Status Mahram Anak Hasil Bayi Tabung Dalam Perspektif Hukum Islam
DOI:
https://doi.org/10.20414/qawwam.v20i1.15527Keywords:
mahram, nasab, bayi tabung, hukum keluarga islamAbstract
Penelitian ini membahas konsep mahram dalam hukum Islam, penetapan nasab anak hasil bayi tabung, serta implikasinya terhadap status kemahraman, khususnya dalam praktik yang melibatkan pihak ketiga. Penelitian menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan normatif dan konseptual melalui penelaahan literatur fikih, fatwa, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status mahram anak hasil bayi tabung bergantung pada kejelasan nasab. Jika proses bayi tabung dilakukan menggunakan sperma dan ovum dari pasangan suami istri yang sah, maka status mahram anak tetap diakui sebagaimana anak kandung pada umumnya. Namun, jika melibatkan donor sperma atau ovum, muncul persoalan hukum karena berpotensi menimbulkan ketidakjelasan nasab yang berpengaruh pada hubungan mahram. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kejelasan nasab menjadi dasar pokok dalam penentuan status mahram, sehingga praktik bayi tabung dapat dibenarkan dalam hukum Islam selama tidak melibatkan pihak ketiga.
Downloads
References
Aksa, Fauzah Nur, Herinawati, Muhammad Tahmid, dan Siska Mona Widia. “Kajian Normatif Hukum Islam terhadap Teknologi Bayi Tabung dan Surrogacy Berdasarkan Maqasid al-Syari’ah.” Palita: Journal of Social Religion Research 10, no. 1 (April 2025): 51–62. https://doi.org/10.24256/pal.v10i1.6537.
Ramadhani, M. F., Septiandani, D., & Triasih, D. (2020). Status hukum keperdataan bayi tabung dan hubungan nasabnya ditinjau dari hukum Islam dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Semarang Law Review (SLR), 1(1), 74–88.
Apriani, N. D. P. H., Harahap, N. A., Maisarah, dan Hasibuan, S. E. 2026. “Konsep Muharramat dalam Hukum Keluarga Islam: Kategorisasi, Dasar Hukum, dan Relevansinya di Era Kontemporer.” ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik 6, no. 1: 116.
Fatawi, B. Syafuri, dan Ahmad Hidayat. 2025. “Intertextuality of Dhawabith Fiqhiyah in Mahram Breastfeeding: A Study of Article 8 of the 1974 Marriage Law and Article 39 of KHI.” Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum 13, no. 2: 151–172.
Tauratiya. “Tinjauan Yuridis terhadap Status Anak yang Lahir dari Proses Bayi Tabung dalam Perspektif Hukum Islam.” Jurnal Fakta Hukum (JFH) 1, no. 1 (2022): 33–40.
Zulfahmi, Asrofi, dan Suroto. “A Review of Islamic Law on the Practice of ‘Tumpang Rahim’ Based on Maqāṣid al-Syarīʿah and Contemporary Scholars.” MAQASIDI: Jurnal Syariah dan Hukum (2024): 231–246.
Naskur. “Konsep Gender terhadap Batasan Aurat Anak Angkat Perspektif Hukum Islam.” SPECTRUM: Journal of Gender and Children Studies 2, no. 1 (2022): 1–15.
Majri, A. K., U. Khairani, P. Zahara, N. A. Nurjanah, dan Wismanto. “Pentingnya Pendidikan Menjaga Aurat Antara Mahram dalam Islam.” MARAS: Jurnal Penelitian Multidisiplin 2, no. 1 (2024): 163–176.
Zuhri, I. I. “Wanita yang Haram Dinikahi Menurut Al-Qur’an (Kajian Tafsir Maudhu‘i).” Jurnal Ar-Risalah 4, no. 1 (2024): 96.
Al-Qur’an. QS. An-Nisā’ (4): 23. Terjemahan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Munawaroh, H., Y. Elita, A. Rachmawati, dan N. F. R. F. Ramadani. “Analisis Kadar Raḍā‘ah yang Mengharamkan Pernikahan Perspektif Empat Mazhab.” Journal of Indonesian Comparative of Syari'ah Law 8, no. 2 (2025): 374
Fauzi, A. S., D. D. Madina, dan M. R. I. Alfani. “Perspektif Islam terhadap Program Bayi Tabung: Etika, Hukum, dan Hak Waris.” El-Faqih: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam 10, no. 1 (2024): 153
Nasikhin, N., B. Al Ami, Ismutik, dan U. Albab. “Teknologi Bayi Tabung dalam Tinjauan Hukum Islam.” Maqasidi 2, no. 1 (2022): 63
Ramadhani, M. F., D. Septiandani, dan D. Triasih. “Status Hukum Keperdataan Bayi Tabung dan Hubungan Nasabnya Ditinjau dari Hukum Islam dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.” Semarang Law Review (SLR) 1, no. 1 (2020): 75
Baroroh, K., dan A. Aziz. “Kedudukan Anak Hasil Surrogate Mother dalam Perwalian Pernikahan Perspektif Hukum Islam.” Indonesian Journal of Islamic Law 2, no. 2 (2019): 47
Kholilulloh, H., N. Qomari, K. Musthofa, R. Rusli, K. Basaiban, dan U. Mubin. “Hukum Inseminasi Buatan dan Bayi Tabung serta Implementasinya.” ANWARUL: Jurnal Pendidikan dan Dakwah 3, no. 1 (2023): 166.
Islam, M. F., dan M. Sirojuddin. “Tinjauan Hukum Islam terhadap Status Hukum Anak Hasil Surrogate Mother.” Mabahits: Jurnal Hukum Keluarga Islam 5, no. 02 (2024): 36–50.
