Dinamika Psikologis Dan Dukungan Sosial Pada Ibu Dengan Baby Blues Dalam Keluarga Extended Family
DOI:
https://doi.org/10.20414/qawwam.v20i1.15479Keywords:
baby blues, dukungan sosial, ibu pasca melahirkan, keluarga extended family, psikologis ibuAbstract
Baby blues merupakan salah satu gangguan psikologis yang umum dialami oleh ibu pasca melahirkan dan dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Pada masa ini, ibu sangat membutuhkan dukungan sosial dari lingkungan sekitar, terutama keluarga terdekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi psikologis serta bentuk dukungan sosial yang diterima oleh ibu pasca melahirkan yang mengalami baby blues. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga orang ibu yang mengalami baby blues dan tinggal bersama mertua maupun orang tua setelah melahirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek mengalami berbagai kondisi psikologis yang mengganggu, seperti menangis hampir setiap hari, merasa kelelahan, tertekan, cemas, serta mengalami ketidakstabilan emosi. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas sehari-hari, seperti sulit berkonsentrasi, sering merasa linglung ketika berkomunikasi, serta menurunnya produktivitas ASI. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa kondisi psikologis yang dialami subjek dipengaruhi oleh kurang optimalnya dukungan sosial dari lingkungan sekitar, termasuk suami, keluarga, mertua, orang tua, maupun tetangga. Oleh karena itu, dukungan sosial yang memadai menjadi faktor penting dalam membantu ibu beradaptasi secara emosional pada masa pasca persalinan.
Downloads
References
Aprioyono, Ahmad. Kronologi Ibu Bunuh Anak Kandung di Brebes, Pelaku Diduga Alami Depresi Berat. https://www.liputan6.com/regional/read/4916958/kronologi-ibu-bunuh-anak-kandung-di-brebes-pelaku-diduga-alami-depresi-berat. di Unduh tanggal 29.03.2022
Fatimah, S. (2009). Hubungan Dukungan Suami Dengan Kejadian Pospartum Blues pada Ibu Primipara di Ruang Bugenvile RSUD
Grau, M. G. (2021). Engaged fatherhood for men, families and gender equality: Healthcare, social policy, and work perspectives. Springer.
Hurlock, E B. (2002). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga.
Jeong, J., et al. (2021). Barriers and facilitators to father involvement in early child health services. Social Science & Medicine.
Lamb, M. E. (2010). The role of the father in child development (5th ed.). Wiley.
Marmi. (2012). Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas “Peuperium Care”. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Masruroh. (2013). Hubungan antara paritas ibu dengan kejadian Postpartum Blues. Jurnal Eduhealth, 3(2), 120-125.
Permatasari, T. (2025). The Millennial Fathers' Role in Parenting between Tradition and Equality. : 68-79 . 2021
Philip, dkk. (2009).Petunjuk Lengkap Kehamilan. Jakarta: Mitra Utama.
Pleck, J. H. (2010). Paternal involvement: Revised conceptualization and theoretical linkages with child outcomes. The Role of the Father in Child Development, 5, 58–93.
Sarafino, E. P., & Smith, T. W. (2011). “Health psychology biopsychosocial interactions” (7th ed.). John Wiley & Sons.
Yusari, dan Risneni. (2016). Asuhan Kebidanan Nifas dan Menyusui. Jakarta: Trans Info Media Yunus, P. 2019) “Islamic Integration and Health‟, Journal of Research and Multidisiplinary, 2(2), pp. 172–182.
Wiyanto, Bungan Elshaon dan Ambarwari Krismi Diah (2021). Dukungan Sosial dan Postpartum Depression pada Ibu Suku Jawa. Psychopreneur journal. Vol 5 (2)
Wu, C. W., Chou, L. T., & Cheng, C. L. (2024). The effect of fathers' involvement on postpartum adjustment. Family Relations.
