Main Article Content

Abstract

Angka pernikahan dini dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang disebabkan oleh faktor ekonomi, faktor internal keluarga, dan faktor pergaulan. Kebanyakan pelaku pernikahan dini masih SMP dan SMA yang belum memiliki stabilitas emosi yang baik dan cenderung melakukan segala yang diinginkan tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi. Banyak dari pelaku pernikahan dini telah memiliki anak, dimana dalam mendidik anak terutama ibu dengan nikah dini secara tidak sadar menerapkan pola pendidikan permisif. Keadaan pribadi dan sikap setiap anak yang berbeda, menjadikan tugas mendidik menjadi berat untuk dilaksanakan, dan berpengaruh pada keadaan emosi orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kestabilan emosi pelaku pernikahan dini dalam mendidik anak belum baik, hal ini dikarenakan pelaku pernikahan dini masih mudah terpengaruh emosi negatif yang dapat dilihat dari respon emosi yang ditunjukkan. Respon emosi berlebihan tidak sesuai dengan pengertian stabilitas emosi, yaitu keadaan emosi yang tetap, tidak mudah berubah, dan respon yang ditunjukkan tidak berlebihan. Dalam meredakan emosi negatif dan menyelesaikan permasalah yang terjadi, pelaku pernikahan dini lebih sering menyerahkan pada keadaan dengan anggapan bahwa emosi tersebut akan hilang jika dibiarkan, tanpa ada usaha untuk mencari jalan keluar atau metode penyelesaian masalah yang sesuai. Meski pelaku pernikahan dini belum memiliki stabilitas emosi yang baik, namun beberapa pelaku pernikahan dini telah mampu untuk menjaga stabilitas emosi mereka dengan cara menenangkan diri terlebih dahulu dan menyelesaikan permasalahan yang menjadi sumber emosi.


 


 

Keywords

Stabilitas Emosi, Pelaku Pernikahan Dini, Mendidik Anak.

Article Details

How to Cite
Hadi, S. (2019). STABILITAS EMOSI PELAKU PERNIKAHAN DINI DALAM MENDIDIK ANAK BALITA. QAWWAM, 13(2), 123-134. https://doi.org/10.20414/qawwam.v13i2.1709

References

Afifudin & Beni Ahmad Saebani.Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Pustaka Setia, 2012
BKKBN: “Usia Pernikahan Ideal”, dalam https://www.bkkbn.go.id/detailpost/bkkbn-usia-pernikahan-ideal-21-25-tahun. Diambil tanggal 22 Januari 2018, pukul 19.45
Cahpin, J.P. Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006.
Hj. Samsunuwiati. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya, 2010.
Irma, A. “Perbedaan Kestabilan Emosi Remaja yang Shalatnya Teratur dengan Kestabilan Emosi Remaja yang Shalatnya Tidak Teratur”. Jurnal Psikologi Islam.Vol. 3, Nomor.1, 2003.hlm. 83-93
Lestari, Sri. Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Jilid 2. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013.
Marsuki TSP, S. Sos. IQ-GPM: Kualitas Kecerdasan Intelektual Generasi Pembaru Masa Depan. Malang: UB Press, 2014.
Meleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013.
Purwanto, Yadi & Rahmmat Mulyono.Psikologi Marah: Perspektif Psikologi Islam. Bandung: PT Refika Aditama, 2006.
RI, Departemen Agama. Bahan Penyuluhan Hukum: Undang-Undang No.7 Thn 1989 tentang Peradilan Agama, UU No.1/1974 tentang Perkawinan, dan Inpres N0.1/1991 tentang Kompilasi Hukum Islam. Jakarta: DEPAG RI, 1996/1997.
Rahayu, Aprianapuji. “Coping Strategi Dalam Menjaga Kestabilan Emosi Pada Remaja Dusun Rejeng Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat Lombok Tengah”.Skripsi, FDIK UIN Mataram, Mataram, 2017
Safaria, Triantoro dan Nofrans Eka Saputra.Manajemen Emosi: Sebuah Panduan Cerdas Bagaimana Mengelola Emosi Positif Dalam Hidup Anda. Jilid 2. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2012.
Santrock, John W. Psikologi Pendidikan. Edisi 13 – Buku 1. Jakarta: Salemba Humanika, 2009.
Sarwono, Jonathan. Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006.
Satori, Djam’an & Aan Komariah.Metodologi Penelitian Kualitatif. Cet. VI. Bandung: Alfabeta, 2014
Semiun, Yustinus. Kesehatan Mental 1: Pandangan Umum Mengenai Penyesuaian Diri dan Kesehatan Mental serta Teori-Teori Terkait. Yogyakarta: Kanisius, 2006.
Sharma, Sunita. “Emotional Stability of Visully Disabled in Relation to Their Study Habits”. Journal of the Indian Academy of Applied Psychology.Vol. 32, Nomor 1, Januari 2006, hlm. 30-32
Sobur, Alex. Psikologi Umum. Edisi Revisi. Cet. VI. Bandung: CV Pustaka Setia, 2016.
Tim Penyusun. Pedoman Penyusunan Skripsi IAIN Mataram. 2017.
Tridhonanto, Al. Meraih Sukses Dengan Kecerdasan Emosional: Panduan Bagi Orang Tua Untuk Mendorong Perkembangan Emosional (EQ) Anak. Jakarta: Alex Media Komputindo. 2010.

Whitherington, H.C. Psikologi Pendidikan. terj. Muchtar Bochori. Jakarta: Aksara