Monumen Juang 45 Banjarsari from a Tourism Perspective
Main Article Content
Abstract
Tujuan: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk mengidentifikasi dan memahami daya tarik Monumen Juang 45 Banjarsari (Monjari) sebagai sebuah destinasi wisata. Selain itu, riset ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana upaya Pemerintah Kota Surakarta dalam mengelola serta mengembangkan kawasan ini menjadi wisata sejarah, sekaligus memetakan berbagai faktor pendukung maupun penghambat yang memengaruhi peningkatan daya tarik Monjari di mata wisatawan.
Metode: Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui gabungan antara observasi lapangan, wawancara, studi dokumen, serta studi pustaka. Adapun dalam proses pemilihan sumber data, peneliti menggunakan teknik purposive sampling dan time sampling
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya tarik utama Monjari terletak pada kombinasi nilai historisnya sebagai pengingat peristiwa Serangan Umum Empat Hari di Surakarta dan fungsi rekreasinya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang strategis. Dalam aspek pengelolaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sempat menghadapi kendala akibat alih fungsi lahan menjadi pasar darurat pasca-kebakaran Pasar Legi tahun 2018 dan keberadaan PKL, namun Pemkot Surakarta telah melakukan upaya pemulihan fungsi RTH melalui relokasi pedagang dan revitalisasi pada tahun 2015-2016. Pengembangan ini didukung oleh akses yang mudah, nilai sejarah kuat, dan status cagar budaya, namun masih terhambat oleh keterbatasan dana APBD, pengelolaan yang belum terintegrasi dengan DISBUDPAR, minimnya tenaga ahli sejarah, serta daya saing yang dianggap masih rendah dibanding destinasi lain.
Kontribusi: Penelitian ini memberikan kontribusi berupa wawasan mendalam mengenai potensi serta tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan Monjari sebagai destinasi wisata sejarah. Hasil temuan ini diharapkan dapat menjadi referensi berharga bagi para pengembang destinasi wisata dan pemerintah daerah dalam menyusun strategi pemanfaatan bangunan bersejarah, yang pada akhirnya dapat melengkapi dan memperkaya khazanah pariwisata di Kota Surakarta.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
References
Bunga Rampai Sejarah. (1993). Pertempuran Empat Hari di Solo dan Sekitarnya. Jakarta: Kerukunan Eks Anggota Detasemen II BE 17.
Dewi, N, K, A, C, & Bhaskara, G, I. Persepsi Wisatawan Terhadap Daya Tarik Wisata Monumen Perjuangan Rakyat Bali. Jurnal Destinasi Pariwisata, 11(2), 352 – 357. https://doi.org/10.24843/JDEPAR.2023.v11.i02.p23
Diasmadi, DSG. S. (1983). Catatan Kisah Perjoangan Taruna Patria Sala Merdeka atau Mati Bagian I. Yogyakarta: Yayasan Al-Qalam.
Firdaussyah, A. G., & Dewi, S. P. (2020). Pengaruh revitalisasi terhadap pola ruang Kota lama Semarang. Jurnal Riptek, 15(1), 17-27. https://riptek.semarangkota.go.id/index.php/riptek/article/view/104/87
Handayani, S., Wahyudin, N., & Khairiyansyah, K. (2019). Fasilitas, Aksesibilitas Dan Daya Tarik Wisata Terhadap Kepuasan Wisatawan. Jurnal Ilmiah Manajemen Dan Bisnis, 20(2), 123-133. https://doi.org/10.30596/jimb.v20i2.3228
Ibrahim, Y., Maryati, S., & Pratama, M. I. L. (2024). Analisis Faktor Pendukung dan Penghambat Pariwisata dalam Mempengaruhi Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Jurnal Riset dan Pengabdian Interdisipliner, 1(1), 86-96. https://doi.org/10.37905/jrpi.v1i1.28889
Istiqomah, N. (2017). Efektivitas program revitalisasi taman Monumen 45 Banjarsari Surakarta sebagai ruang publik. [Skripsi] FISIP Universitas Sebelas Maret.
Mirdad, J., Bustamin, B, & Rustika, D. (2020). Kebudayaan Dan Wisata Sejarah: Eksistensi Obyek Sejarah Terhadap Perkembangan Wisata Di Pariangan Kabupaten Tanah Datar. Khazanah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Islam, 10(2), 215-226. https://doi.org/10.15548/khazanah.v10i2.307
Nugraha, R. N., & Hardika, P. (2023). Analisis konsep 3a dalam pengembangan wisata kota tua. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(10), 531-543. https://doi.org/10.5281/zenodo.7988581
Panitia Peringatan 44 Tahun Pertempuran 4 Hari di Kota Solo. (1993). Mengenang Pertempuran 4 hari di kota solo 7-10 agustus 1949. Solo: Panitia Peringatan 44 Tahun Pertempuran 4 Hari di Kota Solo.
Polyakova, M. (2023). The Motherland Monument “Steel Oranta” “Mother Ukraine” The Monument during the Russo-Ukrainian War. Artistic Culture, 19(2), 64-72. https://doi.org/10.31500/1992-5514.19(2).2023.294624
Pusat Sejarah dan Tradisi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. (1985). Peranan Pelajar dalam Perang Kemerdekaan. Jakarta: Badan Penerbit Alda.
Puspitasari Della, A., Natalia, D. C., Marsudi, M., & Marmoah, S. (2025). Pura Mangkunegaran dan Keraton Kasunanan Surakarta sebagai Sarana Wisata Edukasi Sejarah. Jurnal Abdimas Pariwisata, 6(1), 55-70. https://doi.org/10.36276/jap.v5i2.481
Roosa, J. (2008). Dalih pembunuhan massal. Jakarta: Hasta Mitra.
Rudy, D. G., & Mayasari, I. D. A. D. (2019). Prinsip-Prinsip Kepariwisataan dan Hak Prioritas Masyarakat dalam Pengelolaan Pariwisata berdasarkan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Kertha Wicaksana, 13(2), 73-84. https://doi.org/10.22225/kw.13.2.2019.73-84
Sammeng, A. M. (2001). Cakrawala pariwisata. Jakarta: Balai Pustaka.
Sukmadinata. (2007). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rosdakarya.
Suwena, I., & Widyatmaja, I. (2017). Pengetahuan Dasar Ilmu Pariwisata. Denpasar: Pustaka Larasan.
Turiashvili, L. (2024). Impact of climate change on Immovable Monuments of Cultural Heritage. Scientific-technical Journal Building, 2(70), 21-25. https://doi.org/10.52340/building.2024.70.04
Wardana, M. U., & Pujiati, A. (2018). Strategi Meningkatkan Ruang Terbuka Hijau Publik di Kabupaten Semarang. Efficient: Indonesian Journal of Development Economics, 1(1), 26-33. https://doi.org/10.15294/efficient.v1i1.27216
Wardaya, Baskara T. (2011). Suara di Balik Prahara, Berbagi Narasi Tentang Tragedi 65. Yogyakarta: Galang Press.
Yin, Robert K. (2004). Studi Kasus Desain & Metode. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Yuniati, Y., & Darajat, A. Ubaidah. (2024). Inovasi Penggunaan QR-Code: Akses Digital untuk Edukasi dan Pelestarian Budaya di Museum Ruwa Jurai Lampung. Jurnal Abdimas Mandiri, 8(3), 409-415. https://doi.org/10.36982/jam.v8i3.4657
