ASET DIGITAL SEBAGAI MAHAR DALAM PERKAWINAN ISLAM: ANALISIS FIQH MUNAKAHAT TERHADAP KONSEP MĀL DAN SYARAT-SYARAT MAHAR
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini mengkaji apakah aset digital memenuhi unsur māl mutaqawwam dan dapat menjadi mahar yang sah menurut fikih Islam. Proliferasi aset digital meliputi cryptocurrency, stablecoin, non-fungible token (NFT), utility token, dan security token telah menghadirkan pertanyaan baru yang belum terpetakan dalam hukum keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah), khususnya tentang kelayakan aset digital sebagai mahar perkawinan. Kajian-kajian sebelumnya dominan membahas kehalalan cryptocurrency secara umum tanpa melakukan evaluasi sistematis terhadap berbagai kategori aset digital berdasarkan syarat-syarat mahar yang ditentukan fikih klasik. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan normatif-konseptual, merujuk pada sumber-sumber fikih primer empat mazhab Sunni (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali) serta lembaga fatwa kontemporer yang otoritatif, meliputi DSN-MUI, AAOIFI, dan Majma' al-Fiqh al-Islami. Kajian ini mengintegrasikan enam kerangka teoritis māl, māl mutaqawwam, milkiyyah, qabd, gharar, dan syarat-syarat mahar dan menerapkannya secara analitis terhadap setiap kategori aset digital. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua aset digital memiliki status hukum yang identik. Stablecoin dan utility token yang dilindungi hukum umumnya memenuhi syarat māl mutaqawwam dan dapat berfungsi sebagai mahar yang sah apabila mekanisme qabd yang jelas ditetapkan. Cryptocurrency yang sangat volatil menimbulkan kekhawatiran signifikan terkait gharar dan defisiensi taqawwum, sehingga statusnya bergantung pada pengakuan regulasi dan stabilitas pasar. NFT dapat menjadi mahar yang sah sepanjang aset yang mendasarinya memberikan hak ekonomi yang diakui dan dapat dialihkan. Security token memiliki klaim terkuat sebagai mahar mengingat sifatnya yang didukung aset dan pengawasan regulasi. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa matriks klasifikasi hukum komprehensif untuk aset digital sebagai mahar dan mengusulkan kerangka konseptual untuk integrasi aset digital ke dalam hukum keluarga Islam kontemporer.
Downloads
Article Details
References
AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions). Shari'ah Standard No. 21: Financial Papers (Shares and Bonds). Manama: AAOIFI, 2015.
Al-Kasani al-Hanafi. Bada'i' al-Shana'i' fi Tartib al-Shara'i'. Vol. 5. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1986.
Al-Marghinani. Al-Hidayah fi Sharh Bidayat al-Mubtadi. Vol. 3. Beirut: Dar Ihya' al-Turath al-'Arabi.
Al-Masri, Rafiq Yunus. Al-Mal fi al-Islam. Damaskus: Dar al-Maktabi, 2001.
Al-Nawawi. Al-Majmu' Sharh al-Muhadhdhab. Vol. 16. Jeddah: Maktabah al-Irshad.
Al-Suyuti. Al-Ashbah wa al-Naza'ir fi Qawa'id wa Furu' al-Shafi'iyyah. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1983.
Al-Zarqa', Mustafa Ahmad. Al-Madkhal al-Fiqhi al-'Amm. Vol. 1. Damaskus: Dar al-Fikr, 1967.
Al-Zuhayli, Wahbah. Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu. Vol. 4 & 9. Damaskus: Dar al-Fikr, 1989.
Al-Zuhayli, Wahbah. Al-Mu'amalat al-Maliyyah al-Mu'asirah. Damaskus: Dar al-Fikr, 2002.
Ayyub, Muhammad. Understanding Islamic Finance. Chichester: John Wiley & Sons, 2007.
Burhanuddin. 'Cryptocurrency dalam Perspektif Hukum Islam.' Jurnal Hukum Islam 19, no. 1 (2021): 45–67.
Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Fatwa No. 116/DSN-MUI/IX/2017 tentang Uang Elektronik Syariah. Jakarta: DSN-MUI, 2017.
Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Fatwa No. 117/DSN-MUI/II/2018 tentang Uang Kripto (Cryptocurrency). Jakarta: DSN-MUI, 2018.
Entriken, William, et al. 'EIP-721: Non-Fungible Token Standard.' Ethereum Improvement Proposals, 2018. https://eips.ethereum.org/EIPS/eip-721.
Ibn 'Abidin. Radd al-Muhtar 'ala al-Durr al-Mukhtar. Vol. 3. Beirut: Dar al-Fikr, 1992.
Ibn Qudamah al-Maqdisi. Al-Mughni. Vol. 10. Beirut: Dar Ihya' al-Turath al-'Arabi.
Imam Malik. Al-Mudawwanah al-Kubra. Vol. 2. Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 1994.
Majma' al-Fiqh al-Islami. Qarar No. 188 (4/20) 'al-'Umlat al-Raqmiyyah al-Mifraghiyyah.' Majallah Majma' al-Fiqh al-Islami 20 (2012).
Al-Khatib al-Sharbini. Mughni al-Muhtaj ila Ma'rifah Ma'ani Alfaz al-Minhaj. Vol. 3. Beirut: Dar al-Ma'rifah, 1997.
Nakamoto, Satoshi. 'Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System.' 2008. https://bitcoin.org/bitcoin.pdf.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Roadmap Pengembangan dan Penguatan Inovasi Keuangan Digital 2023-2028. Jakarta: OJK, 2023.
Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Aset Kripto.
Suratmaputra, Ahmad Munif. Filsafat Hukum Islam al-Ghazali: Maslahah Mursalah dan Relevansinya dengan Pembaruan Hukum Islam. Jakarta: Pustaka Firdaus, 2002.
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Jakarta: Sekretariat Negara, 2023.
Usmani, Muhammad Taqi. An Introduction to Islamic Finance. The Hague: Kluwer Law International, 2002.
World Economic Forum. The Future of Financial Infrastructure: An Ambitious Look at How Blockchain Can Reshape Financial Services. Geneva: WEF, 2016