Assistance of biopore technology as a rainwater infiltration method to reduce surface runoff and flooding

Authors

  • Bagus Adhitya Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Yosa Megasukma Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Muhammad Ikrar Lagowa Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Aditya Denny Prabawa Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Jarot Wiratama Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Arini Anisa Putri Universitas Jambi, Jambi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.20414/transformasi.v21i1.12875

Keywords:

biopore absorption holes, water runoff, flooding

Abstract

[Bahasa]: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PPM) berada di RT.10 Desa Sungai Duren Kabupaten Muaro Jambi. Daerah ini merupakan daerah langganan banjir dan kawasan padat penduduk, dimana apabila terjadi hujan dalam waktu lama sering terjadi genangan air bahkan banjir. Hal ini disebabkan resapan air hujan yang tidak maksimal karena area permukaan tanah sudah tertutupi bangunan permanen. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pendampingan dan sosialisasi mengenai penanggulangan bencana banjir dengan menerapkan prinsip konservasi lingkungan serta pembuatan lubang resapan biopori. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mengetahui penyebab terjadinya banjir berdasarkan kondisi spasial serta perilaku sosial masyarakat. Tim Pengabdian ini terdiri dari 5 orang dosen UNJA dari multidisiplin bidang ilmu dan 5 orang mahasiswa, yang akan berkontribusi sesuai keahlian masing-masing. Metode yang dilakukan dalam proses pendampingan dan sosialisasi adalah Focus Group Disscussion (FGD) serta Participatory Rural Appraisal (PRA) untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam proses penanggulangan banjir. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta mengikuti rangkaian program dengan optimal. Terjadi peningkatan pemahaman tentang teknologi biopori sebesar 93,8%,  peningkatan kepedulian masyarakat tentang kebersihan lingkungan sebesar 100%, peningkatan keyakinan kinerja lubang resapan biopori sebesar 81,3%, dan aplikasi biopori pada lingkungan sendiri sebesar 93,8%. Berdasarkan analisis spasial area mitra bukan merupakan dataran banjir Sungai Batanghari. Secara topografi area mitra berada pada elevasi 25m-12,5m dengan morfologi berupa lembah sehingga air dari area tinggian akan berkumpul pada area mitra PPM dan sekitarnya. Selain itu saluran air limbah dan kanal yang ada pada area mitra tidak berfungsi dengan baik sehingga memicu terjadinya bencana banjir.

Kata Kunci: lubang resapan biopori, limpasan air, banjir

[English]: The community service program (PPM) was implemented in RT.10, Sungai Duren Village, Muaro Jambi Regency, an area highly vulnerable to flooding due to its dense population and limited rainwater infiltration. The extensive presence of permanent buildings prevents effective water absorption, often leading to waterlogging and floods during heavy rainfall. This program aims to provide mentoring and outreach on flood mitigation by applying environmental conservation principles and promoting the construction of biopore infiltration holes. Additionally, it sought to analyze the causes of flooding based on spatial characteristics and community behavior. The service team comprised five multidisciplinary lecturers from Jambi University (UNJA) and five students. The participatory methods employed included Focus Group Discussion (FGD) and Participatory Rural Appraisal (PRA), designed to engage local communities in disaster mitigation planning. Monitoring and evaluation involved direct observation, interviews, and Google Form surveys to assess knowledge, awareness, and attitude changes. The results demonstrated significant impacts: community understanding of biopore technology increased by 93.8%, environmental awareness improved by 100%, confidence in the effectiveness of biopore infiltration holes rose by 81.3%, and actual application of the technology in households reached 93.8%. Spatial analysis confirmed that the partner site is not part of the Batanghari River floodplain, which lies at lower elevations (<12.5 m) and is about 3 km away. Instead, the site lies between 12.5–25 m above sea level with valley-like morphology, causing runoff from higher terrain to accumulate locally. Poorly functioning wastewater channels and canals further intensify flood hazards.

Keywords: biopore absorption holes, water runoff, flooding

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adhitya, B., Utama, H. W., Siregar, A. D., Ritonga, M., & Said, Y. M. (2021). Pembuatan Maket Geologi Struktur Sebagai Bahan Ajar Di Jurusan Teknik Kebumian Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi. Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 17(2), 279–286. https://doi.org/10.20414/transformasi.v17i2.4020.

Azzahra, A., Sitti, Saefullah, A., Tafsiruddin, M., Saksana, J. C., Nurrahman, S., Putera, A. R., Nurhidayat, M., & Salima, R. (2025). Focus Group Discussion (FGD) Mengukur Kepuasan Pengguna Portal Akademik Perguruan Tinggi Di Tangerang Selatan Dengan Metode Pieces. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 305-315. https://doi.org/10.31004/cdj.v6i1.40303.

Arifin, Z., Tjahjana, D. D. D. P., Rachmanto, R. A., Prasetyo, S. D., & Hadi, S., (2020). Penerapan Teknologi Biopori Untuk Meningkatkan Ketersedian Air Tanah Serta Mengurangi Sampah Organik Di Desa Puron Sukoharjo. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat), 9(2), 53-63. https://doi.org/10.20961/semar.v9i2.43408.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2018). Statistik Indonesia 2018, Jakarta.

Baguna, F. L., Tamnge, F., & Tamrin, M. (2021). Pembuatan Lubang Resapan Biopori (LRB) Sebagai Upaya Edukasi Lingkungan. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 4(1), 131-136. https://doi.org/10.24198/kumawula.v4i1.32484.

Brata, K. R., & Nelistya, A. (2008). Lubang resapan biopori. Niaga Swadaya.

Clubb, F. J., Mudd, S. M., Milodowski, D. T., Valters, D. A., Slater, L. J., Hurst, M. D., & Limaye. A. B. (2017). Geomorphometric Delineation of Floodplains and Terraces from Objectively Defined Topographic Thresholds. Earth Surface Dynamics, 5(3), 369–385. https://doi.org/10.5194/esurf-5-369-2017.

Efriyeldi., Pasmuji, A., Rohid, A., Farhan, M., Maulidah, F., Safatriani., Apridianti, V., Sholihat, N., Syofiana, R., & Nedi, C. S. (2023). Sosialisasi Pembuatan Lubang Biopori Sebagai Upaya Pencegahan Banjir Di Kampung Rawa Mekar Jaya Kecamatan Sungai Apit. Pandawa: Pusat Publikasi Hasil Pengabdian Masyarakat, 1(4):99–105. https://doi:10.61132/pandawa.v1i4.187.

Ferrans, P., Torres, M. N., Temprano, J., & Sánchez, J. P. R. (2022). Sustainable Urban Drainage System (SUDS) Modeling Supporting Decision-Making: A Systematic Quantitative Review. Science of the Total Environment, 806(2), 150447. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2021.150447.

Handayani, W., Chigbu, U. E., Rudiarto, I., & Putri, I. H. S.. (2020). Urbanization and Increasing Flood Risk in the Northern Coast of Central Java-Indonesia: An Assessment towards Better Land Use Policy and Flood Management. Land , 9(10), 343. https://doi.org/10.3390/land9100343.

Lindarto, D., Harisdani, D. D., & Abdillah, W. (2018). Partisipasi Masyarakat Dalam Penggunaan Teknik Biopori Untuk Mengendalikan Banjir Kota (Studi Kasus : Kelurahan Tanjung Rejo – Medan). NALARs, 17(2), 97-104. https://doi.org/10.24853/nalars.17.2.97-104.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 12 Tahun 2009 Tentang Pedoman Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup Dalam Penataan Ruang Wilayah. Jakarta (ID): KLH.

Pataki, D. E., Carreiro, M. M., Cherrier, J., Grulke, N. E., Jennings, V., Pincetl, S., Pouyat, R. V., Whitlow, T. H., & Zipperer, W. C. (2011). Coupling Biogeochemical Cycles in Urban Environments: Ecosystem Services, Green Solutions, and Misconceptions. Frontiers in Ecology and the Environment, 9(1), 27–36. https://doi.org/10.1890/090220.

Permana, E., Nelson, N., Lestari, I., Gusti, D. R., Farid, F., Ardianto, D., & Evrianti, Y. (2019). Penyuluhan Pembuatan Biopori Sebagai Lubang Resapan Di Kelurahan Kenali Besar Kota Jambi Dengan Memanfaatkan Barang Bekas Sebagai Pengganti Pipa PVC. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/semnaskat/article/view/5404.

Purwanto, H., Amiwarti., Adiguna., Firdaus, M., Setiobudi, A., Alzahri, S., Rustam, R. K. (2022). Penyuluhan Pemanfaatan Biopori Sebagai Alternatif Mengatasi Genangan Air Dan Penghasil Pupuk Kompos. GERVASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(2), 528-538. https://doi.org/10.31571/gervasi.v6i2.3392.

Rayyani, W. O., Indrawahyuni., Wahyuni, N., & Salam, S., (2024). Strengthening The Role Of Villages Through Participatory Rural Appraisal Method To Achieve Sustainable Development Goals. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 8(3), 3074-3087. https://doi.org10.31764/jmm.v8i3.21943.

McCracken, J. R., & Narayan, D. (1998). Participation and Social Assessment: Tools and Techniques. International Bank for Reconstruction and Development/World Bank.

Sari, M., Awal, R., & Sari, E. (2017). Jenis-Jenis Hewan Tanah Pada Lubang Biopori Di Perumahan Lancang Kuning Sejahtera Umban Sari Rumbai. Bio-Lectura: Jurnal Pendidikan Biologi, 4(2), 111-212. https://doi.org/10.31849/bl.v4i2.396

Setyaningsih, I., & Endriastuti, Y. (2018). Sosialisasi Penggunaan Lubang Biopori Dalam Rangka Mengurangi Banjir Di SMP Negeri 3 Cikarang Timur. Jurnal Komunitas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1), 6-12. https://doi.org/10.31334/jks.v1i1.883

Shuster, W. D., J. Bonta, H. Thurston, E. Warnemuende, and D. R. Smith. (2005). “Impacts of Impervious Surface on Watershed Hydrology: A Review.” Urban Water Journal 2(4):263–75. doi:10.1080/15730620500386529.

Subhan, A., Huda, Y. N., Shiddiq, M. A., Gultom, N. A. Z., Fachrennisa, P. N., Naila, M., Az-Zahra, D. S., & Mudrikah, J. (2025). Implementasi Metode Participatory Rural Appraisal (Pra) Dalam Merancang Program Ekonomi Pada Masyarakat Desa Banjarsari. Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(2):1330–1342. https://doi.org/10.57250/ajsh.v5i2.1328.

Victorianto, E., Qomariyah, S., & Sobriyah, S. (2014). Pengaruh Lubang Resapan Biopori terhadap Limpasan Permukaan. Matriks Teknik Sipil, 2(3). https://doi.org/10.20961/mateksi.v2i3.37411

Wheater, H., & Evans. E. (2009). Land Use, Water Management and Future Flood Risk. Land Use Policy, 26(1), S251-S264. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2009.08.019.

Downloads

Published

2025-08-31