Eksistensi Wanita Pemecah Batu Antara Peran Gender dan Adaptasi Ekonomi Rumah Tangga
DOI:
https://doi.org/10.20414/qawwam.v12i1.781Keywords:
Eksistensi, Peran Gender, Pemecah BatuAbstract
Pada masyarakatyangmenganut sistem patriarkis, fungsiekonomis keluarga diperankan oleh suami sebagai kepala rumah tangga, sedangkan, eksistensi diri seorang wanita identik dengan pekerjaan domestik dalam rumah tangga.Desakan kebutuhan ekonomi menjadi tantangan nyata yang harus disikapi oleh keluarga termasuk mendorong peran wanita untuk turut membantu fungsi ekonomi rumah tangga.Ketika wanita bekerja di luar rumah, khususnya sebagai pemecah batu maka terdapat pergeseran peran dan fungsi yang tentunya melekat pada pemahaman wanita tersebut sebagai bagian dari eksistensi diri. Adapun tujuan penelitian ini yakni ingin mengetahui bagaimana eksistensi diri yang dipahami oleh wanita pemecah batu dalam fungsi dan peran gender di dalam rumah tangga, dan bagaimana eksistensi diri yang dipahami oleh wanita pemecah batu dalam fungsi dan peran komplementer ekonomi rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan teoritis eksistensi Jean Paul Sartre.Pendekatan penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Eksistensi diri yang dipahami oleh wanita pemecah batu dalam fungsi dan peran gender di dalam rumah tangga adalah sebagai manifestasi perluasan fungsi-fungsi peran gender yang tidak saja terkonsentrasi pada peran konvensional mengatur penghasilan saja, namun disertai upaya-upaya untuk turut membantu peran ekonomi suami. Selain itu, eksistensi diri yang dipahami wanita pemecah batu dalam aktivitas ekonominya sebagai wujud pengabdian terhadap keluarga dengan turut meringankan beban suami serta melengkapi peran suami. Sedangkan Eksistensi diri yang dipahami oleh wanita pemecah batu dalam fungsi dan peran komplementer ekonomi rumah tangga yakni pertama sebagai manifestasi kontribusi istri dalam upaya menambah penghasilan keluarga dengan memanfaatkan waktu disela-sela peran sebagai ibu rumah tangga dengan cara yang produktif. Kedua Eksistensi kemandirian istri yang tidak semata bergantung kepada penghasilan suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga.
Downloads
References
Afrizal. 2014. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rajawali Pers
Agger, Ben. 2009. Teori Sosial Kritis (Kritik, Penerapan dan Implikasinya). Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Effendi, Noer.Tadjuddin. 1995. Sumber Daya Manusia, Peluang Kerja dan Kemiskinan.
Yogyakarta: Tiara Wacana.
Fakih, Mansour. 2012. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Goode, William J. 1995. Sosiologi Keluarga. Jakarta: Bumi Aksara Ihromi. 2004. Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. Jakarta: Obor Indonesia.
Jones, Pip. 2010. Pengantar Teori-Teori Sosial (Dari Teori Fungsional hingga Post-Modernisme).
Jakarta: Obor Indonesia.
Khairuddin. 1992. Sosiologi Keluarga. Yogyakarta: Nur Cahaya.
Martono, Nanang. 2012. Sosiologi Perubahan Sosial (Perspektif Klasik, Modern, Posmodern, dan Poskolonial). Jakarta: Raja Grafindo.
Megawangi, Ratna. 1999. Membiarkan Berbeda? (Sudut Pandang Baru Tentang Relasi Gender). Bandung: Mizan.
Nugroho, Wahyu Budi. 2013. Orang Lain Adalah Neraka (Sosiologi Eksistensialisme Jean Paul Sartre). Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Ritzer, George. 2010. Teori Sosial Modern. Yogyakarta: Kreasi Wacana. Sajogyo, Pudjiwati. 1989. Sosiologi Pembangunan. Jakarta: IKIP Jakarta. Soekanto, Soerjono. 2009. Sosiologi Keluarga.Jakarta: Rineka Cipta.
Suwarsono dan Alvin. 2013. Perubahan Sosial dan Pembangunan. Jakarta: LP3ES Yustika, Erani. Ahmad. 2003. Negara VS Kaum Miskin. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.






