Enhancing coastal women’s capacity in Medan through healthy coconut balm production for menstrual pain management and reproductive health
DOI:
https://doi.org/10.20414/transformasi.v21i2.15039Keywords:
herbal balm, dysmenorrhea, reproductive health, community empowerment, coastal womenAbstract
[Bahasa]: Perempuan pesisir kerap menghadapi keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan, termasuk dalam penanganan dismenore yang sering dianggap wajar sehingga kurang ditangani optimal. Temuan awal di Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia (KPPI) Medan menunjukkan sebagian besar anggota belum memahami solusi non-farmakologis dan masih bergantung pada obat kimia atau praktik tradisional sederhana. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan serta membekali keterampilan praktis produksi melalui edukasi partisipatif yang memperkenalkan produk berbahan alam lokal, yaitu Healthy Coconut Balm. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi interaktif, pemutaran video tutorial, pelatihan langsung pembuatan produk, serta pre-test dan post-test untuk menilai efektivitas kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 19,33 menjadi 27,85 meskipun tidak signifikan secara statistik (p=0,078), namun tetap relevan secara praktis. Selain itu, seluruh peserta berhasil mempraktikkan pembuatan produk dengan antusiasme tinggi. Uji organoleptik menunjukkan penerimaan yang cukup baik terhadap aroma, warna, tekstur, dan sensasi hangat balsam. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan kapasitas perempuan pesisir dalam menjaga kesehatan reproduksi secara alami, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif berbasis bahan lokal. Dalam jangka pendek, kegiatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan produksi sederhana, sementara dalam jangka panjang berpotensi mendorong kemandirian ekonomi melalui komersialisasi produk herbal. Program ini turut mendukung penguatan kapasitas komunitas dan agenda pembangunan berkelanjutan di bidang kesehatan, kesetaraan gender, dan kemandirian ekonomi.
Kata Kunci: Balsem herbal, dismenore, kesehatan reproduksi, pemberdayaan masyarakat, perempuan pesisir
[English]: Coastal women often face limited access to health information and services, particularly in managing dysmenorrhea, which is frequently considered a normal condition and therefore inadequately addressed. Preliminary findings at the Indonesian Coastal Women’s Association (KPPI) in Medan indicate that most members have limited knowledge of non-pharmacological solutions and still rely on chemical medications or simple traditional practices. This community service program aimed to improve health literacy and provide practical production skills through participatory education by introducing a local natural-based product, namely Healthy Coconut Balm. The implementation methods included lectures, interactive discussions, video tutorials, hands-on training in product preparation, and pre-tests and post-tests to evaluate program effectiveness. The results showed an increase in the average knowledge score from 19.33 to 27.85, although it was not statistically significant (p = 0.078), it remained practically relevant. In addition, all participants successfully practiced product production with high enthusiasm. Organoleptic tests indicated good acceptance in terms of aroma, color, texture, and warming sensation. This initiative not only enhanced coastal women's capacity to maintain reproductive health through natural approaches but also opened opportunities for creative economic activities based on local resources. In the short term, the program improved participants’ knowledge and basic production skills, while in the long term, it has the potential to promote economic independence through the commercialization of herbal products. Furthermore, this program supports community capacity building and sustainable development goals in health, gender equality, and economic empowerment.
Keywords: herbal balm, dysmenorrhea, reproductive health, community empowerment, coastal women
Downloads
References
Afriani, L., Sandi, W., & Syuhada, K. (2023). Konstruksi Sosial Sehat, Sakit Dan Pemilihan Pengobatan Pada Keluarga Nelayan. Seminar Nasional Sosiologi Unram, 4, 2023.
Arfan, N. A., Novitasari Rista, Fitria, S. D., & Mardiyah, N. D. D. (2024). Pemberdayaan Perempuan Dalam Kesehatan Reproduksi dan Anak Balita. Jurnal Masyarakat Mandiri Dan Berdaya, III, 25–32.
Astuti, A. D., Nurjanah, A., Ramadhan, M. R., Nafisah, N., Utami, R., & Wasiyem, W. (2025). Aksesibilitas Layanan Kesehatan Modern dan Tradisional di Masyarakat Pantai Putra Serdang, Pantai Labu, Deli Serdang. Jurnal Medika Nusantara, 3(1), 78-85. 78–85. https://doi.org/10.59680/medika.v3i1.1652
Astuti, A., Diah, N. Z., & Septimar, Z. M. (2021). The Effectiveness Of Dymenororic Exercise On The Treatment Of Menstory Pain In Adolescent Women In Alam Jaya Kelurang, Tangerang City. Nusantara Hasana Journal, 1(2), 56-66.
Darlies, M., Andri, R. C., Oktaviati, R., Juniarti, R., & Bey, S. (2025). Meningkatkan Daya Saing UMKM melalui Pelatihan Produksi Video Promosi di Palembang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa, 3(5), 2223–2228. https://doi.org/10.59837/jpmba.v3i5.2676
Fitria, A., Safitri, J., & Nisa, H. (2023). Hubungan Akses Informasi Kesehatan dengan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi pada Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan), 8(2), 180. https://doi.org/10.30829/jumantik.v8i2.14256
Hartinah, D., Wigati, A., & Maharani, L. V. (2023). Pengaruh Terapi Farmakologi Dan Non-Farmakologi Terhadap Penurunan Nyeri Menstruasi. Jurnal Ilmu Keperawatan Dan Kebidanan, 14(1), 245–252. https://doi.org/10.26751/jikk.v14i1.1676
Kementrian Kesehatan RI. (2024). Apa itu Dismenorea pada Menstruasi. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementrian Kesehatan RI. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3103/apa-itu-dismenorea-pada-menstruasi
Lalla, N. S. N. (2024). Community empowerment in improving health status. Jurnal Pengabdian Masyarakat Edukasi Indonesia, 1(1), 09-14. https://doi.org/10.61099/jpmei.v1i1.32
Navarrete, E., Nehring, A., Schanze, S., Ewerth, R., & Hoppe, A. (2025). A Closer Look into Recent Video-based Learning Research: A Comprehensive Review of Video Characteristics, Tools, Technologies, and Learning Effectiveness. International Journal of Artificial Intelligence in Education.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi.
Rogers, E. M. (2003). Diffusions of Innovations; Fifth Edition. Simon & Schuster Publisher.
Rogers, E. M., & FF, S. (1971). Diffusion of Inovation; Second Edition. The Free Press, New York.
Safrida & Safrida, N. (2022). Strategi Pemberdayaan Perempuan Melalui Pengembangan Usaha Berbasis Potensi Lokal di Gampong Pulau Kayu Kecamatan Susoh Kabupaten Aceh Barat Daya. Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 18(2), 239-252. https://doi.org/10.20414/transformasi.v18i2.4948
Saptandari, P. (2021). Pengetahuan Tradisional tentang Kesehatan dan Pemenuhan Hak Kesehatan Reproduksi Perempuan Bawean. Antropologi Indonesia, 41(2), 10–22.
Subhan, M., Nofriansyah Saputra, H., & Tarmizi, A. (2022). Peran Istri Nelayan Dalam Meningkatan Perekonomian Keluarga Di Kampung Laut, Tanjung Jabung Timur. ILTIZAM Journal of Shariah Economics Research, 6(1), 101–116. https://doi.org/10.30631/iltizam.v6i1.1269
Syahputra, A., & Taufiq. (2021). Ekonomi Perempuan Pesisir Gampong Ujong Blang mengetahui keadaan keluar masuknya uang dalam sebuah keluarga . Jurnal Saree : Research in Gender Studies. https://journal.iainlhokseumawe.ac.id/index.php/saree/article/download/562/378/3291
Wahyudi, H., Supiani, T., & Atmanto, D. (2024). Pengaruh Pelatihan Tata Rias Wajah (Make Up) Dalam Acara Cantik Bareng NET (NET TV) Terhadap Keterampilan Rias Wajah Sehari-Hari. Jurnal Adijaya Multidisplin, 2(05), 832–849.
Yusnan, M., & Aminu, N. (2022). Audio Visual Media Learning Guidance using Wondershare Filmora as Elementary School Teacher Professional Development in Batupoaro District Baubau City. Room of Civil Society Development, 1(2), 38–44. https://doi.org/10.59110/rcsd.13
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Syarifah, R. Kintoko Rochadi, Henny Sri Wahyuni, Nirma Juli Saputri, Mei Thalia Sembiring, Viola Agnesya Br Sembiring, Nabila Rizqi Lingga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



