ibu dalam upaya memperkuat identitas bangsa: Fenomena penggunaan alih kode. Kumpulan Makalah. Menyelamatkan Bahasa Ibu, Seminar Internasional Hari Bahasa Ibu 2014, 117—125.

Prihartono, Wawan. (2012). “Ciri Akustik Tuturan Modus Deklaratif Bahasa Jawa Penutur di Medan (Perbandingan dengan Ciri Akustik Tuturan Modus Deklaratif Bahasa Jawa Penutur di Solo)”. Medan: Tesis USU.

Ratna, N.K. (2011). Antropologi sastra: Peranan unsur-unsur kebudayaan dalam proses kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sayuti, S. A. (2008). Bahasa, identitas, dan kearifan lokal dalam perspektif pendidikan. Dalam Mulyana (ed.), Bahasa dan sastra daerah dalam kerangka budaya (hlm. 23—44). Yogyakarta: Tiara Wacana.

Sudaryanto. (2015). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: Sanata Dharma University Press.

Wiradnyana, Ketut. (2011). Pra Sejarah Sumatra Bagian Utara: Kontribusinya pada Kebudayaan Kini. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia