Memaknai Kembali Pemikiran Gus Dur
Studi pada komunitas Gusdurian Sunter Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.20414/sangkep.v3i2.1995Keywords:
Gus dur, social construction, values, empowermentAbstract
Keselarasan nilai-nilai agama dan kemanusiaan sebagai warisan dari pemikiran Gus Dur tidak hanya dapat memperkuat kesadaran sebagai masyarakat multikultural, tetapi mampu mendorong pemberdayaan pada kelompok-kelompok minoritas. Kajian-kajian tentang pemikiran Gus Dur menyoroti tiga hal diantaranya dampak pemikiran Gus Dur terhadap moderasi islam dan demokrasi, dampak pemikirannya terhadap Gerakan kemanusiaan, dan sumbangsih terkait pendidikan humanis. Sedangkan penelitian ini menitikberatkan pada proses kontruksi sosial nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur pada komunitas Gusdurian Sunter. Penelitian-penelitian terdahulu belum banyak mengeksplorasi terkait proses dialektika pengetahuan tentang nilai-nilai yang diwariskan Gusdur sebagai realitas subjektif sekaligus realitas objektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dan wawancara mendalam serta data dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses kontruksi sosial nilai-nilai yang diwariskan Gus Dur mampu dimaknai ulang oleh anggota komunitas. Pemaknaan kembali nilai-nilai tersebut berdampak pada kegiatan seni juga pemberdayaan anak-anak jalanan dan gelandangan bahkan ide untuk mengadvokasi pemenuhan hak mereka sebagai bagian dari warga Negara.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution International License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See Open Access Sangkép: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan).



