Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi <p><strong>Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat</strong>&nbsp;(p-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1180426832&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">1858-3571</a> | e-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1496979376&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2580-9628</a>) adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Pusat Pengabdian Masyarakat (P2M) dibawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Jurnal Transformasi mempublikasikan hasil-hasil pengabdian masyarakat yang berbasis riset dengan tema pemberdayaan masyarakat atau kelompok profesi tertentu, pemberdayaan keluarga, pengembangan madrasah, penerapan teknologi tepat guna, pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan, dan pelatihan. Jurnal Transformasi terbit dua kali setiap tahun yaitu pada bulan <strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong>. Pada pengajuan p-ISSN tahun 2007 nomenklatur nama jurnal yang digunakan adalah Transformasi. Kemudian pada saat pengajuan e-ISSN tahun 2017 nomenklatur nama jurnal berubah menjadi Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat<strong>. </strong>Tujuan perubahan tersebut&nbsp;adalah untuk menambahkan identitas jurnal Transformasi sebagai jurnal pengabdian kepada masyarakat. Seiring dengan alih status institusi pada tahun 2007, nama penerbit juga mengalami perubahan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram. Jurnal Transformasi merupakan anggota dari <strong>Asosiasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (<a href="https://ajpkm.org/members/" target="_blank" rel="noopener">AJPKM</a>)</strong></p> en-US sofyan_mahfudy@uinmataram.ac.id (Sofyan Mahfudy) amalahanif0513@gmail.com (Muhammad) Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.16 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Clean and healthy living behavior (PHBS) education in school through Snakes and Ladders game https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8505 <p><em><strong>[Bahasa]</strong></em><strong>: </strong>Pemahaman konsep Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang mendalam membutuhkan pendekatan yang kreatif dan interaktif. Salah satu pendekatan pengenalan PHBS adalah melalui media ular tangga yang menyediakan pembelajaran dengan konteks yang menyenangkan melalui aktivitas bermain sambil belajar. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar mengenai PHBS sekolah serta pentingnya mengaplikasikan PHBS melalui media permainan. Pengabdian ini menggunakan metode ABCD (Asset Based Community Development) dengan tahapan: identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah, pemetaan asset, penentuan kegiatan, pembuatan instrumen dan media, pemberian pre-tes, bermain ular tangga, pemberian post-tes, dan evaluasi program. Sasaran dari kegiatan ini adalah siswa sekolah dasar yang berperan sebagai pemain dan penonton permainan dengan media ular tangga. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Kanreapia, Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa pada uji paired t-test diperoleh nilai p sebesar 0.001 yang berarti bahwa program pengabdian yang telah dilakukan efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai PHBS. Hasil pre-tes dan post-tes juga menunjukkan bahwa edukasi PHBS dapat meningkatkan pengetahuan peserta terhadap PHBS dengan rata-rata responden yang menjawab benar yaitu dari 16,25 menjadi 19,04. Pihak sekolah diharapkan mengadopsi media ular tangga sebagai media yang menyenangkan dalam memperkenalkan PHBS kepada anak sekolah sehingga memberikan bekal pengetahuan tentang hidup bersih sejak dini.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), ular tangga, anak-anak</p> <p><strong><em>[English]:</em></strong> A profound understanding of the concept of Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) requires a creative and interactive approach. One approach to the introduction of PHBS is through snakes and ladders media that provides learning opportunities for students through play activities. This community service aims to increase elementary school children's knowledge about school PHBS and the importance of applying PHBS through game media. The method used is ABCD (Asset Based Community Development) with stages including problem identification, problem prioritization, asset mapping, determining activities, making instruments and media, giving pre-tests, playing snakes and ladders, giving post-tests, and program evaluation. The participants of this program were elementary school students who played the role of players and spectators of the game with snakes and ladders media. This community service activity was carried out at Kanreapia Elementary School, Kanreapia Village, Tombolo Pao District, Gowa Regency. The results of this community service show that the paired t-test obtained a p-value of 0.001, which means that the program is effective in increasing students' knowledge about PHBS. The results of the pre-test and post-test also show that PHBS education can enhance participants' knowledge of PHBS, with the average respondent who answered correctly ranging from 16.25 to 19.04. Schools are expected to adopt Snakes and Ladders media as fun media in introducing PHBS to school children to provide knowledge about clean and healthy living from an early age.</p> <p><strong>Keywords:</strong> clean and healthy living behavior, Snakes and Ladders, children</p> Syahrul Basri, Muhammad Saleh Jastam, Munawir Amansyah, Habibi, Lilis Widiastuty, Muhammad Kahfi, Ranti Ekasari Copyright (c) 2023 Syahrul Basri, Muhammad Saleh Jastam, Munawir Amansyah, Habibi, Lilis Widiastuty, Muhammad Kahfi, Ranti Ekasari http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8505 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Implementation of the Qiro'ati method to improve reciting abilities in students of the Al-Qur’an education center https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/7892 <p><strong><em>[Bahasa]</em></strong><strong>: </strong>Kualitas sumber daya manusia dapat dilihat dari kualitas iman dan taqwanya. Peningkatan kualitas ini harus dimulai sejak dini, berupa pembiasaan terhadap tindakan atau kegiatan yang positif. Pembiasaan tersebut dapat dimulai dalam keluarga dan masyarakat, seperti pembiasaan membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk sosialisasi dan implementasi metode qiro’ati untuk meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an di TPQ Miftahul Jannah. Solusi yang ditawarkan adalah pendampingan dalam pembelajaran membaca Al-Qur'an pada kelompok belajar di TPQ Dusun Miftahul Jannah Sawahan dengan menggunakan Metode Qiro'ati. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menggunakan tahapan perencanaan dan persiapan, tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi, kemudian dilanjutkan dengan pelaporan. Hasil sosialisasi dan implementasi metode Qiro’ati menunjukkan bahwa membaca Alquran dengan metode Qiro'ati dapat meningkatkan kualitas bacaan sesuai kaidah tajwid yang benar dan memudahkan dalam memahami bagaimana membaca Al-Qur’an dengan benar.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Al-Quran, pendidikan, pembelajaran, metode Qiro'ati</p> <p><strong><em>[English]: </em></strong>The quality of human resources can be seen from the quality of their faith and piety. The improvement of this quality should begin from an early age by cultivating positive actions or activities. Such cultivation can start within families and communities, such as the habit of reciting the Qur'an correctly. This community service aims to socialize and implement the Qiro’ati method to enhance the ability to recite the Qur'an at The Al-Qur’an Education Center Miftahul Jannah. The proposed solution is guidance in learning to read the Qur'an in study groups at The Al-Qur’an Education Center Miftahul Jannah Sawahan using the Qiro'ati Method. The implementation of this community service follows stages of planning and preparation, action, observation, evaluation, and reflection, followed by reporting. The results of the socialization and implementation of the Qiro’ati method show that reciting the Qur'an with the Qiro'ati method can improve the quality of recitation according to proper Tajweed rules and facilitate a correct understanding of how to read the Qur'an.</p> <p><strong>Keywords</strong>: Al-Qur’an, education, learning, Qiro'ati method</p> Zulkarnaen, Baik Wardatul Husna, Abdi Krismono, Sofia Inov Putri Copyright (c) 2023 Zulkarnaen, Baik Wardatul Husna, Abdi Krismono, Sofia Inov Putri http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/7892 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 The internalization of religious values in bumi Sikerei: Improving the worship areas for the younger generation of sipuisilam https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/6962 <p><strong><em>[Bahasa]:</em> </strong><em>Sipuisilam</em> merupakan istilah yang mengacu pada kumpulan warga <em>Bumi Sikerei</em> yang memeluk agama Islam. Kajian terdahulu menunjukkan bahwa <em>sipuisilam</em> masih dilematis dalam menjalankan kewajiban sebagai umat muslim. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para sipuisilam segmen muda terkait nilai-nilai Islam serta menjalankan syariat Islam dengan penuh kesadaran. Kegiatan pengabdian ini menggunakan model <em>Community Based Research</em> yang direduksi menjadi 5 tahap (kuesioner, wawancara, <em>Focus Group Discussion</em>, pelaksanaan, dan evaluasi pelaksanaan). Berdasarkan model ini ditetapkan (1) sipuisilam segmen muda sebagai subjek pemberdayaan, (2) ranah ibadah sebagai focus pengabdian, (3) bentuk kegiatan ekspositori, ceramah/diskusi, dan praktek, dan (4) Yayasan Aksi Peduli Bangsa Desa Muntei dan guru agama Islam sebagai mitra kegiatan. Pelatihan dilakukan kepada 6 orang tutor dan 32 orang putera dan puteri dengan status siswa SMP dan SMA/SMK. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 55,6 % sipuisilam memiliki tingkat pemahaman terkait <em>thaharah</em> sudah sangat baik dan 33,12% sipuisilam memiliki tingkat pemahaman terkait shalat sudah sangat baik. Ini bermakna bahwa ketercapaian pengabdian pada ranah kognitif sudah melampaui standar target. Akan tetapi, pada ranah afektif dan psikomotor masih didominasi oleh level baik. Temuan ini mengindikasikan perlunya pendampingan dalam upaya internalisasi nilai-nilai Islam di tengah interaksi sosial dan kehidupan global.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> generasi muda sipuisilam, internalisasi nilai-nilai agama, Bumi Sikerei</p> <p><strong><em>[English]:</em></strong><em> Sipuisilam</em> is a term that refers to a group of Bumi Sikerei residents who embrace Islam. Previous studies show that <em>Sipuisilam </em>people are having dilemmas in carrying out their obligations as Muslims. This community service activity aims to increase the knowledge and understanding of the young generation of Sipuisilam people related to Islamic values and to carry out Islamic teachings. This community service activity uses the Community Based Research Model, which is reduced to 5 stages: questionnaire, interviewing, Focus Group Discussion, implementation, and evaluation of service activity. Based on the model, it is determined that (1) the subject of empowerment is the youth segment, (2) the religious practices area is focused, (3) the service activity form of expository lectures/discussions and practices, and (4) <em>Yayasan Aksi Peduli Bangsa </em>of Muntei village and Islamic Studies teachers as partners. The training was conducted for 6 tutors and 32 students from junior and senior high school/vocational school. The evaluation results showed that 55.6% of <em>Sipuisilam</em> residents had a very good level of understanding regarding <em>thaharah</em> and 33,12% of <em>Sipuisilam</em> people had a very good level of understanding regarding to <em>shalat </em>(Moslems’ praying). It means that the achievement of this community service for the cognitive domain has exceeded the target. However, the affective and psychomotor domains are still dominated at a good level. The findings indicate that assistance is needed to internalize Islamic values in social interaction and everyday life.</p> <p><strong>Keywords:</strong> Sipuisilam younger generation, internalization of religious values, Bumi Sikerei</p> Eka Putra Wirman, Firdaus, Triana, Ilham Copyright (c) 2023 Eka Putra Wirman, Firdaus, Triana, Ilham http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/6962 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Developing mathematics teaching materials based on numeracy literacy for junior high school mathematics teachers in West Bandung Regency https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8294 <p><strong><em>[Bahasa]: </em></strong>Pemahaman guru matematika terhadap literasi dan numerasi yang baik akan berdampak pada kemampuan mereka dalam mengembangkan bahan ajar yang pada akhirnya akan meningkatkan literasi numerasi siswa. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan pemahaman literasi numerasi guru matematika sehingga mereka memiliki kemampuan dalam mengembangkan bahan ajar yang mengintegrasikan literasi numerasi dalam proses pembelajaran matematika. Kegiatan pengabdian ini didesain dalam tiga tahap, yaitu seminar, lokakarya, dan ujicoba hasil lokakarya. Kegiatan tahap pertama dilakukan melalui seminar secara daring dengan dengan pendekatan PAR (<em>Participatory Action Research</em>). Partisipan kegiatan ini adalah 172 guru matematika SMP negeri dan swasta di Bandung Barat. Kegiatan tahap kedua adalah lokakarya pengembangan perangkat pembelajaran terintegrasi literasi numerasi dimana peserta dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan topik matematika yang ada di sekolah menengah pertama. Produk hasil lokakarya pada tahap kedua ini adalah modul ajar, bahan tayang, bahan ajar, dan bahan ajar tersimpan dalam aplikasi <em>Kotobee.</em> Tahap ketiga adalah implementasi praktek pembelajaran sebagai uji coba produk yang dihasilkan pada tahap dua. Praktek pembelajaran dilakukan secara terbuka di SMP N 3 Lembang Kabupaten Bandung Barat. Hasil program pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan literasi numerasi guru matematika SMP di Kabupaten Bandung Barat. Secara umum peserta mampu menghasilkan produk bahan ajar matematika yang terintegrasi literasi numerasi dan disimpan pada salah satu aplikasi yang Bernama <em>Kotobee</em>.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> bahan ajar matematika terintegrasi, guru matematika, literasi numerasi, pengajaran matematika</p> <p><strong><em>[English]:</em></strong> Mathematics teachers' understanding of literacy and numeracy impacts their ability to develop teaching materials to improve students' numeracy literacy. This community service program aims to strengthen mathematics teachers' understanding of numeracy literacy to develop teaching materials that integrate numeracy literacy into the mathematics learning process. This program was designed in three stages: seminars, workshops, and pilot testing of workshop results. The first phase of the activity was conducted through an online seminar using the PAR (Participatory Action Research) approach. The participants were 172 public and private junior high school mathematics teachers in West Bandung Regency. The second phase of the activity was a numeracy literacy integrated learning tool development workshop where participants were divided into groups based on mathematics topics. The workshop's products in this second stage are teaching modules, broadcast materials, and teaching materials stored in the Kotobee application. The third stage was the implementation of learning practices as a trial of the products produced in stage two. The learning practice was conducted openly at SMP N 3 Lembang, West Bandung Regency. The results of this community service program showed an increase in the numeracy literacy skills of junior high school mathematics teachers in West Bandung Regency. In general, participants could produce mathematics teaching material products that were integrated with numeracy literacy and stored in one application called Kotobee.</p> <p><strong>Keywords:</strong> integrated mathematics teaching materials, mathematics teachers, numeracy literacy, mathematics teaching</p> Jarnawi Afgani Dahlan, Dadang Juandi, Anjar Yogaswara, Dui Kurniasih Copyright (c) 2023 Jarnawi Afgani Dahlan, Dadang Juandi, Anjar Yogaswara, Dui Kurniasih http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8294 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Nutrition and hydration education on healthy fasting for pedicab drivers community in Yogyakarta https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8409 <p><strong><em>[Bahasa]: </em></strong>Pengemudi becak termasuk kelompok kurang mampu dan minim dari segi pendampingan ibadah. Pengemudi becak memiliki tantangan lapar dan dahaga ketika bekerja dimana kondisi ini memberikan resiko besar tidak terpenuhinya kebutuhan nutrisi dan hidrasi secara optimal selama berpuasa. Oleh karena itu, perlu adanya pendampingan dan edukasi tentang gizi seimbang selama puasa sehingga mereka tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada pengemudi becak tentang gizi dan hidrasi selama menjalankan ibadah puasa. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah edukasi melalui ceramah interaktif dengan menggunakan media audiovisual berupa slide powerpoint dan video. Peserta kegiatan adalah pengemudi becak di wilayah kelurahan Giwangan, Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif yang bertujuan mendorong motivasi belajar sehingga terwujud pembelajaran yang aktif. Evaluasi yang digunakan dengan menggunakan kuesioner pretest dan postest yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0.000 (&lt;0.05) artinya ada perbedaan yang signifikan tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta kegiatan sebesar 34.1% dengan kategori baik. Peserta menunjukkan antusiasme yang baik selama proses edukasi yang ditunjukkan dengan aktivitas bertanya dan berdiskusi. Kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan tentang asupan gizi dan hidrasi sehingga para pengemudi becak tetap bugar dalam menjalankan aktivitas bekerja saat berpuasa.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> edukasi, gizi, hidrasi, puasa, pengemudi becak</p> <p><strong><em>[English]: </em></strong>Pedicab drivers are underprivileged and lack religious assistance. Pedicab drivers face the challenge of hunger and thirst while working, which poses a great risk of not fulfilling optimal nutritional and hydration needs during fasting. Therefore, it is necessary to provide assistance and education about balanced nutrition during fasting so they can still properly carry out fasting. The purpose of this service activity is to provide education to pedicab drivers about nutrition and hydration during fasting. The method used in this service is education through interactive lectures using audiovisual media such as PowerPoint slides and videos. The participants were pedicab drivers in Giwangan urban village, Yogyakarta. The method used was interactive lectures to encourage motivation to realize active learning. The evaluation used pretest and posttest questionnaires given before and after the education. The Wilcoxon test results show a significance value of 0.000 (&lt;0.05), meaning there is a significant difference in the level of knowledge before and after education. The results of this service program showed an increase in participants' knowledge by 34.1% in the good category. Participants showed good enthusiasm during the education process, which was shown by asking questions and discussing activities. This program can provide knowledge about nutrition and hydration so that pedicab drivers remain fit to carry out work activities while fasting.</p> <p><strong>Keywords</strong><strong>:</strong> education, nutrition, hydration, fasting, pedicab drivers</p> Fika Nur Indriasari, Prima Daniyati Kusuma, Apri Nur Wulandari Copyright (c) 2023 Fika Nur Indriasari, Prima Daniyati Kusuma, Apri Nur Wulandari http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8409 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Development of mathematics learning based on computational thinking for primary school teachers https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8430 <p><em><strong>[Bahasa]: </strong></em>Keterampilan Computational Thinking (Berpikir Komputasi) merupakan salah satu keterampilan abad 21 yang perlu dimiliki oleh siswa sekolah dasar. Mengingat pentingnya CT dan masih banyak guru-guru yang belum mengetahui dan menguasai keterampilan ini, maka diperlukan kegiatan workshop yang dapat mendukung keterampilan CT guru dan juga mampu merancang pembelajaran matematika berbasis CT. Oleh karena itu, tim PkM FKIP UNRI berkolaborasi dengan UPM Malaysia melaksanakan workshop pengembangan pembelajaran matematika berbasis CT bagi guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Metode pelaksanaan PkM menggunakan Participatory Action Research (PAR) dengan pendekatan blended learning. Kegiatan workshop diikuti oleh 33 orang guru dari 3 sekolah dasar di Kecamatan Tambang. Kegiatan workshop ini mampu meningkatkan keterampilan CT guru-guru, namun perlu tindak lanjut kegiatan sehingga keterampilan CT guru bisa lebih optimal dan mampu menerapkannya dalam pembelajaran matematika di kelas masing-masing. </p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> keterampilan computational thinking, pembelajaran matematika, workshop</p> <p><strong> <em>[English]: </em></strong>Computational Thinking (CT) skills are crucial for elementary school students in the 21st century. Recognizing the significance of CT and the prevalent lack of knowledge and mastery among teachers, there is a need for workshop activities that can support teachers in developing CT skills and enable them to design CT-based mathematics learning. To address this gap, the FKIP UNRI community service team collaborated with UPM Malaysia to conduct a workshop on CT-based mathematics learning development for elementary school teachers in the Tambang Sub-district, Kampar Regency, Riau Province. The implementation method of this community service utilized Participatory Action Research (PAR) with a blended learning approach. Thirty-three teachers from three elementary schools in the district participated in the workshop. While the workshop successfully enhanced teachers' CT skills, subsequent activities are essential to optimize these skills further and facilitate their application in mathematics learning within their respective classrooms.</p> <p><strong>Keywords:</strong> computational thinking skills, mathematics learning, workshops</p> Zetra Hainul Putra, Neni Hermita, Jesi Alexander Alim, Muhammad Fendrik, Riyan Hidayat, Zaldi Harfal, Lara Oktarisa, Nasri, Sahlan, Ucy Rahmayani Nursyam, Fatmawilda Copyright (c) 2023 Zetra Hainul Putra, Neni Hermita, Jesi Alexander Alim, Muhammad Fendrik, Riyan Hidayat, Zaldi Harfal, Lara Oktarisa, Nasri, Sahlan, Ucy Rahmayani Nursyam, Fatmawilda http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8430 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Enhancing the skills of physics MGMP teachers in making differentiated e-modules https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8441 <p><em><strong>[Bahasa]: </strong></em>Kesulitan guru dalam membuat e-modul berdiferensiasi menjadi urgensi yang melatarbelakangi kegiatan pengabdian ini perlu untuk dilksanakan. Hal ini dikarenakan guru-guru MGMP Fisika Kabupaten Musi Banyuasin tersebut tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan e-modul berdiferensiasi. Minimnya pengetahuan disebabkan kurikulum baru di realese tahun 2020. Oleh karena itu, tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kapasitas guru dalam merancang hingga menghasilkan produk berupa modul berdiferensiasi. Adapun inovasi teknologi yang dilatihkan dalam pengabdian ini adalah mewujudkan produk dalam bentuk elektronik sehingga menjadi e-modul berdiferensiasi. <em>Participatory Action Research</em> (PAR) menjadi metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan tahapan (a) persiapan, (b) pelaksanaan, dan (c) evaluasi dan refleksi. Sasaran peserta kegiatan pengabdian adalah 20 orang guru mata pelajaran fisika di Kabupaten Musi Banyuasin. Berdasarkan hasil data yang didapatkan adalah terdapat peningkatan hasil tes dengan N-gain sebesar 0,82 yang termasuk dalam kategori tinggi. Sedangkan data hasil evaluasi kegiatan PKM menunjukkan tingkat kepuasan peserta sebesar 82% dengan kategori sangat memuaskan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sebanyak 80% peserta pelatihan dapat membuat dan menghasilkan produk e-modul berdiferensiasi. Melalui hasil angket, didapatkan bahwa 86% peserta pelatihan sangat setuju bahwa kegiatan pengabdian ini dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan keterampilan membuat e-modul berdiferensiasi pada mata pelajaran fisika.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> E-Modul, Media Pembelajaran, Pembelajaran Berdiferensiasi</p> <p><strong><em>[English]:</em></strong> Teachers need help to make differentiated e-modules, which is the urgency behind this service activity that needs to be carried out. This is because the MGMP Physics teachers of Musi Banyuasin Regency must gain the knowledge and skills to develop differentiated e-modules. The lack of knowledge is due to the new curriculum in 2020. Therefore, this community service program aims to increase teachers' capacity to design products through differentiated modules. The technological innovation trained in this service is to realize the development in electronic format so that it becomes a differentiated e-module. Participatory Action Research (PAR) is the method used in the implementation of service activities with stages (a) preparation, (b) implementation, and (c) evaluation and reflection. The target participants of the service activities were 20 physics subject teachers in Musi Banyuasin Regency. Based on the data obtained, there is an increase in test results with an N-gain of 0.82, which is included in the high category. Meanwhile, the data from the evaluation of PKM activities showed a participant satisfaction level of 82% with a very satisfying category. Generally, as many as 80% of training participants can create and produce differentiated e-module products. Based on the questionnaire results, it was found that 86% of the training participants strongly agreed that this service activity could provide benefits in improving their skills in making differentiated e-modules in physics subjects.</p> <p><strong>Keywords</strong><strong>:</strong> differentiated learning, e-modules, learning media</p> Evelina Astra Patriot, Ketang Wiyono, Ida Sriyanti, Ismet, Nauratun Nazhifah, Allika Fitonia, Hartisya Nadia, Yeni Utami, M. Rokhati Harianja, Sartina Fadhilah, Diana Meitasari, Nita Arrum Sari Copyright (c) 2023 Evelina Astra Patriot, Ketang Wiyono, Ida Sriyanti, Ismet, Nauratun Nazhifah, Allika Fitonia, Hartisya Nadia, Yeni Utami, M. Rokhati Harianja, Sartina Fadhilah, Diana Meitasari, Nita Arrum Sari http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8441 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Designing of e-voting application for mosque youth leader election (case study in masjid Al-Ishlahiyah Gampong Lambhuk) https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/7467 <p><em><strong>[Bahasa]: </strong></em>Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merancang sistem informasi pemilihan ketua remaja masjid di Gampong Lambhuk Banda Aceh. Perancangan dan pembuatan sistem ini mengimplementasikan model <em>software development life cycle</em> (SDLC). Model ini merupakan model pengembangan sistem yang paling sederhana. Salah satu model SDLC yang paling banyak diterapkan dan dapat dipahami dengan mudah adalah model waterfall. Metode pengembangan sistem ini mampu menyusun sistem dari bagian-bagian kecil. Model ini diawali dengan analisis kebutuhan dari sistem yang akan dirancang, desain sistem dan software, penerapan dan pengujian, serta evaluasi dan perbaikan sistem. Hasil testing melalui black-box test adalah tidak ditemukan adanya eror ketika aplikasi berbasis web ini dijalankan dan aplikasi ini berjalan dengan lancar. Pemungutan suara menggunakan e-voting ini dapat membantu menjangkau semua pemilih dan pemilih bisa menyampaikan suaranya tanpa harus hadir ke lokasi pemilihan. Implementasi sistem informasi pemilihan (e-voting) Remaja Mesjid ini juga dapat membantu pelaksanaan kegiatan pemilihan ketua remaja masjid berjalan efisien, cepat dan transparan.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: e-voting, sistem informasi, Metode SSDLC (System Development Life Cycle), waterfall</p> <p><strong><em>[English]: </em></strong>This study aims to design an information system to elect mosque youth leaders in Gampong Lambhuk Banda Aceh. The design and manufacture of this system implement the software development life cycle (SDLC) model. This model is the most straightforward system development model. The waterfall model is one of the most widely applied SDLC models and can be easily understood. This system development method can compile a system from small parts. This model begins with analyzing the system's needs, system and software design, implementation and testing, and system evaluation and improvement. The results of testing through black-box tests are that no errors are found when this web-based application is run, and this application runs smoothly. Voting using e-voting can help reach all voters, and voters can cast their votes without having to be present at the election location. Implementing e-voting can also help elect the mosque's youth chairperson. Furthermore, these activities run efficiently, quickly, and transparently.</p> <p><strong>Keywords:</strong> e-voting, information system, System Development Life Cycle, waterfall</p> Juniana Husna, M. Hindra Fadhliadin, Basrul Copyright (c) 2023 Juniana Husna, M. Hindra Fadhliadin, Basrul http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/7467 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Digitalization of Mengkarang geopark miniature Universitas Jambi as an effort to support the summer course program https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8590 <p><em><strong>[Bahasa]: </strong></em>Perkembangan ilmu pengetahuan di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 merupakan fenomena yang serba digital, termasuk ilmu kebumian. Konsep ini menggunakan ilmu pengetahuan berbasis kecerdasan buatan untuk kebutuhan pendidikan yang serba cepat dan nyaman. Kaitannya dengan bidang pendidikan ilmu kebumian adalah studi tentang fenomena bentang alam dan singkapan batuan sebagai hasil dari proses alamiah. Situasi Universitas Jambi yang jauh dari keberadaan singkapan batuan sebagai objek pembelajaran memberikan tantangan besar untuk dapat mengidentifikasi batuan yang ada dengan cepat. Keberadaan miniatur Geopark Mengkarang di Universitas Jambi dapat menjadi solusi yang efektif dalam pembelajaran di bidang kebumian. Sehingga, melalui digitalisasi dapat menjadi alternatif yang diminati dalam media pembelajaran, khususnya untuk kegiatan <em>short summer course</em> yang berkaitan dengan geopark. Upaya digitalisasi ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian dan peran serta civitas akademika Universitas Jambi dalam melakukan inovasi pembelajaran. Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ini pengumpulan data dilakukan dengan mendeskripsikan 28 sampel batuan dari Kawasan UNESCO Global Geopark Merangin Jambi. Digitalisasi meliputi pembuatan label informasi untuk setiap tampilan batuan yang dilengkapi dengan barcode untuk memudahkan akses. Akses ini bertujuan untuk memberikan informasi yang lebih detail mengenai proses pembentukan setiap batuan. Kegiatan pengabdian ini secara signifikan berkontribusi dalam mendukung kegiatan summer course di Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi. Selain membantu kegiatan summer course, diharapkan melalui digitalisasi ini, Universitas Jambi dapat memainkan peran penting dalam mendukung situs yang telah diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO ini.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> digitalisasi, geopark, <em>summer course</em>, Universitas Jambi</p> <p><strong> <em>[English]: </em></strong>The development of science in the era of Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 is an all-digital phenomenon, including earth science. This concept uses science-based artificial intelligence for fast-paced and comfortable educational needs. Its connection to the field of earth science education is the study of landscape phenomena and rock outcrops as a result of natural processes. The situation of Jambi University, which is far from the existence of rock outcrops as learning objects, presents a big challenge in identifying existing rocks quickly. The existence of the miniature Mengkarang Geopark at Jambi University can be an effective solution in learning in the field of the earth. Thus, digitization can be a desirable alternative in learning media, especially for short summer course activities related to geoparks. This digitalization effort is part of the service activities and the role of the Jambi University academic community in carrying out learning innovations. In implementing these service activities, data collection involved describing 28 rock samples from the UNESCO Global Geopark Merangin Jambi Territory. Digitization included creating information labels for each rock display, completed by a barcode for easy access. This access aims to provide detailed insights into the formation process of each rock. Such service activities significantly contribute to supporting summer course at the Faculty of Science and Technology, Jambi University. Beyond aiding summer course activities, the aspiration is that through this digitalization, Jambi University can play a pivotal role, acknowledged as a world heritage site by UNESCO</p> <p><strong>Keywords</strong><strong>:</strong> digitalization, geopark, summer course, Jambi University</p> Hari Wiki Utama, Rakhmatul Arafat, Bagus Adhitya, Yulia Morsa Said, Jarot Wiratama, Mega Aulia, Dhinda Ayu Copyright (c) 2023 Hari Wiki Utama, Rakhmatul Arafat, Bagus Adhitya, Yulia Morsa Said, Jarot Wiratama, Mega Aulia, Dhinda Ayu http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8590 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Ecoprint batik training for biology and craft teachers using local materials from Ternate Island https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8118 <p><em><strong>[Bahasa]: </strong></em>Ecoprinting merupakan salah satu keterampilan alternatif yang ingin dikuasai dan dimintai oleh guru-guru di Kota Ternate. Hal ini karena teknik ini sangat menarik untuk diajarkan pada siswa di sekolah sehingga penting untuk mengajarkan ecoprinting pada guru-guru terlebih dahulu. Kegiatan pelatihan pembuatan batik ecoprint diselenggarakan tim pengabdian universitas Khairun bersama MGMP Biologi SMA/MA Kota Ternate dan dihadiri 28 guru dari 11 SMA se-Kota Ternate. Tujuannya ialah mengajarkan keterampilan membuat batik ecoprint. Kegiatan dilakukan menggunakan metode sosialisasi, demonstrasi, pelatihan dan pendampingan. Alat dan bahan pembuatan diperoleh dari lingkungan sekitar sebagai potensi lokal daerah Ternate. Hasil evaluasi melalui pre test dan angket menunjukkan bahwa awalnya sebanyak 67% peserta tidak mengetahui tentang ecoprinting. Saat pelatihan, peserta cenderung menggunakan daun yang berwarna yakni daun bayam merah sebanyak 64% peserta. Hasil evaluasi, peserta merespon positif terhadap pelatihan baik terhadap isi materi, pemateri, dan metode pelaksanaan kegiatan. Secara keseluruhan penilaian peserta adalah baik sekali terhadap isi materi dan instruktur dengan rata-rata skor masing-masing 91, sedangkan untuk penilaian terhadap metode rata-rata ialah 89. Pelatihan berhasil mengajarkan ecopriting kepada semua peserta dan tim merekomendasikan untuk mengajarkan pada pada siswa SMA di Kota Ternate.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> batik ecoprint, bayam merah, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Biologi</p> <p><strong> <em>[English]: </em></strong>Ecoprinting is one of the alternative skills that teachers in Ternate City want to master and demand. This is because this technique is very interesting to teach to students at school, so it is important to teach ecoprinting to teachers first. The ecoprint batik training activity was held by the Khairun University service team together with MGMP Biology SMA/MA Ternate City and attended by 28 teachers from 11 high schools throughout Ternate City. The aim is to teach skills in making ecoprint batik. Activities are carried out using methods of socialization, coercion, training and mentoring. Tools and manufacturing materials were obtained from the surrounding environment as a local potential of the Ternate area. The evaluation results through pre-tests and questionnaires showed that initially 67% of participants did not know about ecoprinting. During training, participants tended to use colored leaves, namely red spinach leaves, as many as 64% of participants. As a result of the evaluation, participants gave a positive response to the training regarding the content of the material, presenters, and methods of implementing activities. Overall, the participants' assessment was very good regarding the content of the material and the instructor with an average score of 91 each, while for the assessment of the method, the average was 89. The training was successful in teaching ecopriting to all participants and the team recommended teaching it to high school students in the city Ternate.</p> <p><strong>Keywords:</strong> batik ecoprint, red spinach, MGMP Biology</p> Iqbal Limatahu, Chumidach Roini, Suparman, Nur Asbirayani Limatahu Copyright (c) 2023 Iqbal Limatahu, Chumidach Roini, Suparman, Nur Asbirayani Limatahu http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8118 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Science learning assistance through animated learning videos for supporting transformation in special schools https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8182 <p><em><strong>[Bahasa]: </strong></em>Pendidikan untuk siswa berkebutuhan khusus perlu terus ditingkatkan agar mereka dapat menjawab kebutuhan dan tantangan global. Sayangnya, konsep sains menjadi topik yang sulit dipahami secara utuh di tengah keterbatasan daya tangkap informasi yang dipengaruhi oleh kondisi khusus siswa berkebutuhan khusus. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membantu guru dalam mengoptimalkan pembelajaran sains di era digital melalui pengembangan video pembelajaran animasi. Metode yang digunakan adalah difusi IPTEKS dengan menggunakan media pembelajaran IPA berbasis digital. Kegiatan dibagi menjadi empat tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini telah menghasilkan konten pembelajaran IPA berupa video pembelajaran berbasis animasi, serta peningkatan wawasan guru mengenai pentingnya mengintegrasikan teknologi pembelajaran digital yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Tindak lanjut yang perlu dilakukan adalah melakukan pendampingan dan pelatihan agar inovasi pembelajaran berupa aplikasi pembelajaran terintegrasi yang berisi media pembelajaran IPA berbasis video animasi dapat digunakan oleh guru untuk meningkatkan kualitas layanan pembelajaran.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>media pembelajaran digital, pembelajaran sains, siswa berkebutuhan khusus</p> <p><strong> <em>[English]: </em></strong>Education for special needs students requires continuous improvement to meet global needs and challenges. Unfortunately, science is difficult to understand due to limited information comprehension influenced by the special conditions of students with special needs. This community service aims to assist teachers in optimizing science learning in the digital era by developing animated learning videos. The method used was the diffusion of science and technology using digital-based science learning media. The service program was divided into four stages: preparation, implementation, evaluation, and follow-up. The results of the community service program have produced science learning content in the form of animation-based learning videos, as well as increased teacher insight regarding the importance of integrating digital learning technology that is interesting and appropriate to students' needs. The follow-up that needs to be taken is to carry out mentoring and training so that learning innovations in the form of integrated learning applications that contain animated video-based science learning media can be used by teachers to improve the quality of learning services.</p> <p><strong>Keywords:</strong> digital learning media, science learning, students with special needs</p> Shefa Dwijayanti Ramadani, Serafica Btari Christiyani Kusumaningrum, Restu Rakhmawati Copyright (c) 2023 Shefa Dwijayanti Ramadani, Serafica Btari Christiyani Kusumaningrum, Restu Rakhmawati http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8182 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Enhancing disaster communication literacy based on traditional games among West Aceh students https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8642 <p><em><strong>[Bahasa]: </strong></em>Aceh Barat sebagai salah satu daerah rawan bencana alam di Indonesia memerlukan langkah-langkah konkrit sebagai upaya mitigasi bencana. Salah satu langkah penting yang harus dilakukan adalah memberikan pengetahuan tentang literasi komunikasi bencana di kalangan siswa. Studi-studi sebelumnya telah mengkaji tentang model komunikasi bencana berdasarkan beberapa pengalaman daerah-daerah yang mengalami bencana alam dan non-alam. Namun, belum banyak studi yang mengkaji literasi komunikasi bencana melalui permainan tradisional seperti teka-teki silang (TTS). Oleh karena itu, artikel ini berupaya mengisi kekosongan studi tersebut dengan mengambil studi kasus pada Madrasah Tsnawiyah Negeri (MTsN) 3 Aceh Barat. Data-data artikel ini diperoleh melalui aktivitas penyuluhan dan pendampingan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bersifat insidentil. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa literasi komunikasi bencana perlu didiseminasikan dalam bentuk permainan teka-teki silang. Para siswa yang mengikuti penyuluhan ini lebih aktif menggunakan kemampuan berpikir mereka untuk memahami istilah-istilah dalam kebencanaan. Di samping keaktifan mereka dalam mengisi permainan teka-teki silang tersebut, pada saat yang sama mereka berlatih untuk bekerjasama menyelesaikan permainan tersebut bersama teman-teman mereka. Hal ini merepresentasikan bahwa resiko bencana dapat diminimalisir melalui kerjasama aktif di kalangan masyarakat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> literasi, komunikasi bencana, permainan tradisional</p> <p><strong> <em>[English]: </em></strong>West Aceh as one of the natural disaster-prone areas in Indonesia requires concrete steps for disaster mitigation. One important step that must be taken is to provide knowledge about disaster communication literacy among students. Previous studies have examined disaster communication models based on some experiences of areas that experienced natural and non-natural disasters. However, few studies have examined disaster communication literacy through traditional games such as crossword puzzles (TTS). Therefore, this article attempts to fill this gap by taking a case study of Madrasah Tsnawiyah Negeri (MTsN) 3 Aceh Barat. The data for this article were obtained through counseling and mentoring activities in the form of incidental community service. The results of this community service show that disaster communication literacy needs to be disseminated in the form of a crossword puzzle game. The students who participated in this counseling were more active in using their thinking skills to understand the terms of disaster. In addition to their activeness in filling out the crossword puzzle game, they practiced working together with their friends to complete the game. This represents that disaster risk can be minimized through active cooperation among the community.</p> <p><strong>Keywords</strong><strong>:</strong> literacy, disaster communication, traditional games</p> Dony Arung Triantoro, Raudhatun Nafisah, Fathayatul Husna, Futri Syam, Rizky Amalia Syahrani, Ainal Fitri, Ashabul Yamin Asgha, Mirza Adia Nova, Ismu Ridha Copyright (c) 2023 Dony Arung Triantoro, Raudhatun Nafisah, Fathayatul Husna, Futri Syam, Rizky Amalia Syahrani, Ainal Fitri, Ashabul Yamin Asgha, Mirza Adia Nova, Ismu Ridha http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8642 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Development of mind mapping and learning objectives flow (ATP) based on Kikuduko for mathematics teachers in the MGMP of junior high schools in Kayuagung city https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8680 <p><em><strong>[Bahasa]</strong></em><strong>: </strong>Kurikulum merdeka menuntut para guru memahami komponen atau istilah yang ada di dalamnya, salah satunya yaitu ATP atau Alur Tujuan Pembelajaran. Untuk dapat merumuskan ATP, guru juga perlu penguasaan dalam menyusun mind mapping atau peta konsep matematika yang perlu dipelajari oleh siswa. Guru perlu memahami ATP sebagai panduan yang esensial dalam merancang pembelajaran yang efektif dan relevan. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru dalam penyusunan mind mapping dan ATP berbasis Kikuduko dalam upaya meningkatkan kompetensi para guru. Metode yang digunakan adalah presentasi, workshop, diskusi dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan secara daring dan diikuti 21 orang guru SMP dari wilayah Kota Kayuagung. Hasil dari kegiatan pelatihan dan pendampingan penyusunan mind mapping dan ATP berbasis KIkuduko ini adalah peserta pelatihan sudah mampu menyusun mind mapping dan ATP berbasis KIkuduko. Hasil analisis angket respon kepuasan aspek pendampingan yang dapat membantu peserta menyusun mindmapping dan ATP sebesar 93.75%, aspek kedua terkait pengetahuan peserta tentang mindmapping dan ATP sebesar 94.375%, aspek ketiga tentang kepuasan peserta terhadap materi yang dikaji dan pendampingan yang diberikan sebesar 95%, dan aspek keempat mengenai keterampilan peserta dalam menyusun mindmapping dan alur tujuan mendapat respon dari peserta sebesar 88.75%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat efektif untuk membantu guru dalam memahami Capaian Pembelajaran dan menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran, serta mengenalkan guru pada mindmapping untuk memudahkan guru dalam menyusun ATP.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> mind mapping, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), Kikuduko</p> <p><strong><em>[English]:</em></strong> “Kurikulum Merdeka” requires teachers to understand the components or terms contained in it, one of which is ATP or Learning Objectives Flow. To be able to compile ATP, teachers also need to master compiling mind maps or maps of mathematical concepts that students need to learn. Teachers need to understand ATP as an essential guide in designing effective and relevant learning. The main objective of this activity is to provide training and assistance to teachers in preparing Kikuduko-based mind maps and ATPs in an effort to increase the competence of teachers. The methods used are presentations, workshops, discussions and mentoring. The activity was carried out boldly and was attended by 21 junior high school teachers from the Kayuagung City area. The results of the training and assistance activities in preparing KIkuduko-based mind maps and ATPs are that the training participants are able to prepare KIkuduko-based mind maps and ATPs. The results of the response questionnaire analysis of satisfaction with aspects of mentoring that can help participants prepare mindmapping and ATP is 93.75%, the second aspect is related to participants' knowledge about mindmapping and ATP is 94.375%, the third aspect is regarding participant satisfaction with the material studied and the assistance provided is 95%, and The fourth aspect regarding participants' skills in compiling mindmapping and goal flow received a response from participants of 88.75%. This community service activity is very effective in helping teachers understand Learning Achievements and compiling Learning Objectives and Learning Goal Flow, as well as introducing teachers to mindmapping to make it easier for teachers to prepare ATP.</p> <p><strong>Keywords</strong><strong>:</strong> mind mapping, Learning Objectives Flow, KIKuDuKo</p> Indaryanti, Meryansumayeka, Scristia, Elika Kurniadi, Zuli Nuraeni Copyright (c) 2023 Indaryanti, Meryansumayeka, Scristia, Elika Kurniadi, Zuli Nuraeni http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8680 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Utilizing the potential of local arts and culture as economic capital in the Sanggar Karawitan Mudo Raharjo Ogan Komering Ulu Timur district https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8702 <p><em><strong>[Bahasa]: </strong></em>Sanggar Karawitan Mudo Raharjo merupakan kelompok penggiat seni budaya yang lahir dari kecintaan masyarakat transmigran asal Jawa Tengah di Desa Margotani Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Provinsi Sumatera Selatan. Pada awal pembentukan, kelompok sanggar melestarikan kesenian musik karawitan dengan hiburan seni ketoprak. Namun, eksistensi kegiatan seni karawitan dan ketoprak sudah mulai berkurang karena beberapa pemain sudah mulai tidak ada. Di sisi lain, proses regenerasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kondisi ini mengakibatkan berkurangnya pemasukan sanggar dan hilangnya pewaris seni budaya leluhur sehingga diperlukan adanya pelatihan pengembangan kreatifitas seni budaya dan pelatihan pemasaran secara online. Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkembangkan jiwa kreativitas dan socialpreneur sehingga mitra kedepannya dapat menghasilkan karya unggulan yang dibutuhkan pasar dan bernilai ekonomi tinggi. Pelatihan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang dilakukan pada 30 orang, terdiri dari kelompok orang tua dan kelompok remaja yang ada di Desa Margotani. Pelatihan yang diberikan mencakup teknis produksi karya, seperti pelatihan Dalang, prosesi Temon, tari kreasi dan tradisional Jawa, dan pemasaran karya melaui pembuatan media pemasaran secara online. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari 6,7% menjadi 72,8%. Selain itu, juga terjadi peningkatan kreativitas dari yang sebelumnya hanya memainkan seni karawitan menjadi mampu memainkan seni tari kreasi tradisi, prosesi adat temu manten, dan berperan sebagai Dalang. Hasil wawancara menunjukan bahwa peserta memperoleh motivasi, dorongan, terbukanya jalan untuk melanjutkan dan mengembangkan kesenian karawitan agar dapat dikenal oleh publik sehingga bernilai ekonomi yang dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> seni budaya, pelatihan, sanggar karawitan</p> <p><strong> <em>[English]: </em></strong>The Mudo Raharjo Karawitan Studio is a group of arts and culture activists born from the love of the transmigrant community from Central Java in Margotani Village, East Ogan Komering Ulu Regency, South Sumatra Province. At the beginning of its formation, the studio group preserved the art of Karawitan music with Ketoprak art entertainment. However, musical and Ketoprak art activities have decreased because some players have begun to disappear. On the other hand, the regeneration process does not work as it should. This condition results in reduced income for studios and the loss of heirs to ancestral arts and culture, so there is a need for training in the development of creative arts and culture and online marketing training. This training aims to develop the spirit of creativity and social entrepreneurship so that future partners can produce superior work that is needed by the market and has high economic value. The training used the Asset Based Community Development (ABCD) approach, which was carried out on 30 people, consisting of parents and youth groups in Margotani Village. The training includes technical work production, such as Dalang training, Temon processions, creative and traditional Javanese dances, and marketing works through creating online marketing media. The results of the community service program showed an increase in participants' knowledge from 6.7% to 72.8%. Apart from that, there was also an increase in creativity from previously only playing musical arts to being able to play traditional dance creations, traditional meeting Manten processions, and acting as Dalang. The results of the interviews showed that the participants received motivation and encouragement and opened up a way to continue and develop the art of karawitan so that the public can recognize that it has economic value that can realize the welfare of the village community.</p> <p><strong>Keywords</strong><strong>:</strong> arts and culture, training, karawitan studio</p> Ardi Saputra, Dian Sri Andriani, Deni Puji Hartono Copyright (c) 2023 Ardi Saputra, Dian Sri Andriani, Deni Puji Hartono http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8702 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Mapping the assets of the Balang Tonjong Lake user communities in Makassar City https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/7740 <p><strong><em>[Bahasa]: </em></strong>Danau Balang Tonjong di Kelurahan Antang Kota Makassar memiliki potensi yang belum termanfaatkan dan terpetakan secara maksimal. Sementara itu aktivitas masyarakat sekitar telah berasosiasi dengan berbagai nilai manfaat dari keberadaan danau tersebut, salah satunya aktivitas perikanan dan pariwisata. Permasalahan yang akan diangkat dalam program pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemetaan aset komunitas kelompok pemanfaat Danau Balang Tonjong Kota Makassar. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan potensi kegiatan masyarakat yang berorientasi pada kegiatan ekowisata, memetakan aset yang dimiliki oleh masyarakat di sekitarnya dan meningkatkan sinergi atau keterhubungan antara 3 kelompok pemanfaat (petani, nelayan dan kelompok wisata) dalam mengelola aset <em>urban ecotourism</em> di Danau Balang Tonjong. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan pemetaan partisipatif yang meliputi tahap inkulturasi, tahap pemetaan kawasan, pemetaan stakeholder dan tahap evaluasi. Pendekatan ini yang melibatan kelompok dampingan di Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar secara internal dan berbagai <em>stakeholder </em>sebagai komunitas eksternal. Hasil pengabdian diperoleh bahwa potensi yang ada di kawasan tersebut didukung oleh kondisi lanskap kawasan yang berasosiasi dengan Danau Balang Tonjong, sedangkan aset yang ada di wilayah tersebut meliputi aset individu, fisik, sosial, alam, dan finansial. Aset individu menjadi faktor pendukung sehingga transfer informasi dari fasilitator ke komunitas tidak mengalami kendala. Asosiasi yang terbentuk dari hasil pengabdian ini berupa pengelompokan 3 objek dampingan menjadi keterhubugan rendah, sedang dan tinggi. Kelompok tinggi menggambarkan kedekatan hubungan antara komunitas dengan stakeholder yang didampingi. Program pengabdian ini efektif dalam menggali potensi yang ada di wilayah mereka dalam mendorong implementasi pengembangan kawasan <em>urban ecotourism </em>di Kota Makassar.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> pemetaan aset, komunitas, kelompok pemanfaat, Danau Balang Tonjong</p> <p><strong><em>[English]: </em></strong>The Antang Village, Makassar City's Balang Tonjong Lake, has untapped potential that has not been mapped or utilized to its fullest capacity. Conversely, the lake's presence has been linked to many advantageous aspects of the neighboring community, including fishing and tourism-related endeavors. The following issues will be addressed through this community service program: This community service initiative cartographically represents the assets of the Lake Balang Tonjong Lake user group in Makassar City. This community service program aims to assess the viability of ecotourism-focused community activities, delineate the assets owned by the neighboring community, and strengthen the collaboration or linkage among three user groups—farmers, fishermen, and tourism organizations—in managing municipal assets. A participatory mapping approach is utilized to conduct this activity, which consists of the following phases: inculturation, area mapping, stakeholder mapping, and evaluation. This strategy engages internal stakeholders from the assisted groups in Antang Village, Manggala District, Makassar City, and external communities from diverse stakeholders. The outcomes of the service indicate that the area's financial assets comprise individual, physical, social, and natural resources. In contrast, the landscape conditions of the area bolster its potential. Individual assets serve as a facilitating element to ensure no impediments to the transmission of information from the facilitator to the community. The association established by this service categorizes the three objects it assists into three distinct levels of connectivity: low, medium, and high. The high group serves as an embodiment of the intimate bond that exists between the aided stakeholders and the community. By promoting the establishment of urban eco-tourism areas in Makassar City and encouraging the implementation of regional development initiatives, this service program successfully exposes participants to their region's potential.</p> <p><strong>Keywords:</strong> asset mapping, community, beneficiary group, Balang Tonjong Lake</p> Fadhil Surur, Risma Handayani, Khairul Sani Usman, Risnawati Copyright (c) 2023 Fadhil Surur, Risma Handayani, Khairul Sani Usman, Risnawati http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/7740 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Development of spirituality-based tourism in BI-Land tourism, Sundaland, Cikole, Lembang, West Bandung Regency https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8442 <p><em><strong>[Bahasa]: </strong></em>Kawasan Wisata Bi-Land, Sundaland, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan melalui program wisata berbasis spiritualitas. Namun demikian, pengelola wisata dan masyarakat sekitar kawasan memiliki kendala dalam aspek sumber daya manusia (SDM), program, dan pengelolaan program yang tepat bagi para wisatawan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan potensi pariwisata spiritual di Wisata Bi-Land, Sundaland dengan fokus pada tiga permasalahan tersebut, yaitu SDM instruktur, program pariwisata berbasis spiritualitas, dan manajemen pengelolaan program wisata spiritual. Metode yang digunakan dalam program pengabdian ini adalah <em>Participatory Rural Appraisal</em> (PRA), melalui kolaborasi partisipatif antara pengelola, tokoh masyarakat, dan pemuda komunitas Bina Mitra Mandiri untuk mengembangkan Wisata Bi-Land. Hasil program pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa para calon instruktur wisata spiritualitas memahami materi-materi etos dan budaya kerja berbasis spiritualitas, serta pendekatan psikoterapi di alam yang dapat dintegrasikan ke dalam program wisata. Selain itu, hasil pengabdian ini dapat mengembangkan program <em>sprituality camping</em> yang diintegrasikan ke dalam program Wisata Bi-Land. Pengabdian ini berhasil membentuk kelompok instruktur wisata spiritual serta memberdayakan pengelola wisata Bi-Land dan masyarakat komunitas Bina Mitra Mandiri untuk bersinergi dalam mewujudkan program wisata berbasis spiritualitas. Pengabdian ini berimplikasi teoretis bahwa manajemen pengelolaan wisata alam yang berbasis spiritualitas harus berparadigma teo-eko-agro-wisata.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> wisata spiritual, manajemen wisata, paradigma teo-eco-agro-wisata</p> <p><strong> <em>[English]: </em></strong>Bi-Land Tourism Areas, Sundaland, Cikole, Lembang, and West Bandung Regency have natural potential that can be developed through spirituality-based tourism programs. However, tourism managers and communities in the region have constraints regarding the aspects of human resources (HR), programs, and proper program management for tourists. This community service aims to develop the potential of spiritual tourism in Bi-Land Tourism, Sundaland by focusing on three problems, namely human resources for instructors, spirituality-based tourism programs, and management of spiritual tourism program management. The method used in this community service program was Participatory Rural Appraisal (PRA), through participatory collaboration between managers, community leaders, and youth of Bina Mitra Mandiri community to develop Bi-Land Tourism. The results of this community service program show that prospective spirituality tourism instructors understand the materials of spirituality-based work ethic and culture, as well as psychotherapeutic approaches in nature that can be integrated into tourism programs. In addition, the results of this service can develop a spirituality camping program that is integrated into the Bi-Land Tourism program. This service succeeded in forming a group of spiritual tourism instructors and empowering the Bi-Land tourism manager and the Bina Mitra Mandiri community to work synergistically in realizing a spirituality-based tourism program. This community service program has theoretical implications that the management of natural tourism management based on spirituality must have a theo-eco-agro-tourism paradigm.</p> <p><strong>Keywords</strong><strong>:</strong> spiritual tourism, tourism management, theo-eco-agro-tourism paradigm</p> Rodliyah Khuza'i, Ida Af'idah, Hendi Suhendi, Hafizh Abdurrauf Ismail, Dzalfa Tsaltsa Kamilah Copyright (c) 2023 Rodliyah Khuza'i, Ida Af'idah, Hendi Suhendi, Hafizh Abdurrauf Ismail, Dzalfa Tsaltsa Kamilah http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8442 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000 Utilizing a thousand-eye smart stove to enhance production outcomes at Podo Moro UMKM https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8471 <p><em><strong>[Bahasa]: </strong></em>UMKM Podomoro adalah jenis home industri yang bergerak dibidang produksi makanan ringan di Desa Benelan Lor Kecamatan Kabat. Berdasarkan hasil survey yang telah dilakukan, alat yang digunakan mitra dalam proses produksi masih sederhana, kurang efisien dari segi pemanfaatan energi gas, termasuk penggunaan kompor gas yang tidak aman, sehingga berpotensi besar terhadap resiko bahaya kebakaran. Solusi yang ditawarkan adalah penerapan perangkat kompor gas yang aman dan efisien yaitu teknologi “Smart Kompor Seribu Mata Berbasis Mikrokontroller”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kecepatan dan kualitas hasil produksi melalui infrastruktur industri berupa teknologi kompor cerdas dengan peralatan yang ramah lingkungan, minim resiko meledak. Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode pengembangan prototyping dengan pendekatan metode kuantitatif dimana langkah-langkah disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan. Hasil dari program pengabdian kepada Masyarakat ini berjalan dengan lancar, semua kegiatan dilaksanakan dengan baik mulai dari awal hingga evaluasi, teknologi yang diterapkan dapat diimplementasikan dengan baik dengan disertai tahapan pelatihan dan pendampingan dalam penggunaannya. Hal ini dibuktikan dengan adanya penerapan alat smart kompor seribu mata dapat mempercepat proses produksi 2-3 menit, tingkat pemerataan panas meninngkat 25, meningkatkan keamanan dengan adanya fitur pendeteksian kebocoran gas sehingga kompor dapat mati secara otomatis melalui solenoid valve sebagai pembuka dan penutup katup kompor, dan adanya pelindung kompor sehingga dapat meminimalisir terpaan angin pada api. Selain itu, hasil pengisian survey kepuasan mitra juga menunjukkan hasil yang sangat bagus dimana mitra menyatakan 95,23% merasa puas dengan semua kegiatan pada program pengabdian kepada Masyarakat ini.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> teknologi kompor pintar; kompor berbasis mikrokontroller; peningkatan produksi usaha; peningkatan keamanan produksi</p> <p><strong><em>[English]: </em></strong>Podomoro UMKM, specializing in snack food production in Benelan Lor Village, Kabat District, faces challenges with simple and inefficient production tools, particularly unsafe gas stoves posing fire hazards. The solution introduced a safe and efficient gas stove technology to address this: the "Microcontroller Based Thousand Eyes Smart Stove." This initiative aimed to enhance production speed and quality by incorporating environmentally friendly, explosion-minimizing equipment. Implementing a prototyping development method alongside a quantitative approach ensured tailored steps for this activity. The community service program unfolded seamlessly, encompassing comprehensive training and support, evident in the successful application of the thousand-eye smart stove tool. This tool improved production speed by 2-3 minutes, increased heat distribution by 25%, and enhanced safety via gas leak detection, automatic stove shut-off, and a protective shield against wind exposure. The partner satisfaction survey highlighted a 95.23% satisfaction rate with all aspects of this community service program.</p> <p><strong>Keywords</strong><strong>:</strong> smart stove technology; microcontroller-based stove; increasing production business; increasing production safety</p> Lutfi Hakim, Vivien Arief Wardhany; Subono Copyright (c) 2023 Lutfi Hakim, Vivien Arief Wardhany; Subono http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/transformasi/article/view/8471 Sun, 31 Dec 2023 00:00:00 +0000