Aktivisme Politik Mahasiswa Islam Membangun Demokrasi Pasca Orde Baru
DOI:
https://doi.org/10.20414/sangkep.v3i2.1934Keywords:
Demokrasi, Intelektual, HMI, ReformasiAbstract
Praktik demokrasi di Indonesia telah menjadi suatu keharusan, bahkan telah menjelma realitas sosial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dinamika sosial politik yang terjadi di era reformasi 1998 telah membawa dampak besar bagi perkembangan demokrasi. Penelitian ini mencoba mengkaji aktivisme politik mahasiswa Islam dalam membangun demokrasi pasca orde baru dengan mengambil studi tentang peran intelektual yang dilakukan oleh Pengurus Besar HMI Periode 1997-1999. Penelitian ini menggunalan metode kualitatif dengan pendekatan historical research, dikaji dengan teori konstruksi sosial Peter L Berger. Dari penelitian ini ditemukan bahwa pada proses konstruksi pemahaman demokrasi dilakukan oleh Pengurus Besar HMI dengan melakukan diskusi, pelatihan kepemimpinan dan pembuatan jurnal. Pemahaman ini dilegitimasi yang disandarkan pada Nilai-Nilai Dasar Perjuangan HMI sesuai dengan nilai-nilai ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. Kemudian diinternalisasikan dalam rumusan RUU Politik. Pengaruhnya terhadap dinamika demokrasi di Indonesia yakni sebagai pendukung ideologi Pancasila, membangun sistem politik yang pro-demokrasi dan pembangunan Civil Society. HMI sebagai organisasi keagamaan yang berbasis Islam mampu menerima demokrasi sebagai ajaran Islam. Penelitian ini menjadi antitesis dari kelompok-kelompok yang menolak demokrasi. HMI menerima bahkan mendorong demokrasi demi untuk kepentingan nasional. Kontribusi pemikiran dan kepemimpinan melalui keterlibatan elit-elitnya di dalam membangun demokrasi dan pergumulan penegakan demokrasi di Indonesia.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution International License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See Open Access Sangkép: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan).



