Pemanfaatan Media Sosial Instagram sebagai Sarana Promosi Perpustakaan Jalanan Nganjuk Mochammad Yusuf Bachtiar, Galuh Indah Zatadini

Main Article Content

Mochammad Yusuf Bachtiar

Abstract

Sejauh ini, perpustakaan dikenal dengan banyak orang sebagai tempat tumpukan buku. Padahal perpustakaan memiliki fungsi tersendiri, salah satunya akses untuk memenuhi sumber informasi dan sebagai sara pembelajaran bagi masyarakat. Seperti halnya adanya perpustakaan jalanan (Perjal), di mana menjadi wadah untuk melayani keperluan yang berkaitan dengan bahan pustaka bagi masyarakat. Perjal merupakan perpustakaan yang begitu dengan masyarakat karena konsepnya yang sederhana dan dapat langsung membaur kepada lingkungan sekitar. Di Nganjuk terdapat Perpustakaan Jalanan Kabupaten Nganjuk, di mana konsep adalah lapak buku yang dilakukan setiap minggu di tempat yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Perjal ini mengenalkan perpustakaan lewat media sosial instagram. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pemanfaatan media sosial instagram sebagai sarana promosi perpustakaan jalanan Nganjuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan sumber data primer dan sekunder. sumber data primer di dapat dari observasi dan wawancara, sedangkan sumber data sekunder didapat dari dokumentasi dan kajian pustaka. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa perpustakaan jalanan Nganjuk menggunakan instagram sebagai sarana promosi untuk mengenalkan perpustakaan itu sendiri dan produk yang berkaitan dengan literasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat sekitar. Adanya konsep lapak buku sederhana dan terbuka untuk siapa pun yang memanfaatkannya, Perjal Nganjuk kini dikenal oleh banyak masyarakat sekitar. Oleh sebab itu, fungsi perpustakaan sebagai tempat pembelajaran dan rekreasi kultural telah tercapai. Di mana masyarakat dapat membaca dan mengakses sumber informasi yang ringan dan bersifat menghibur.


So far, the library is known to many as a place of stacks of books. Even though the library has its own function, one of which is access to meet sources of information and as a means of learning for the community. Like the existence of a street library (Perjal), which is a place to serve needs related to library materials for the community. Perjal is a library that is like the community because of its simple concept and can immediately blend into the surrounding environment. In Nganjuk there is the Nganjuk District Street Library, where the concept is a book stall that is held every week in a place easily accessible by the community. Perjal introduces the library via Instagram social media. Therefore, the purpose of this research is to find out the use of social media Instagram as a means of promoting the Nganjuk street library. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection uses primary and secondary data sources. Primary data sources are obtained from observation and interviews, while secondary data sources are obtained from documentation and literature review. The results of this study showed that the Nganjuk street library uses Instagram as a promotional tool to introduce the library itself and products related to literacy that are easily accessible to the surrounding community. With the concept of a simple and open bookstore for anyone who uses it, Perjal Nganjuk is now well known by many local people. Therefore, the function of the library as a place for learning and cultural recreation has been achieved. Where people can read and access information sources that are light and entertaining.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles