Main Article Content

Abstract

Madrasah merupakan salah satu bentuk lembaga pendidikan islam
yang memiliki peran sangat penting dalam membentuk karakter
sumber daya manusia. Mengelola suatu lembaga pendidikan islam
(madrasah) bukanlah hal yang mudah. Apalagi yang dimaksud
mengelola tidak sekedar dalam pengertian mempertahankan yang
sudah ada, tetapi melakukan pengembangan secara sistematik dan
sistemik, yang meliputi aspek ideologis (visi dan misi), kelembagaan
dan langkah operasionalnya serta mencerminkan pertumbuhan
(growth), perubahan (change) dan pembaharuan (reform). Namun
demikian lembaga pendidikan madrasah Tsanawiyah tida terlepas dari
sejumlah problem. Menurut data Direktorat Pendidikan Madrasah
tahun 2007, terdapat 34,4% dari total 222.890 ruang kelas madrasah
di Indonesia dikategorikan rusak. Selain sarana dan prasarana, masih
banyak guru madrasah tsanawiyah yang belum memenuhi kualifikasi
akedemik. Data Kementerian Agama disebutkan dari total jumlah
pendidik (guru) untuk jenjang madrasah tsanawiyah sebanyak 112.793
orang dengan 19,0% berstatus PNS, sisanya 81,0% berstatus non
PNS. Adapun yang berkualifikasi pendidikan pendidik minimal strata
satu (S1) yakni sebanyak 83.411 orang atau 74,0%, sisanya 26% non
S1, kondisi ini menunjukkan bahwa jumlah tersebut masih jauh dari
harapan. Kondisi tersebut menuntut perbaikan yang dilandasi oleh
hasil evaluasi yang valid jika akan melakukan perbaikan yang tepat di
lapangan agar dapat dilakukan perbaikan yang akurat.

Keywords

Evaluasi Program Model CIPP

Article Details

How to Cite
Hizam, I. (2015). EVALUASI PROGRAM PENYELENGGARAAN MTsN KEDIRI MODEL CIPP. SOCIETY, 6(2), 22–42. https://doi.org/10.20414/society.v6i2.1471