Main Article Content

Abstract

Penentuan awal bulan kamariah di Indonesia hingga dewasa ini masih menjadi suatu isu yang belum ada ujung penyeleaiannya. Para ahli, baik dari para ahli astronomi maupun dari para ulama sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan solusi penyatuan dalam penentuan awal bulan kamariah. Namun demikian usaha tersebut belum menuai hasil. Oleh karena itu tulisan ini bertujuan sebagai sarana dakwah guna mecari jalan sebagai suatu solusi dalam penyatuan awal bulan kamariah, sehingga diharapkan dapat menuai hasil yang maksimal. Untuk menjawab permasalahan tersebut di atas, maka digunakan suatu pendekatan sosial-sains astronomi sebagai sebuah metode, sehingga diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat sebagai sarana dakwah Islamiyah dalam penyatuan penentuan awal bulan kamariah. Temuan yang terjadi di lapangan adalah bahwa antara madzhab pengamal rukyat dan pengamal hisab masing-masing masih bersikukuh menggunakan kriterianya masing-masing meskipun pemerintah sudah memberikan solusi menggunakan imkannurrukyat sebagai jalan tengah bagi madzhab pengamal rukyat dan pengamal hisab dalam penentuan awal bulan kamariah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan sosial-sains astronomi diharapkan dapat menuai hasil yang maksimal dalam penyatuan penentuan awal bulan kamariah di Indonesia.

Keywords

Dakwah Solusi Penyatuan Madzhab Hisab Madzhab Rukyat

Article Details

References

Abdali, S. Kamal, “On The Crescent’s Visibility”, Courtesy Al-Ittihad, Volume 16 tahun 1979.
Al-Bagawi, Abu Muḥammad al-Ḥusain ibn Masʻūd, 1409 H, Tafsīr al-Bagawī, al-Mujallad al-Awwal, Riyāḍ: Dār Ṭayyibah Linnasyr wa al-Tauzīʻ.
Al-Bermani, Mohammed J.F. dan Hayder H.J. Al-Baghdadi, “New Moon Dates and Coordinates”, Iraqi Journal of science, Volume 52 Nomor 2 Tahun 2011.
Al-Bukhārī, Al-Imām Al-Ḥāfiẓ Abī ʻAbd Al-Lāh Muḥammad Ismāʻīl, Ṣaḥīḥ al-Bukhārī, (Riyadh: Bait al-Ifkār al-Dauliyah Lilnasyr wa al-Tauzīʻ, 1997).
Al-Dimasyqi, Al-Imām al-Jalīl al-Ḥāfidz ʻImād al-Dīn Abī al-Fidā’ Ismāʻīl ibn Katsīr, 2000, Tafsīr al-Qur’ān al-ʻAdhīm, al-Mujallad al-Ṡānī, Qahirah: Maktabah Aulad.
Al-Maraghi, Ahmad Musthafa, Tafsīr al Maraghi, Juz 2, Cetakan I (Mesir: Musthafa al-Halaby, 1946).
Al-Nīsābūrī, Al-Imām al-Ḥāfiẓ Abī al-Ḥasan Muslim ibn al-Ḥajjāj ibn Muslim al-Qusyairī, Ṣaḥīḥ Muslim (Riyadh: Bait al-Ifkār al-Dauliyah Lilnasyr wa al-Tauzīʻ, 1998).
Al-Sadlān, Ṣāliḥ bin Gānim, Al-Qawāʻid al-Fiqhiyyah al-Kubrā, (Riyadh: Dār Balansiyat lil Nasyr wa al-Tauzīʻ al-Mamlakah al-ʻArabiyah al-Suʻudiyah, 1417 H).
Al-ʻUṡaimin, Muḥammad bin Ṣāliḥ, Al-Qawāʻid al-Fiqhiyyah, (Al-Iskandariyah: Dār al-Baṣīrah, t.th).
Anwar, Syamsul, Metode Penetapan Awal Bulan Qamariah, Analytica Islamica, Volume 1 Nomor 1 Tahun 2012.
Bashori, Muhammad Hadi, Pengantar Ilmu Falak, Pedoman Lengkap Tentang Teori dan Praktik Hisab Arah Kiblat, Waktu Shalat, Awal Bulan Qamariyah dan Gerhana, Cetakan I (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2015).
Coleman, James S., Dasar-Dasar Teori Sosial, Cetakan IV (Bandung: Nusa Media, 2011).
Djamaluddin, Thomas, Astronomi Memberi Solusi Penyatuan Umat, (Jakarta, LAPAN, 2011).
Hidayat, Samsul, Carut Marut Hubungan Agama dan Sains, Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, Volume 8 Nomor 1, Juni 2014.
Iman, Marsudi, Tipologi Hubungan Sains dan Agama dalam Perspektif Ian G. Barbour, Afkaruna, Jurnal Pemikiran Islam, Volume 7 Nomor 1, 2011.
Ismaʻīl, Muḥammad Bakar, Al-Qawāʻid al-Fiqhiyyah baina al-Aṣālah wa al-Taujīh, (Midan al-Ḥussein: Dār al-Manān, t.th).
Khazin, Muhyiddin, Kamus Ilmu Falak, Cetakan Pertama (Yogyakarta: Buana Pustaka, 2005).
Kementerian Agama RI, Al-Qur’ān dan Terjemahnya, (Jakarta: Dirjend Bimas Islam, Direktoran Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syari’ah, 2011).
Kutner, Marc L., 2003, Astronomy a Physical Perspective, Second Edition, (New York: Cambridge University Press, 2003).
Lampiran 6 dalam Laporan Sidang Pleno Musyawarah Nasional Tarjih Ke-26 di Padang Sumatera Barat yang berlangsung pada tanggal 1-5 Oktober 2003 M bertepatan tanggal 5-9 Sya’ban 1424 H.
Majlis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pedoman Hisab Muhammadiyah, Cetakan kedua, (Yogyakarta: Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, 2009).
Moore, Patrick, The Data Book of Astronomy, (London: Institute of Physics Publishing, 2000).
Odeh, Mohammad Sh., “New Criterion For Lunar Crescent Visibility”, Experimental Astronomy, Volume 18, December 2004, 39-64.
Peterson, Charles J., 2000, Astronomy, New York: IDG Books Worldwide, Inc.
Sado, Arino Bemi, Problematika Hisab Rukyat: Kriteria Kecerlangan sebagai Akar Perbedaan Hasil Hisab dan Rukyat, Cetakan I (Mataram: Sanabil, 2019).
__________, Kajian Fiqh Sains Terhadap Kecerlangan Hilal sebagai Prasyarat Terlihat Hilal Kriteria Danjon dan Kriteria Djamaluddin, Istinbath, Jurnal Hukum Islam, Volume 16, Nomor 2, Tahun 2017, 265-590.
_________, Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004 Tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah: Analisis dengan Hermeneutika Schleiermacher, Istinbath, Jurnal Hukum Islam, Volume 13 Nomor 2 Tahun 2015.
Setyanto, Hendro, Membaca Langit, (Jakarta, al-Ghuraba, 2008).