Main Article Content

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini ingin mengetahui bagaimana fenomena keluar-masuk Malaysia oleh para tenaga kerja migrant (TKI) yang menempati wilayah Desa Kalijaga Selatan, Desa Kalijaga Baru dan Desa Sukarema itu terjadi. Perilaku ini ternyata bukan sekedar kebetulan atau pun asal-asalan melainkan menjadi suatu keharusan yang dilatarbelakangi dengan kondisi sulitnya perekonomian keluarga yang harus segera diatasi. Penelitian ini sifatnya deskriptif di mana fakta-fakta yang terjadi di lingkungan para TKI dapat diungkap sebagaimana mestinya dan apa adanya. Sehingga penelitian ini memilih menggunakan metodologi pendekatan kualitatif karena menurut peneliti data data yang bisa dihimpun dan didapat secara gampang adalah dengan mewawancari responden selaku pelaku langsung. Simpulan yang didapat pada penelitian ini adalah bahwa perilaku keluar-masuk Malaysia ini dilakukakan karena keinginan yang kuat untuk memperbaiki keadaan perekonomian keluarga, baik yang berkaitan dengan kebutuhan langsung seperti untuk konsumsi saat ini, maupun berupa investasi di masa depan, seperti dipakai membangun rumah dan biaya studi lanjut bagi anak-anak mereka. Dan hal ini oleh ekonomi syari’ah dipandang sebagai kegiatan ekonomi yang bernilai ekonomis dan bernilai ibadah.


Abstract: The purpose of this research is to know how the phenomenon of in and out Malaysia’s by the Indonesian migrant workers (TKI) in the area of South Kalijaga Village, Kalijaga Baru Village and Sukarema Village. This behavior is not just a coincidence or even arbitrary but becomes a must motivated by the difficult conditions of family economy that must be addressed. This study is descriptive in nature where the facts occur in the TKI’s environment can be expressed as it should and what it is. So this research chooses to use qualitative approach methodology because according to the researcher, data can be collected and obtained easily by interviewing the respondent as the direct perpetrator. The conclusion of this research is that in and out of Malaysia’s behavior is due to the strong desire to improve the family economy, whether it is related to immediate needs such as for current consumption, as well as future investments, such as building houses and fund for further study for their children. This activity by the economics of shariah is seen as economic activity value and worth of worship.

Keywords

perilaku keluar-masuk tenaga kerja perspekstif dan ekonomi syari’ah

Article Details

References

Abdullah, M.Imron, 2003, Pendidikan Keluarga bagi anak, Cirebon : Lektur.
Abdul Mannan, Muhammad, 1993 ,Ekonomi Islam Teori dan Praktik, (terj.) Yoyakarta : Dana Bhakti Wakaf.
Ahmad bin Muhammad, Abi Bakr, 1995, Al-Hassu ‘Ala at-Tijaroh Wa Ash-Shina’ah Wal ‘Amal, Kairo : Maktabah Al-Mathbu’at Al-Islamiyah.
Al-Kaaf, Zaky Abdullah, 2011, Ekonomi Dalam Perspektif Islam, Bandung : Pustaka Setia.
Al-Mubarak, Muhammad, 1972, Nizamul Islam fil Iqtisad, Beirut : Dar El-Fikr.
Buku Pegangan Perencanaan Pembangunan Daerah 2014, Mementapkan Perekonomian Nasional Bagi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat yang Berkeadilan, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Kahf, Monzer, 2000, The Islamic Economy : Analytical Study of The Fungtioning of The Islamic Economic System, alih bahasa oleh Machnu Husein, Yogyakarta : Aditya Media.
Nenet Natasudian Jaya dan I Gusti Made Subrata, Model Kewirausahaan Pada Pemberdayaan Buruh Migran (TKI) Di Lombok Barat-NTB, Jurnal GaneÇ Swara Vol. 8 No.2 September 2014.
Ramayulis dan Samsu Nizar, 2010, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta : Kalam Mulia.
Sastrahidayat, Prof.Dr.Ir.Ika Rochdjatun, 2009, Membangun Etos Kerja dan Logika Berpikir Islami, Malang : UIN Malang Press.