Main Article Content

Abstract

Kitosan merupakan salah satu biopolimer yang memiliki kemampuan dalam membentuk film dan dapat dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan membran. Membran dapat digunakan dalam berbagai aplikasi filtrasi atau pemisahan, salah satunya adalah adsorpsi larutan warna metilen biru (MB). Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh variasi massa kitosan terhadap Modulus Young membran dan persen rejeksi membran kitosan dalam memfiltrasi larutan warna MB. Pembuatan membran dilakukan dengan metode inversi fasa dengan memvariasikan konsentrasi massa kitosan masing-masing sebesar 0 g, 1 g, 2 g, 3 g, dan 4 g. Kitosan dari cangkang kerang mutiara (Pinctada maxima) telah berhasil disintesis melalui beberapa proses yaitu deproteinasi, demineralisasi, dan deasetilasi. Melalui proses ini diperoleh kadar kitosan dalam cangkang kerang mutiara Pinctada maxima dari hasil deasetilasi sebesar 71,43  dengan derajat deasetilasi (DD) kitosan sebesar 75,86 . Nilai Modulus Young dan nilai permselektivitas terbaik didapatkan pada membran dengan konsentrasi massa kitosan sebesar 4 g, berturut turut yakni 2,51 MPa dan 65,86 , sedangkan nilai permeabilitas tertinggi didapatkan pada konsentrasi massa kitosan sebesar 3 g, yakni 6,75 . . Ini menunjukkan bahwa membran yang terbuat dari kitosan cangkang kerang dapat digunakan untuk mengadsorbsi MB.


 


ABSTRACT


Chitosan is one of the biopolymers that can form films and be used as raw material for making membranes. Membranes can be used in various filtration or separation applications, one of which is methylene blue (MB) color solution. This study aimed to study and determine the effect of mass of chitosan on Young's modulus of membranes and the percent rejection of chitosan membranes in MB solution. The membrane was made using the phase inversion method by varying the mass of chitosan by 0, 1, 2, 3, and 4 g, respectively. Chitosan from pearl oyster shells (Pinctada maxima) has been successfully synthesized through several processes, namely deproteination, demineralization, and deacetylation. The chitosan content in the Pinctada maxima pearl shell from the deacetylation result was 71.43 %, with the deacetylation degree of chitosan (DD) 75.86 %. Young's modulus and the best permeselectivity values ??were obtained on membranes with a mass concentration of 4 g of chitosan, 2.51 MPa, and 65.86 %, respectively. The highest permeability value was obtained at a mass concentration of 3 g of chitosan, 6.75 .  . This result indicates that the membrane made of chitosan from oyster shells can be used to adsorb MB.

Keywords

Derajat Deasetilasi Kitosan Modulus Young Permeabilitas Permselektivitas Membran

Article Details

References

  1. Anonim. (2014). ASTM D638 TYPE V, Diakses tanggal 11 Januari 2022, dari https://www.datapointlabs.com/images/specimens/ASTM_D638_TypeV.pdf
  2. Arsyi, N. Z., Nurjannah, E., Nurahlina, D., & Budiyati, E. (2018). Karakterisasi Nano Kitosan Dari Cangkang Kerang Hijau Dengan Metode Gelasi Ionik, Jurnal Teknologi Bahan Alam. Vol 2(2): 106-111.
  3. Aryanto, A. Y. (2002). Pemanfaatan Kitosan dari Limbah Kulit Udang (Chrustea) sebagai Bahan untuk Pembuatan Membran, Skripsi, Fateta, IPB, Bogor.
  4. Badan Standarisasi Nasional (BSN). (2013). Kitosan-Syarat Mutu dan Pengolahan. SNI 7949-2013, Jakarta.
  5. Dash, M., Chiellini, F., Ottenbrite, R. M., & Chiellini. E. (2011). Chitosan–A Versatile Semi-Synthetic Polymer in Biomedical Applications. Progress in Polymer Science (Oxford). 36(8). 981–1014. https://doi.org/10.1016/j.progpolymsci.2011.02.001
  6. Domszy, J. G. & Robert, G. A. F. (1984). Evaluation of infrared spectroscopic technique for analyzing chitosan. Journal of Macromoleculer: Science-Pure Applied Chemistry. 186(8). 1671-1677. https://doi.org/10.1002/MACP.1985.021860815
  7. Farha, I. F., & Kusumawati, N. (2012). Pembuatan Membran Komposit Kitosan-PVA dan Pemanfaatannya pada Pemisahan Limbah Pewarna Rhodamin B. UNESA Journal of Chemistry. 1(2): 31-38.
  8. Handayani, Dewi. (2021). Studi Absorpsi Logam Fe menggunakan kitosan Cangkang Kerang Mutiara (Pinctada maxima). Skripsi. Program Studi Fisika, FMIPA, Universitas Mataram.
  9. Kusumawati, N., & Tania, S. (2012) Pembuatan dan Uji Kemampuan Membran Kitosan sebagai Membran Ultrafiltrasi untuk Pemisahan Zat Warna Rhodamin B. Molekul. 7(1): 43-52. http://dx.doi.org/10.20884/1.jm.2012.7.1.105
  10. Liu, Y., Wang, W., Jin, Y., & Wang, A. (2010). Adsorption Behavior of Methylene Blue from Aqueous Solution by the Hydrogel Composites Based on Attapulgite. Separation Science & Technology. 46(5). 858-868. https://doi.org/10.1080/01496395.2010.528502
  11. Marganof. (2003). Potensi Limbah Udang Sebagai Penyerap Logam Fe (Timbal, Kadmium, dan Tembaga) di Perairan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
  12. Mulder, M. (1991). Basic Principles of Membrane Technology. Kluwer Academy Publisher, Netherland.
  13. Nawawi, M. Ghazali, M., & Hashim. (2003). Pervaporation Separation of Isopropanol-Water Mixture Using Crosslinked Chitosan Membranes. Jurnal Teknologi. 55–64.
  14. Purba, R.D.K (2020). Penggunaan Limbah Cangkang Kerang Mutiara (Pincatd maxima) sebagai Upaya Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Laut untuk Sumber Kalsium. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang.
  15. Purbowati, P. (2016). Upaya Peningkatan Derajat Deasetilasi pada kitosan Cangang Kerang Kampak (Atrina pectinata) Melalui Proses Deasetilasi Kitinsecara Bertahap. Skripsi. Fakultas Perikanandan Kelautan, Universitas Airlangga, Surabaya.
  16. Redjeki, S. (2011). Proses Desalinasi dengan Membran. Surabaya: UPN Veteran Jawa Timur Press.
  17. Salehi, E., & Farahani, A. (2017). Macroporous chitosan/polyvinyl alcohol composite adsorbents based on activated carbon substrate. Journal of Porous Materials. 24(5). doi:10.1007/s10934-016-0359
  18. Setiawan, D. A., Argo, B. D., & Hendrawan, Y. (2015). Pengaruh Konsentrasi dan Preparasi Membran terhadap Karakterisasi Membran Kitosan. Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem. Vol 3 (1): 95–99. https://jkptb.ub.ac.id/index.php/jkptb/article/view/260
  19. Tanassale, M. F. J. D. P., Killay, A., & Laratmase, M. S. (2012). kitosan dari Limbah Kulit Kepiting Rajungan (Portunus sanginoletus L.) sebagai Adsorben Zat Warna Biru. Jurnal Nature Indonesia. 14 (1):165-171. http://dx.doi.org/10.31258/jnat.14.1.165-171
  20. Wenten, I. G. (2000). Teknologi Membran Industrial. Bandung: Penerbit ITB.
  21. Wenten, I. G. (2016). Teknologi Membran: Prospek dan Tantangannya di Indonesia. Bandung: ITB.