Pelatihan pembuatan pakan gel berbasis bahan lokal sebagai pakan alternatif budidaya lobster di Pulau Lombok

  • Muhsinul Ihsan Universitas Islam Negeri Mataram, Mataram, Indonesia
  • Bayu Priyambodo Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok, Lombok Barat, Indonesia
  • Handa Muliasari Universitas Mataram, Mataram, Indonesia
Keywords: pelatihan, pakan buatan, lobster, budidaya

Abstract

[Bahasa]Komponen biaya terbesar dari usaha budidaya lobster adalah pakan. Pakan buatan diyakini merupakan salah satu solusi berkelanjutan bagi pengembangan industri budidaya yang ramah lingkungan. Dengan demikian, inovasi formulasi dan pembuatan pakan buatan harus terus dilakukan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan keterampilan kepada pembudidaya lobster untuk memproduksi pakan buatan berbentuk gel berbasis bahan lokal di Dusun Telong-Elong Jerowaru Lombok Timur. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR). Peserta pelatihan menginisiasi, menyiapkan, dan mempraktekkan langsung cara pembuatan pakan dengan dibimbing oleh pengabdi. Evaluasi pakan yang dihasilkan meliputi tiga hal yaitu: tekstur (kelenturan), attractabilty (daya tarik), dan water stability (ketahanan dalam air). Melalui pelatihan yang difasilitasi oleh Australian Center for International Agricultural Research (ACIAR), pembudidaya berhasil memproduksi pakan buatan dengan karakteristik sebagai berikut: tekstur pakan yang dihasilkan menyerupai tekstur daging udang; daya tarik pakan sangat bagus; dan pakan mampu tidak hancur di dalam air selama 24 jam sebelum dimakan oleh lobster. Kelemahan pakan yang dihasilkan adalah tidak bisa bertahan lama ketika dimastikasi oleh lobster. Hal ini menyebabkan sebagian nutrien dalam pakan larut dalam air. Secara umum, pakan yang dihasilkan telah memenuhi sebagian besar kriteria yang diperlukan bagi pakan buatan lobster. Kombinasi binder perlu dikaji ulang untuk mengatasi kelemahan dalam pakan.

Kata Kunci: pelatihan, pakan buatan, lobster, budidaya

[English]The major cost of lobster aquaculture is in the feed. The artificial feed is one of the viable solutions for development of aquaculture industry as it is environmentally friendly. Therefore, the innovation in formulating and producing the artificial feed shall be pursued. The purpose of this community service program is to equip the lobster farmers with the skills in producing artificial feed using local ingredients in Lombok Island. Participatory Action Research (PAR) method was used in this program. The participants initiated, prepared, and practiced the skills directly guided by the trainers. Artificial feeds produced by the participants were then evaluated including the texture, attractability, and water stability. Through this training facilitated by the Australian Center for International Agricultural Research (ACIAR), lobster farmers succeeded in producing artificial feed with the characteristics: the texture is similar to the texture of shrimp meat, the attractability is very good, and cannot be destroyed in water for 24 hours before being eaten by lobsters. The disadvantage of artificial feed is that it is unstable when masticatied and eaten by lobsters. This cause some of nutrients in the feed dissolve in water. In general, the artificial feed produced by lobster farmers have fulfilled the criteria of lobster feed. Binder combination is need to be reviewed to overcome weakness in artificial feed.

Keywords: training, artificial feed, lobster, aquaculture

Downloads

Download data is not yet available.

References

Butler, M.J., Steneck, R.S. & Herrnkind, W.F. 2006. Juvenile and adult ecology. Pp. 263-536. Dalam Bruce F. Philips. Lobsters: Biology, Management, Aquaculture and Fisheries. Blackwell Publishing. Ltd, USA. 506 p.

Faturrahman, Murniati, & Kurniati, L. (2018). Pengenalan Teknologi Pakan Pelet Moist Untuk Lobster Berbasis Bahan Baku Lokal di Teelong-Elong Lombok Timur. Prosiding PKM-CSR. 1, 495-502.

Faturrahman. (2012). Penggunaan Puding Gracilaria Sebagai Karir Feed Additive untuk Abalon, (Artikel Ilmiah). Dipresentasikan dalam simposium nasional bioteknologi Akuakultur IV di Bogor.

Ghisalberti, E.L., Chubb, C., Park, J.-O., & Glendenning, L. (2004). Chemoattarction and Development of an Artificial Bait for The Western Rock Lobster (Panulirus cygnus). Western Australia: The University of Western Australia and Department of Fisheries.

Ihsan, M. (2013). Pengaruh Silase Artemia dalam Pelet Gel Terhadap Pertumbuhhan, Persentase Molting, dan Titer Ekdison Lobster Hijau Pasir (Panulirus homarus L.) Fase Juvenil. Tesis, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Ihsan, M., Kalih, L.A.T.W.S., & Ilyas, M.A. (2016). Identifikasi makanan alami dalam lambung lobster fase juvenile untuk menopang budidaya lobster yang berkelanjutan di Pulau Lombok. BioWallacea Jurnal Ilmiah Ilmu Biologi, 2(2), 174-177

Ihsan, M., Suhirman, Jayadi, E.M., Sagista, R., Hardianti, Y.E., Ilahi, W.B., Muliasari, M., & Kalih, L.A.T.W. (2019). Analisis Makanan Alami dalam Lambung dan Mikrohabitat Lobster Pasir (Panulirus homarus) Fase Puerulus di Teluk Awang. Jurnal Riset Akuakultur. 14(3). 183-191. Doi: http://dx.doi.org/10.15578/jra.14.3.2019.183-191

Ihsan, M., Trijoko, & Widjayanti, N. (2017). Titer Ekdison Lobster Hijau Pasir (Panulirus homarus L.) Pada Fase Premolting Akhir. Scripta Biologica, 4(4), 257-261. Doi: 10.20884/1.sb.2017.4.4.643

Lasabuda, R. (2013). Tinjauan Teoritis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan dalam Perspektif Negara Kepulauan Republik Indonesia. Jurnal Ilmiah Platax, 1(2), 92-101.

Lee, P.G. & Meyers, S.P. 1997. Chemoattraction and feeding stimulation. Pp. 292-352. Dalam D’Abramo, L.R., Conklin, D.E. & Akiyama, D.M. Crustacean nutrition, advances in world aquaculture. Vol.6. International Working Group on Crustacean Nutrition, World Aquaculture Society, USA. 587 p.

Pablo, S. (2018). Jagung Mahal, Harga Pakan Ternak Naik 3 Kali Lipat Tahun Ini. (Artikel Web). Diakses di https://www.cnbcindonesia.com/news/20181214104620-4-46391/jagung-mahal-harga-pakan-ternak-naik-3-kali-tahun-ini

Priyambodo, B. (2019). Progress dan Peluang Usaha Budidaya Spiny Lobster (Panulirus sp) di Asia Pasifik. (Materi Presesntasi) pada kegiatan FGD Pengembangan Marikultur Lobster di Indonesia.

Puspitasari, R. & Natsir, N.M. (2016). Kualitas Lingkungan untuk Menunjang Budidaya Biota Laut di Perairan Lombok Barat. Jakarta: LIPI Press.

Ridwanudin, A., Fahmi, V., & Pratama, I.S. (2018). Pertumbuhan Lobster Pasir Panulirus homarus dengan Pemberian Pakan Moist. Oseanografi dan Limnologi di Indonesia. 3(2): 95-103. Doi: 10.14203/oldi.2018.v3i2.165

Roza, E. (2017). Maritim Indonesia, Kemewahan yang Luar Biasa. (Artikel Web). Diakses di http://www2.kkp.go.id/artikel/2233-maritim-indonesia-kemewahan-yang-luar-biasa

Ruscoe, I.M., Jones, C.M., Jones, P.L., & Caley, P. (2005). The effect of Various Binders and Moisture content on Pellet Stability of Research Diets for Freshwater Crayfish. Aquaculture Nutrition, 11(2). 87-93. Doi: 10.1111/j.1365-2095.2004.00324.x

Saleela, K.N., Somanath, B., & Palavesam, A. (2015). Effect Binders on Stability and Palatablity of Formulated Dry Compounded Diets for Spiny Lobster Panulirus homarus (Linnaeus, 1758). Indian J. Fish. 62(1). 95-100

Smith, D.M., Irvin, S.J. & David, M. (2009). Optimising The Physical Form andDimension of Feed Pellets for Tropical Spiny Lobsters. Dalam K.C. Williams.Spiny lobster aquaculture in the Asia-Pacific region, ACIAR Proceedings. 132: 157-162. Australian Centre for International Agricultural Research: Canberra.

Ulya, F.N. (2020). KKP Targetkan Tantangan Budidaya Lobster Rampung 2 Tahun Lagi. (Artikel Web). Diakses di https://money.kompas.com/read/2020/02/15/170621326/kkp-targetkan-tantangan-budidaya-lobster-rampung-2-tahun-lagi

Williams, K.C. (2007). Feeds Development for Post-Larval Spiny Lobster: A review. Bulletin of Fisheries Research Agency. 20, 25-37

Published
2020-06-30
How to Cite
Ihsan, M., Priyambodo, B., & Muliasari, H. (2020). Pelatihan pembuatan pakan gel berbasis bahan lokal sebagai pakan alternatif budidaya lobster di Pulau Lombok. Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 16(1), 1-11. https://doi.org/10.20414/transformasi.v16i1.2106