Analisis 5C terhadap Keputusan Pembiayaan Musyarakah PT. Gerbang NTB Emas melalui Bank NTB Syariah pada Program JPS Gemilang Pemerintah Provinsi NTB
DOI:
https://doi.org/10.20414/schemata.v11i1.4620Keywords:
Analisis 5C, Pembiayaan Musyarakah, PT Gerbang NTB Emas, Bank NTB Syariah, JPS GemilangAbstract
PT. GNE is a company owned by the NTB provincial government and therefore often becomes a business partner in various government programs. One of them is JPS Gemilang, which is assistance with basic food packages given to underprivileged communities affected by the Covid-19 pandemic. This program requires large funds which will be met through financing from Bank NTB Syariah. However, a number of requirements must be met, namely the 5C feasibility analysis. This study aims to analyze the efforts made by PT. GNE to be able to meet the 5C analysis criteria in financing by Bank NTB Syariah. This study uses a qualitative approach with data collection through observation, documentation, and interviews. The sources of this research are the directors and managers of the company. The data analysis method used is qualitative data analysis. Based on the results of the study, it was concluded that the 5C criteria had generally been met through the character of a high commitment to pay off debts through budgeting in the RKAB. The company's capacity that always earns profits above 500 million for the last 3 years and a number of land assets owned in KLU. Capital through debt-to-equity ratio on average in the last 3 years is 18%, still in a safe level because it is still below 50%. Collateral is shown through the existence of land assets with HSGB which can be used as collateral and contract. Global economic conditions were affected by Covid-19 but not until a recession occurred so that banks were still able to channel their financing. A number of obstacles faced were the priority of paying tax debts, the existence of bad debts which had a composition of 57% of total current assets, land certificates that required appraisal and late consumer payments.
PT. GNE merupakan BUMD milik pemerintah provinsi NTB dan karenanya sering menjadi mitra bisnis dalam berbagai program pemerintah. Salah satunya adalah JPS Gemilang, yaitu bantuan paket sembako yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemi Covid-19. Program ini membutuhkan dana besar yang akan dipenuhi melalui pembiayaan Bank NTB Syariah. Namun sejumlah persyaratan harus terpenuhi yaitu analisis kelayakan 5C. Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis upaya yang dilakukan PT. GNE untuk dapat memenuhi kriteria analisis 5C dalam pembiayaan oleh Bank NTB Syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Narasumber penelitian ini adalah direksi dan manajer perusahaan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan, bahwa kriteria 5C secara umum telah terpenuhi melalui karakter dengan adanya komitmen tinggi untuk melunasi utang melalui adanya penganggaran dalam RKAB. Kapasitas perusahaan yang selalu mendapatkan laba di atas 500 juta selama 3 tahun terakhir dan sejumlah aset tanah yang dimiliki di KLU. Kapital melalui rasio utang dan modal secara rata-rata dalam 3 tahun terakhir adalah 18%, masih dalam taraf aman karena masih di bawah 50%. Kolateral ditunjukkan melalui adanya aset tanah dengan HSGB yang dapat dijadikan agunan dan SPK. Kondisi ekonomi secara global dipengaruhi oleh Covid-19 namun tidak sampai terjadi resesi sehingga perbankan masih dapat menyalurkan pembiayaannya. Adapun sejumlah kendala yang dihadapi adalah adanya prioritas pembayaran utang pajak, adanya piutang tak tertagih yang memiliki komposisi 57% dari total aset lancar, sertifikat tanah yang membutuhkan apraisal dan pembayaran konsumen yang terlambat.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Schemata: Jurnal Pasca Sarjana IAIN Mataram

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.