Main Article Content

Abstract

Pengembangan bahan pembelajaran merupakan bagian dari upaya
memperbaharui kualitas pembelajaran dan salah satu alternatif untuk
meningkatkan hasil belajar mahasiswa (output). Selain cara belajar,
bahan pembelajaran yang baik juga dapat meningkatkan hasil belajar
mahasiswa. Antara penerapan model-model pembelajaran dengan
pengembangan bahan pembelajaran berupa bahan pembelajaran
sebenarnya mempunyai tujuan yang sama, yaitu untuk mempermudah
penyampaian materi perkuliahan. Perbedaan antara keduannya adalah
penerapan model-model pembelajaran merupakan langkah terorganisir
untuk menyampaikan materi pelajaran secara langsung, sedangkan
bahan pembelajaran merupakan sarana untuk mengorganisir materi
perkuliahan dan menyampaikannya secara tidak langsung. Dengan
bahan pembelajaran yang berkualitas dan mudah dimengerti, dapat
menjadikan mahasiswa lebih mudah menyerap materi. Merujuk pada
kenyataan adanya perubahan setiap ilmu, maka pengembangan suatu
produk ilmu pengetahuan menjadi sebuah pilihan untuk memperbaharui
pengetahuan yang tidak sesuai lagi dengan kondisi dan fakta yang ada.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian eksperimen,
dengan model pengembangan desain pembelajaran Dick and Carey.
Instrument pengumpulan data menggunakan: observasi, angket, tes
hasil belajar. Untuk menganalisa data yang terkumpul dilakukan dengan
menggunakan analisis persentase dan deskripsi kualitatif. Teknik
persentase digunakan untuk menyajikan data yang merupakan frekuensi
atas tanggapan subjek ujicoba terhadap produk desain pembelajaran.
Analisis kualitatif deskriptif. Tujuan menganalisis data dalam penelitian
ini adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian yang
kemudian menarik kesimpulan.
Hasil penelitian adalah 1) Implementasi dengan tersedianya bahan ajar
memberikan keuntungan: pertama, bagi mahasiswa antara lain melatih
mahasiswa memahami materi manajemen dan supervisi pendidikan
yang disajikan dan mengerjakan soal-soal latihan; kedua bagi dosen
dapat memberikan pelayanan profesional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran; ketiga bagi lembaga diharapkan dapat memberikan
kontribusi pada sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
Terciptanya kondisi pembelajaran menyenangkan dan berpusat pada
mahasiswa dimana mahasiswa lebih aktif dan antusias dalam mempelajari
bahan ajar sehingga keterbacaan bahan ajar semakin meningkat. 2)
Semula pembelajaran manajemen dan supervisi pendidikan di jurusan
pendidikan IPS Ekonomi yang menggunakan power point, dengan
adanya pengembangan model dick and carey yang dilakukan peneliti
maka terpenuhi kebutuhan bahan ajar manajemen dan supervisi
pendidikan sesuai dengan karakteristik mahasiswa yang ditinjau dari
kegiatan pembelajaran, aktivitas mahasiswa, respon mahasiswa dan hasil
belajar mahasiswa

Keywords

Bahan ajar Manajemen dan Supervisi Pendidikan

Article Details

How to Cite
Citriadin, Y. (2014). PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MATA KULIAH MANAJEMEN DAN SUPERVISI PENDIDIKAN. SOCIETY, 5(2), 72–92. https://doi.org/10.20414/society.v5i2.1459