Main Article Content

Abstract

Penelitian ini menggunakan teknik-teknik antropologis, untuk memotret dinamika baru laki-laki yang menerapkan semangat kesetaraan dan keadilan gender di ranah keluarga. Mereka, baik disertai maupun tanpa kesadaran feminisme, menolak genderisasi pembagian kerja seperti melakukan pengasuhan anak, mendukung karir istri, mendengarkan suara perempuan, terlibat dalam diskusi kesehatan reproduksi, dan sebagainya. Penelitian dilakukan tahun 2016. Tahun 2020 dikembangkan dengan memilih beberapa narasumber dan melakukan dua hal. Pertama, meneliti apakah ada pencapaian para tokoh dan istrinya setelah empat tahun sejak pertama kali penelitian dilakukan. Kedua, apakah para tokoh tetap melakukan peran-peran domestik dan pengasuhan ketika mendapatkan pencapaian itu. Metode penelitian yang digunakan wawancara, observasi, dan kajian pustaka. Bila tahun 2016 penelitian dilakukan dengan observasi langsung dan wawancara pada suami, tahun 2020 penelitian difokuskan wawancara pada istri tanpa melakukan observasi terutama ketika kebijakan covid-19, semua orang bekerja dan belajar dari rumah. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa nilai-nilai gender dan kreteria feminisme bisa diaplikasikan di akar rumput, bahkan oleh siapapun yang tidak belajar feminis di lima kota/kabupaten. Hasilnya, walaupun para narasumber tidak mengetahui feminis laki-laki dan sebagai besar tidak merasa sebagai feminis, tetapi memenuhi indikator seorang feminis dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, isu feminis sudah diterima di akar rumput, sekalipun masih memiliki tantangan tersendiri.

Keywords

Feminists, Male Faminists, Women’s Voices, and Domestic Work

Article Details

How to Cite
Muthmainnah, Y. (2021). PERAN-PERAN DOMESTIK DAN PENGASUHAN ANAK DI AKAR RUMPUT. QAWWAM, 15(1), 1-30. https://doi.org/10.20414/qawwam.v15i1.3347