Konstruksi Kerentanan dan Perlindungan Anak Korban Nikah Siri dalam Perspektif DP3AP2 DI YOGYAKARTA

Main Article Content

Mansur
Adika Arif Raya Hidayat Fitroh
Muhammad Fadel Adhyputra

Abstract

Unregistered marriage (nikah siri) continues to create legal and social challenges for children, particularly regarding legal identity, access to public services, and the protection of their rights. Despite existing legal protection mechanisms, children born from unregistered marriages remain vulnerable to administrative barriers, social stigma, and violence. This study aims to analyze how the Regional Office for Women's Empowerment, Child Protection, and Population Control of the Special Region of Yogyakarta (DP3AP2 DIY) constructs the vulnerability and protection of children affected by nikah siri and to examine the institution’s role in responding to such vulnerabilities. This research employs an empirical legal approach with a qualitative method. Primary data were obtained through semi-structured interviews with key informants from DP3AP2 DIY, while secondary data were collected from legislation, institutional documents, performance reports, and relevant literature. Data were analyzed using Robert N. Entman’s framing model and interpreted through Martha Albertson Fineman’s Vulnerability Theory. The findings show that DP3AP2 DIY frames nikah siri as a structural problem that disrupts legal recognition of marriage, exposing children to risks related to legal identity, education, social protection, bullying, and violence. Such vulnerability is attributed to cultural acceptance of unregistered marriage, parents’ pragmatic motives, and institutional barriers in implementing legal protection. In response, DP3AP2 promotes marriage legalization through isbat nikah, integrated birth certificate services, and cross-sectoral collaboration as key protection strategies. However, this study identifies a gap between existing protection mechanisms, such as the Statement of Absolute Responsibility (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak-SPTJM), and the institution’s protection framework, which remains largely oriented toward marriage legalization. Consequently, stronger institutional capacity and broader access to existing protection mechanisms are needed to ensure more responsive child protection.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Andraini, Fitika, Adi Suliantoro, dan Ayunda Martha. “Perlindungan Hukum Terhadap Pengakuan Dan Pengesahan Anak Yang Lahir Dari Perkawinan Siri Di Kota Semarang.” al-Mawarid Jurnal Syariah dan Hukum (JSYH) 6, no. 2 (2024). https://doi.org/10.20885/mawarid.vol6.iss2.art1.

Ardani, Mochamad Fakhri Bimo, dan Manan Suhadi. “Analisis Yuridis Isbat Nikah terhadap Status Hukum Anak Hasil Nikah Siri Berdasarkan Kompilasi Hukum Islam.” Indonesian Journal of Law and Justice 1, no. 4 (2024): 7. https://doi.org/10.47134/ijlj.v1i4.2212.

Arifin, Samsul, dan Aly Maschan Moesa. “Tinjauan Yuridis terhadap Status Anak dari Nikah Siri dalam Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif.” Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis 6, no. 6 (2025): 1–18.

Entman, Robert M. “Framing: Toward Clarification of a Fractured Paradigm.” Journal of Communication 43, no. 4 (1993): 51–58. https://doi.org/10.1111/j.1460-2466.1993.tb01304.x.

Fariska, Azmil Fauzi, Yopi Setiawan, dan Andi Nur Fikriana Aulia Raden. “Dilematika Pencatatan Perkawinan dalam Permendagri No. 109 Tahun 2019: Harmonisasi dengan UU No. 1/1974.” Jurnal Indragiri 6, no. 2 (2026): 141–49.

Fauzi, Ahmad Fadli Fauzi, Jumarim, dan Muhammad Saleh Sofyan. “Fenomena Perkawinan di Bawah Umur Perspektif Al-Maslahah Mursalah.” Al-IHKAM: Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram 14, no. 1 (2022): 1–28. https://doi.org/10.20414/alihkam.v14i1.5072.

Fineman, Martha Albertson, ed. “The Vulnerable Subject: Anchoring Equality in The Human Condition.” Dalam Transcending the Boundaries of Law, 1 ed. Routledge-Cavendish, 2008. https://doi.org/10.4324/9780203848531-26.

Fineman, Martha Albertson. “The Vulnerable Subject and the Responsive State.” Emory Law 60, no. 2 (2010). https://scholarlycommons.law.emory.edu/elj/vol60/iss2/1.

Fortuna, Ratih Dewi, Akhmad Saifudin, dan M. Chaidar. “Perlindungan Hukum bagi Anak dalam Perkawinan Tidak Tercatat KUA.” Journal of Gender Equality and Social Inclusion 5, no. 1 (2026): 39–45.

Harijanto, Andry, M. Darudin, Hamdani Ma’akir, dan Subanrio Subanrio. “Model Perlindungan Hukum Terhadap Anak dan Isteri Akibat Perceraian dalam Pernikahan Siri Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Juncto Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019.” Jurnal Ilmiah Kutei 20, no. 2 (2022): 1–19. https://doi.org/10.33369/jkutei.v20i2.20486.

Helpia, dan Adlia Nur Zhafarina. “Penegakan Hukum Bagi Anak Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Serta Peran DP3AP2 DIY Dalam Melakukan Pelindungan Terhadap Korban.” Rewang Rencang: Jurnal Hukum Lex Generalis 6, no. 7 (2025): 1–27.

Herman, Yahya Gazzali, Grace Henni Tampongangoy, dan Syamsia Midu. “Perlindungan Hukum Terhadap Anak dari Perkawinan Tidak Tercatat (Studi Pengadilan Agama Manado).” Lex Administratum 12, no. 5 (2024): 1–11.

Komarudin, Koko. “Hakikat Keluarga Islam.” Al-IHKAM: Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram 12, no. 2 (2020): 125–34.

Kustiawan, Iwan, Nurmuttaqin, dan Ai Romlah. “Tinjauan Sosiologis terhadap Pencatantuman Status Kawin Belum Tercatat dan Cerai Hidup Belum Tercatat dalam Kartu Keluarga sebagai Akibat Penerapan Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 108 Tahun 2019 Jo Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 109 Tahun 2019 di Kota Banjar.” Case Law: Journal of Law 3, no. 2 (2022): 106–20.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKjIP) Tahun 2025 DP3AP2 DIY. DP3AP2, 2025.

Mandasari, Nanik. “Analisis Pengarusutamaan Gender dalam Kebijakan Publik (Studi Kasus di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DP3AP2 Provinsi Jambi).” Ebisma (Economics, Business, Management, & Accounting Journal) 2, no. 2 (2022): 50–59. https://doi.org/10.61083/ebisma.v2i2.17.

Musriadi, dan Muhammad Fadel Adhyputra. “Marginalisasi Perempuan Akibat Pernikahan Siri: Studi Kasus di Kabupaten Soppeng.” Usrah: Jurnal Hukum Keluarga Islam 6, no. 3 (2025): 272–89.

Prayuda, M. Kharisma. “Perluasan Pemanfaatan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) bagi Pasangan Nikah Siri dalam Mewujudkan Kepastian dan Keadilan Hukum.” Bustanul Fuqaha: Jurnal Bidang Hukum Islam 6, no. 2 (2025): 420–34.

Puspitasari, Ratna, Abdul Hamid, dan Urip Giyono. “Kedudukan Anak dari Perkawinan Tidak Tercatat di Indonesia.” UIR Law Review 7, no. 2 (2023): 42–54.

Qur’ani Gunawan, Citra. “Konsekuensi, Hukum, Dan Dampak Sosial Pernikahan Siri Terhadap Perempuan Dan Anak Menurut Kompilasi Hukum Islam Dan Undang-Undang Pernikahan.” SAMAWA : Jurnal Hukum Keluarga Islam 4, no. 1 (2024): 49–63. https://doi.org/10.53948/samawa.v4i1.111.

Rahmadana, Arneta, A. Sari Damayanti, dan M. Asyharuddin. “Tinjauan Yuridis Positif Indonesia Terhadap Kedudukan Hukum Status Anak Dalam Pernikahan Siri.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial dan Hukum 3, no. 6 (2025): 8981–92. https://doi.org/https://doi.org/10.61104/alz.v3i5.2590.

Rahmatina, Fauzia Ismu, dan Anjar Sri Ciptorukmi Nugraheni. “Kedudukan Isbat Nikah dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Sebagaimana Telah Diubah dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perkawinan.” Jurnal Privat Law 12, no. 1 (2024): 157–65. https://doi.org/10.20961/privat.v12i1.50477.

Saifullah, M., Asa Zahara Januarsa, Petrina Ulayya Ramadhani, Raden Roro Kinthana Amodya, Nur Assyahida Surya, dan Finka Syarief Hidayatullah. “Implementasi Kebijakan WPS di Tingkat Provinsi dan Daerah: Studi Realisasi RAD Yogyakarta (2022-2023).” Humaniorasains: Jurnal Humaniora dan Sosial Sains 2, no. 1 (2024): 39–47.

Sari, Novita Wulan, Ernu Widodo, dan Sri Sukma Damayanti. “Legal Protection for Children Born from Unregistered Marriage (Nikah Siri) in Indonesia: An Analysis of Constitutional Court Decision No. 46/PUU-VIII/2010.” International Journal of Social Welfare and Family Law 3, no. 1 (2026): 68–76. https://doi.org/10.62951/ijsw.v3i1.557.

Setiawan, Hari Harjanto. “Akta Kelahiran Sebagai Hak Identitas Diri Kewarganegaraan Anak.” Sosio Informa 3, no. 1 (2017): 26–39.

Sukmawan, Yulia Audina, dan Dwi Damayanti. “Metode Penelitian Hukum Normatif dan Empiris sebagai Strategi Penguatan Perspektif Kajian Ilmu Hukum.” Notary Law Journal 4, no. 3 (2025): 114–28. https://doi.org/https://doi.org/10.32801/nolaj.v4i3.116.

Takim, Akbar, dan Taslim Lahangsang. “Praktik Nikah Siri Di Desa Falabisahaya Prespektif Fiqih Munakahat Dan Hukum Keluarga.” Al-Mizan: Jurnal Kajian Hukum dan Ekonomi 11, no. 2 (2025): 32–46.

Yuliarti, Ely, Ernu Widodo, Subekti, dan Yoyok Ucuk. “Pernikahan Siri dan Perlindungan Hukum terhadap Anak Hasil Pernikahan Siri (Ditinjau dari Fiqih dan Hukum Positif).” Court Review: Jurnal Penelitian Hukum 3, no. 06 (2023): 33–44.