BATAS USIA DAN DISPENSASI PERKAWINAN ANAK DI INDONESIA (Analisis Komparatif Hukum Islam, Hukum Positif dan Perlindungan Hak Anak)
Main Article Content
Abstract
Perkawinan anak merupakan persoalan hukum dan sosial yang berdampak pada pemenuhan hak anak, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Meskipun Indonesia telah menetapkan batas usia minimum perkawinan melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, praktik perkawinan anak masih terjadi. Di sisi lain, hukum Islam klasik menggunakan baligh sebagai indikator kedewasaan dalam perkawinan, meskipun tidak selalu mencerminkan kematangan mental dan sosial serta dalam kondisi tertentu membolehkan perkawinan sebelum usia dewasa melalui kewenangan wali. Penelitian ini menganalisis dan membandingkan pengaturan batas usia dan dispensasi perkawinan anak di Indonesia ditinjau dari perspektif hukum Islam, hukum positif, dan perlindungan hak anak. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perbandingan dan dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian, ketentuan batas usia perkawinan di Indonesia dibentuk sebagai langkah perlindungan terhadap hak anak dan sebagai bentuk harmonisasi dengan prinsip hak asasi manusia. Dalam hukum Islam, kesiapan menikah tidak hanya didasarkan pada baligh, tetapi juga rusyd dan ahliyah. Meskipun hukum positif dan hukum Islam menggunakan ukuran kedewasaan yang berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mewujudkan kemaslahatan dan mencegah kemudaratan. Pengaturan batas usia perkawinan telah sesuai dengan prinsip perlindungan anak dan maqasid (perlindungan jiwa, akal, dan keturunan) namun, efektivitas pengaturan tersebut masih menghadapi tantangan budaya, ekonomi, pendidikan, dan tingginya dispensasi perkawinan anak.
Downloads
Article Details
References
● Books:
o Auda, Jasser. 2008. Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: The International Institute of Islamic Thought.
o Al-Bukhari, Abu Abdillah Muhammad bin Ismail. t.t. Shahih Al-Bukhari. Beirut: Dar Ibn Katsir.
o Al-Ghazali, Abu Hamid. t.t. Ihya' Ulum al-Din. Juz II. Beirut: Dar al-Fikr.
o Al-Kasani, Alauddin. 1986. Bada'i al-Shana'i fi Tartib al-Syara'i. Juz II. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
o Al-Qaradawi, Yusuf. 1997. Fiqh al-Daulah fi al-Islam. Kairo: Dar al-Syuruq.
o Al-Qaradawi, Yusuf. 2005. Fiqh al-Usrah. Kairo: Maktabah Wahbah.
o Anas, Malik bin. 1985. Al-Muwatta'. Juz II. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-'Arabi.
o An-Nawawi, Yahya bin Syaraf. 1997. Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab. Juz XVI. Beirut: Dar al-Fikr.
o As-Suyuthi, Jalaluddin. 1998. Al-Asybah wa al-Nazhair. Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah.
o Asy-Syatibi, Abu Ishaq. 1997. Al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari'ah. Juz II. Beirut: Dar al-Ma'rifah.
o Ayu, Rizqa Febry, dan Kamsi. 2022. “Perlindungan Anak Sebagai Landasan Filosofis dan Sosiologis Batas Usia Perkawinan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Perspektif Maqasid Asy-Syari’ah Jasser Auda.” Al-Ahkam: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, Vol. 7, No. 1.
o Az-Zuhaili, Wahbah. 1985. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Juz VII dan IX. Damaskus: Dar al-Fikr.
o Badan Pusat Statistik. 2020. Pencegahan Perkawinan Anak. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
o Djulaeka, Devi Rahayu. 2020. Metode Penelitian Hukum. Surabaya: Scopindo Media Pustaka.
o Gultom, Maidi. 2013. Perlindungan Hukum Terhadap Anak dan Perempuan. Bandung: PT Refika Aditama.
o Harahap, M. Yahya. 2017. Hukum Perkawinan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika.
o Kementerian Agama Republik Indonesia. 2019. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
o Khallaf, Abdul Wahhab. 1978. Ilmu Ushul al-Fiqh. Kairo: Dar al-Qalam.
o Marzuki, Petter Mahmud. 2010. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana.
o Muslim bin Al-Hajjaj. t.t. Shahih Muslim. Beirut: Dar Ihya al-Turats al-'Arabi.
o Qudamah, Ibn. 1997. Al-Mughni. Juz VII. Riyadh: Dar Alam al-Kutub.
o Suyanto. 2022. Metode Penelitian Hukum: Pengantar Penelitian Normatif, Empiris, Dan Gabungan. Gresik: Unigress Press.
o Zaidan, Abdul Karim. 1993. Al-Mufassal fi Ahkam al-Mar'ah wa al-Bait al-Muslim. Beirut: Muassasah al-Risalah.
● Journal Articles:
o El'Arifah, Ihda Lathif, dan Shafira Rizka Azzahrani. 2025. “Analisis Yuridis Batas Usia Perkawinan Perspektif Perlindungan Anak (Studi Komparatif UU No. 16 Tahun 2019 dan UU No. 35 Tahun 2014).” Jurnal Dimensi Hukum, Vol. 9, No. 10.
o Grijns, Mies, dan Hoko Horii. 2018. “Child Marriage in a Village in West Java (Indonesia): Compromises between Legal Obligations and Religious Concerns.” Asian Journal of Law and Sociey, Vol. 5, No. 2
o Junaedi, Asep Mahbub, Abdul Aziz, dan Samsudin. 2025. “Batas Usia Pernikahan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019: Perspektif Maqasid As-Syari’ah dan Hak Asasi Manusia terhadap Pencegahan Perkawinan Anak.” Mahkamah: Jurnal Kajian Hukum Islam, Vol. 10, No. 1.
o Wungow, Yosmar. 2022. “Kajian Hukum terhadap Perkawinan di Bawah Umur Tinjauan dari UU No. 16 Tahun 2019.” Lex Administratum, Vol. 10, No. 2.
o Syofyan, Yunita and Nazmi Didi, “Studi Perbandingan Perkawinan Anak Dalam Hukum Adat Di Indonesia Dan India Ditinjau Dari Perspektif Hak Asasi Manusia,” Unes Journal of Swara Justisia 6, no. 4 (2023): 383, https://doi.org/https:10.31933/ujsj.v6i4.288.
● Online Sources: Author Last Name, Initial(s). (Year) Title of Document [Online]. Available at: URL (Accessed: Date).
o Mahkamah Agung Republik Indonesia Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, Written by: Abdul Rahman Published: 19 November 2025, https://badilag.mahkamahagung.go.id/seputar-ditjen-badilag/dirjen-badilag-ungkap-tren-dispensasi-kawin-menurun-namun-peringatkan-potensi-besar-perkawinan-anak-di-bawah-tangan-pada-seminar-internasional-di-pascasarjana-uin-bandung.
o UNICEF Indonesia. 2020. Pencegahan Perkawinan Anak: Percepatan yang Tidak Bisa Ditunda. Jakarta: UNICEF Indonesia.
o UNICEF Indonesia. 2020. Perkawinan Anak di Indonesia. Jakarta: UNICEF Indonesia, tersedia pada: https://www.unicef.org/indonesia/id/laporan/perkawinan-anak-di-indonesia (diakses tanggal 7 Juli 2026.)