Reaktualisasi Peran Dakwah dan Ketokohan Tuan Guru dalam Upaya Pencegahan Covid-19
DOI:
https://doi.org/10.20414/sangkep.v4i2.4658Keywords:
Tuan Guru, Dakwah, Covid-19Abstract
Pandemi Covid-19 sedang mewabah di seluruh dunia, terutama di Indonesia, salah satu dampak dari pandemi covid-19 ini adalah banyak tatanan ibadah yang berubah teknisnya misalnya shalat berjamaah yang dalam aturannya harus merapatkan dan meluruskan shaf (barisan), terpaksa saat wabah Covid-19 harus menjaga jarak agar tidak bersentuhan fisik secara langsung, sholat jumat yang seharusnya di lakukan di masjid menjadi sholat di rumah masing-masing, banyaknya korban akibat serangan virus covid 19 ini, rumah sakit menjadi ramai oleh pasien yang yang di rawat karena serangan virus covid 19 ini sehingga umat beragama harus mengikuti protokol kesehatan, tidak semua aturan protokol kesehatan diterima seluruhnya oleh masyarakat, banyak yang menentang dan tidak mengindahkan dan banyak pula yang menerima, Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode kwalitatif, Upaya pemerintah mengganteng tuan guru dan tokoh agama menampakkan keberhasilan. Peran dakwah dan metode dakwah tuan guru bisa memberikan penjelsan kepada masyarakat tentang betapa bahayanya virus corona yang mematikan ini.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution International License (CC BY 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See Open Access Sangkép: Jurnal Kajian Sosial Keagamaan).



