Model Masyarakat Madani dalam Al-Qur’an sebagai Cerminan Masyarakat New Normal Pandemi Covid-19
DOI:
https://doi.org/10.20414/sangkep.v4i2.3611Keywords:
Komunikasi Profetik, Masyarakat Madani, Al-Qur’anAbstract
Indonesia menjadi salah satu negara yang terbaik dalam penanganan Covid-19. Per 3 Oktober 2021, Kasus Aktif di Indonesia berhasil turun 94,59% dari puncak kasus di 24 Juli 2021, dan turun sebesar 53,81% dalam dua minggu terakhir ini. Hal ini dapat terjadi berkat strategi penanganan pandemi pada sisi hulu, yaitu dilakukannya pencegahan melalui PPKM, peningkatan testing dan tracing, dan akselerasi vaksinasi. Oleh karenanya pemerintah melontarkan istilah new normal dalam rangka membangun kembali semangat dan cita-cita masyarakat untuk mempertahankan kesejahteraannya. kondisi new normal akan menyebabkan perubahan sosial, termasuk pola prilaku dan proses interaksi sosial masyarakat. Oleh karenanya dalam penelitian ini berusaha memberikan suatu tawaran arah baru untuk menyambut sekaligus mengisi kondisi new normal. Tawaran tersebut berupa model masyarakat madani yang pernah dibentuk oleh Nabi Muhammad Saw. Masyarakat Madani terwujud dari nilai-nilai Qur’ani yang terealisasi oleh masyarakat Madinah. Dalam penelitian ini menggunakan metode maudhu’i (tematik) dalam mencari dan mengumpulkan ayat yang berkaitan dengan nilai-nilai al-Qur’an dalam pembentukan masyarakat madani.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution International License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See Open Access Sangkép: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan).



