Konstruksi Model Perlindungan Perempuan Berbasis Kearifan Lokal dalam Tradisi Masyarakat Pedalaman
Studi Atas Budaya Masyarakat Pedalaman di Desa Pemepek Lombok Tengah
DOI:
https://doi.org/10.20414/qawwam.v12i2.793Keywords:
Konstruksi, Model, Perlindungan Perempuan, Kearifan Lokal, Tradisi, Masyarakat PedalamanAbstract
Dalam bentangan Sejarah, Posisi Perempuan terangkum dalam frase Sterotipe, Marjinalisasi, Double burden, dan Violence. Kondisi ini selanjutnya menyebabkan perjuangan kesetaraan posisi dalam ranah kehidupan baik publik maupun domestik. Namun kondisi diatas tidak berlaku bagi beberapa komunitas adat, seperti dalam tradisi local masyarakat pedalaman di Desa Pemepek Lombok Tengah.
Konsep perlindungan perempuan yang dilestarikan secara turun temurun dalam tradisi masyarakat desa pemepek ini selanjutnya menjadikan penelitian ini menemukan titik urgensinya. Dengan menggunakan teori antropologi budaya, dan beberapa teori dalam Islam kaitannya dengan perempuan sebagai pisau analisa. Penelitian ini menemukan bahwa konsep perlindungan kaum perempuan dalam bentuk sekenem dan sekepat sebagai tempat perempuan banyak melakukan aktivitas sosialnya sebagai salah satu bentuk upaya penjagaan.
Bentuk perlindungan di dalam tradisi masyarakat desa Pemepek terdapat dalam 3 (tiga) aspek, yaitu aspek perlindungan moral, perlindungan sosial, dan perlindungan hukum. Kaitannya dengan perlindungan moral, maka dengan adanya sistem budaya masyarakat pedalaman di Desa Pemepek tentang keharusan bagi perempuan nemin di sekenem atau sekepat memberikan kesadaran bagi masyarakat Desa Pemepek tentang pentingnya pendidikan moral bagi anak-anak perempuan yang mereka miliki
Downloads
References
Abu Hamid al-Gazali, Al-Mustasfa min `Ilm al-Ushul (Beirut: Dar al-Kutub al-
`Ilmiyyah, 1983)
Ahmad Amin, Etika (Al-Akhlak), ter. Farid Ma’ruf. (Jakarta: Bulan Bintang. 1978) Al-Syatibi, Al-Muwafaqat fi Ushul al-Ahkam (Daar al-Fikr, t.tp., t.th)
Budi Warno, Isu-Isu Global Kontemporer (Yogyakarta: CAPS, 2011)
Burhanudin Salam, Etika Individual: Pola Dasar Filsafat Moral (Jakarta: Rineka Cipta, 2000)
Clifford Geertz, The Interpretation of Cultures: Selected Essays (New York: Basic Books, 1973),
Goerge Ritzer, Sociological Theory, Edisi VIII, terj. Saut Pasaribu, dkk. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012)
Heri Gunawan, Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi (Bandung: Alfabeta, 2012).
http://m.kompasiana.com/sarajevo/kasus-kejahatan-terhadap-perempuan-di- indonesia-dalam-situasi-siaga-satu_5876f4328023bd6b054038a7.
Imam Suraji, Etika dalam Perspektif al-Qur’an dan Hadits (Jakarta: Pustaka Al-Husna Baru, 2006)
Jasser Auda, al-Maqasid Untuk Pemula, Alih Bahasa `Ali Abdelmon`im (Yogyakarta: Suka Press, 2013),
Joko Sumarjo, Arkeologi Budaya Indonesia: Pelacakan Hermeneutis-Historis terhadap Artefak-Artefak Kebudayaan Indonesia (Yogyakarta: Qalam, 2002)
Kuntowijoyo, Budaya dan Masyarakat (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006) Kupperman, The Fondation of Morality (London: George Allen & Unwin, 1983)
M. Amin Abdullah, Falsafah Kalam di Era Postmodernisme (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995)
M. Amin Abdullah, Studi Agama: Normativitas atau Historitas? (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1996)
Sachicko Murata dalam Pengantar buku The Tao of Islam (Bandung: Mizan, 1999)






