Main Article Content

Abstract

Diferences in a political are indeed commonly interpretated. In this research examine the impact of village politics againt the loss of social solidarity which also caused the proccess of the formation of social groups with each other.In this study researchers used field research with an ampirical approach with  data collection methode namely is interview, observation and docuementation with the objectives of research  to determine the social facts of the loss  of social solidarity society the impact of the villages Politicsshoutwest Praya District Cebtral of Lombok. Result and discussion. First, the impact of village politics raises the proccess of forming social groups in society. Second, the loss of social solidarity and community identity. Third, the impact of village politics resluted in a breaktrough or penetration that triggers community religius  patterns that are starting to be deferent and makes limination in  in carrying out their religious acivities with different groups in village politics.Fourth, changes in the pattern of community behavior in caryying out culture activities that are constanly run collectively and harmoniously from a long time and now each of their groups

Keywords

In Group, Out Group, Village Political Impact

Article Details

How to Cite
Muhammad Saleh, Gemuh Surya Wahyudi Wahyudi, and Rohimi. 2023. “The In-Group Versus The Out-Group: The Impact Of Village Politics On Community Social Conditions”. TASAMUH 21 (1):101-32. https://doi.org/10.20414/tasamuh.v21i1.7247.

References

  1. Abidin, Zainal. Filsafat Manusia. Bandung: Pt Remaja Rosdakrya, 2014.
  2. Aisyah. “Konflik Sosial Dalam Hubungan Antar Umat Beragama.” Jurnal Dakwah Tablig Vol. 15, No. 2 (Desember 2014).
  3. Arisandi, Herman. Buku Pintar Pemikiran Tokoh Sosiologi Dari Klasik Sampai Modern. Yogyakarta: Ircisod, 2015.
  4. Aristiani, Rina. “Meningkatkan Percaya Diri Siswa Melalui Layanan Informasi Berbantuan Audiovisual.” Jurnal Konseling Gusjigang Vol 2 No 2 (2016).
  5. Aristoteles. Politik. Yogyakarta: Narasi, 2016.
  6. Bogardus, Emory. Sociology. New York?: The Macmillan Company, 1961.
  7. Budiono, Kusumohamidjojo. Filsafat Kebudayaan. Yogyakarta: Jalasutra, 2009.
  8. Davis, Kingslay. Human Society. New York: The Macmillan Company, 1960.
  9. Hamijoyo, Santoso. “Konflik Sosial Dengan Tindak Kekerasan Dan Peranan Komunikasi.” Mediator Vol 2 No 1 (2001).
  10. Hamka, Buya. Lembaga Hidup. Jakarta: Republika Penerbit, 2015.
  11. Hasbullah. “Kearifan Lokasl Dalam Membangun Solidaritas Dan Integrasi Sosial Masyarakat Desa Bukit Batu Kabupaten Bengkelis.” Jurnal Sosial Budaya Vol 9, No 2, No. Desember (2012).
  12. Irwandi, Dan Endah. “Analisis Konflik Antara Masyarakat, Pemerintah Dan Swasta (Studi Kasus Di Dusun Sungai Samak, Desa Sungai Samak, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung).” Jispo L 7 No 2 (2017).
  13. Kaho, Josef Riwu. Prospek Otonomi Daerah Di Republik Indonesia. Jakarta: Pt
  14. Rajagrafindo Persada, 2002.
  15. Kantaprawira. Sistem Politik Indonesia (Model Suatu Pengantar). Bandung: Sinar Bar Algensindo, 2006.
  16. Kulsum, Siti. Dinamika Politik Desa (Studi Kasus Dalam Pemilihan Kepala Desa Di Desa Pakem Kecamatan Pakem Kabupaten Bondowoso). Institut Agama Islam Negeri Jember, 2021.
  17. Kumalasari, Luluk Dwi. “Makna Solidaritas Sosial Dalam Tradisi Sedekah Desa.” Seenaspro 2 Umm, Oktober 2017.
  18. Mahfud, Chirul. 39 Tokoh Sosiologio Politik Dunia. Surabaya: Jaring Pena, 2009.
  19. Mahfud, Khoirul. 39 Tokoh Politik Sosiologi Dunia. Surabaya: Jaring Pena, 2009.
  20. Mustamin. “Studi Konflik Sosial Di Desa Bugis Dan Parangina Kecamatan Sape Kabupaten Bima Tahun 2014.” Ime, Vol. 2. No. 2 (2016).
  21. Polak, Mayor. Sosiologi, Suatu Buku Pengantar Ringkas. Jakarta: Balai Buku Ikhhtiar, 1966.
  22. Putra, Bagus Ani. “Peran Kearifan Lokal Dalam Resolusi Konflik Keyakinan Beragama Di Jawa Timur The Role Of Local Wisdom For Religions Conflict Resolution In East Java.” Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik Vol. 26, No. 1 (2013).
  23. Rohimi. “Historis Dan Ritualisme Tradisi Ziarah Makam Keleang Di Dusun Kelambi: Studi Terhadap Pendekatan Antropologi.” Jurnal Socia Vol 16, No 2 (T.T.): 2019.
  24. Rosana, Ellya. “Konflik Pada Kehidupan Masyarakat (Telaah Mengenai Teori Dan Penyelesaian Konflik Pada Masyarakat Modern).” Al Adyan Vol 10 No 2 (2015).
  25. Sajogyo, Disadur. Dalam Pengantar Sosiologi. Fakultas Pertanian: Institut Pertanian Bogor, 1971.
  26. Sakti Hadiwijoyo, Suryo. Negara Demokrasi Dan Civil Society. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2012.
  27. Santosa, Imam. Dinamika Masyarakat Pedesaan Dalam Perspektif Sosiologis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2017.
  28. Shibutani, Tamotsu. Social Proccess On Introctions To Sociology. Barkeley: University Of Calipornia Press, 1986.
  29. Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers, 2006.
  30. Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers, 2006.
  31. Soekanto, Soerjono. Teori Sosiologi Tentang Perubahan Sosial. Jakarta: Ghalia Indonesia, 1983.
  32. Sosialismanto. Hegemoni Negara Politik Pedesaan Jawa. Yogyakarta: Lapera Pustaka Utama, 2001.
  33. Suparlan, Parsudi. “Konflik Sosial Dan Alternatif Pemecahannya.” Antropologi Indonesia Vol. 30, No. 2 (2006).
  34. Syamhari. ““Interpretasi Ziarah Pada Makam Mbah Periuk.” Jurnal Rihlah 2 No. 1 (2014).
  35. Tokan, Frans Bapa, Dan Ubanus Ola. “Dinamika Politik Desa.” Jurnal Warta Govermen Vol 1 No 1, No. Desember (2019).
  36. Widjaya. Otonomi Daerah Dan Daerah-Daerah Otonom. Jakarta: Raja Grapindo Presada, 2002.
  37. Young, Kimball, Dan Raymond. Sociology And Social Life. New York: American Book Company, 1959.