Menapaki Cinta Sejati yang Dirindukan
Pembelajaran dari Sufi Perempuan R?bi'ah al-'Adaw?yah
DOI:
https://doi.org/10.20414/qawwam.v11i2.725Keywords:
ishq, maḥabbah, hedonism, profit orientedAbstract
Orientasi mementingkan kehidupan duniaw i telah menjadi fenomena yang terjadi dalam masyarakat muslim setelah abad pertama Hijriyah. Inilah yang menjadi konteks lahirnya asketisisme dalam sejarah Islam. R?bi„ah al-„Adaw ?yah muncul sebagai sosok sufi perempuan pertama yang menggeser orientasi tasaw uf mainstream saat itu, yakni sangat menginginkan surga di akhirat dan sangat takut pada siksa neraka. R?bi„ah mengenalkan konsep cinta kepada Allah sebagai ajarannya, cinta karena unsur-unsur kerinduan („ishq) dan cinta (ma?abbah) “cinta karena kau layak dicinta”. Baginya tidak ada alasan apa pun yang dapat mengalahkan kerinduan dan kecintaannya kepada Allah, bahkan lamaran dari pangeran sekalipun. Ibadahnya semata-mata karena rindu dan cinta kepada Allah, bukan karena mengharap surga dan takut neraka-Nya. Konteks masyarakat muslim masa kini yang terjangkiti w abah hedonisme dan profit oriented, nilai kesederhanaan dan ketulusan cinta dari perjalanan hidup R?bi„ah harus segera diaktualisasikan dalam kehidupan, demikian juga pembelajaran kesederhanaan dan ketulusan cinta harus segera diformulasikan dengan serius oleh lembaga pendidikan Islam dalam desain pembelajarannya.
Downloads
References
„Abd al-Ra?m?n Badawi, Shah?dah al-‘Ishq al-Il?hy R?bi‘ah al-‘Adawiyah, Cetakan kedua (Kairo: Maktabah al-Nah?ah al-Mi?riyah, 1962).
Abu al-Wafa al-Gan?m? al-Taft?z?ni, Madkhal il? al-Ta?awwuf al-Isl?miy, Cetakan ketiga (Kairo: D?r al-Thaq?fah li al-Nashr wa al-Tauz?„, 1979).
„Abd al-Mun„im al-?afni, al-‘?-bidah al-Kh?shi‘ah, R?bi‘ah al-‘Adawiyah Im?mah al-
‘?shiq?n wa al-Ma?z?n?n, Cetakan kedua (Kairo: D?r al-Rash?d, 1996).
Ab? Bakar Mu?ammad ibn Is??q al-Kal?b?dz?, Al-Ta‘arruf li Madzhab Ahl al- Ta?awwuf, (Beirut: D?r al-Kutub al-„Ilmiyah, tt).
Al-Qushairi, al-Ris?lah al-Qushairiyyah, versi pdf dari situs www.al-Mustofa.com Harun Nasution, Filsafat dan Mistisisme dalam Islam (Jakarta: Bulan Bintang, 1992). Javad Nurbakhsh, Wanita-Wanita Sufi, terj. Nasrullah & Ahsin Muhammad,
Cetakan kedua (Bandung: Mizan, 1996).
Jamil Ahmad, Seratus Muslim Terkemuka (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1993) Abu al- Wafa? al-Ghanimi al-Taftazani, Sufi dari Zaman ke Zaman, terj. Ahmad Rofi? Utsmani, Cetakan ketiga (Bandung: Pustaka, 2003).
Laily Mansur, Ajaran & Teladan Para Sufi, Cetakan pertama (Jakarta: Raja Grafindo
Persada, 1996).
Margaret Smith, Rabi’ah: Pergulatan Spiritual Perempuan, terj. Jamilah Baraja, Cetakan keempat (Surabaya: Risalah Gusti, 2001).
Muhammad Atiyah Khamis, Rabi’ah Al- Adawiyah, terj, Cetakan keenam (Jakarta:
Pustaka Firdaus, 2000).
Sururin, Rabi’ah Al- Adawiyah : Evolusi Jiwa Manusia Menuju Mahabbah dan Makrifah, Cetakan kedua (Jakarta: Raja Grafindo, 2002).
Widad el-Sakakkini, Pergulatan Hidup Perempuan Suci Rabi’ah al-Adawiyah: dari Lorong
Derita Mencapai Cinta Ilahi, terj. Zoya Herawati, Cetakan Pertama (Surabaya: Risalah Gusti, 1999).






