Main Article Content

Abstract

Penggunaan pewarna alami yang berasal dari tumbuhan semakin banyak dilakukan salah satunya dengan memanfaatkan kulit rambutan yang menghasilkan warna cokelat muda. Namun konsumsi rambutan yang berlebih sebanding dengan sampah kulit rambutan yang dihasilkan. Pada penelitian ini, ekstrak dari kulit rambutan menggunakan mordan tawas pada kain katun ukuran 50 cm x 115 cm sebagai motif batik jumputan. Mordan tawas digunakan untuk tiga cara mordanting yang berbeda. Hasil warna cream coklat terbaik diperoleh pada meta-mordanting dengan uji ketahanan warna menggunakan detergen 1% dan Grey Scale dan Staining Scale.


 


ABSTRACT


Natural dyes derived from plants is increasingly being done, one of which is by utilizing rambutan skin which produces a light brown color. However, excessive consumption of rambutan is comparable to the waste of rambutan skin that is produced. In this study, the authors used extracts from rambutan peel using alum mordant on 50 cm x 115 cm cotton as jumputan batik motifs. Alum mordant for using three different mordanting methods was used. The best brown cream color results were obtained in meta-mordanting with a color resistance test using 1% detergent and Grey Scale and Staining Scale Test.

Keywords

Kulit Rambutan Mordan Tawas

Article Details

References

  1. Alan. (2018). Pengaruh Jenis Elektrolit Terhadap Pewarna Alam Kulit Batang Mahoni Pada Pencelupan Kain Kapas. Akademi Teknologi Warga: Surakarta.
  2. Amelia, E., Adriani., Idrus, Y. (2015). Perbedaan Teknik Mordanting Terhadap Hasil Pencelupan Zat Warna Alam Ekstrak Daun Keladi Hias (Philodendron) Dengan Mordan Air Tapai Pada Bahan Sutera. Journal of Home Economic and Tourism. 8(1). 1-14.
  3. Astuti, E. (2018). Pengaruh Ion Logam Cu(II) dan Mg(II) Terhadap Aktivitas Antioksidan Antosianin dari Ekstrak Etanol Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum). Skripsi. Universitas Hasanuddin. Makassar.
  4. Badan Standardisasi Nasional. (2010). SNI.ISO 105-C06:2010 Tekstil-Cara Uji Tahan Luntur Warna. Bag C06: tahan Luntur Warna Terhadap Pencucian Rumah Tangga dan Komersial.
  5. Badan Standardisasi Nasional. (2012). SNI.ISO 105-X12:2012 Tekstil- Cara Uji tahan luntur. Bag X12 Tahan Luntur Warna Terhadap Gosokan.
  6. Bogoriani, N.W. (2010). Ekstraksi Zat Warna Alami Campuran Biji Pinang, Daun Sirih, Gambir dan Pengaruh Penambahan KMnO4 Terhadap Pewarna Kayu Jenis Albasi. Jurnal Kimia. 4 (2). 125-134.
  7. Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional. (2014).Laporan Bulanan April 2014. Jakarta.
  8. Fitriah, S. N., & Utami, B. (2013), Penggunaan Buah Duwet (Eugenia Cumini) Pada Batik Sutera Madura. E-journal. 2(3). 14–23.
  9. Hutapea, E. R. F., Siahaan, L. O., Tambun, R. (2014). Ekstraksi Pigmen Antosianin dari Kulit Rambutan (Nephelium Lappaceum) dengan Pelarut Metanol. Jurnal Teknik Kimia. 3(2). 34-40.
  10. Indrianingsih, A. W., Darsih, C., Maryana, R. (2013). Pewarna Alam dari Ekstrak Tanaman dan Aplikasinya di Usaha Kecil Menengah Tekstil Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Kimiadan Pendidikan Kimia V. PKIM FKIP UNS. 682-691.
  11. Jain, H. & Vasantha, M., (2016), Eco Friendly Dyeing with Natural Dye - Areca Nut; Enhancing Colour Fastness with Natural Mordants (Myrobalan, Lodhra and Pomegranate) and Increasing the Antibacterial Activity. Archieves of Applied Science Research. 8(8). 1–7.
  12. M. Wardhana. M. (2016). Menumbuhkan Minat pada Kain Nusantara Melalui Pelatihan Pembuatan Kain Ikat Celup (Jumputan) pada Warga Masyarakat. Jurnal Desain Interior. 1 (2). 95-100. http://dx.doi.org/10.12962/j12345678.v1i2.1908
  13. Manuntun, M. (2012). Aplikasi Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L.) Sebagai Pewarna Alami pada Kain Katun Secara Pre-Mordanting. Jurnal Kimia. 6(2). 183-190.
  14. Moerdoko, W. (1975). Evaluasi Tekstil Bagian Kimia. Bandung: Institut Teknologi Tekstil.
  15. Muhtadi., Haryoto., Sujono, T. A., & Suhendi, A. (2016). Anti Diabetic and Antihypercholesterolemia Activities of Rambutan (nepheliumlappeceum l.) and Durian (duriozibenthinus murr.) Fruit Peel Extracts. Journal of Applied Pharmaceutical Science. 6(04). 190-194. DOI: 10.7324/JAPS.2016.60427
  16. Neliyanti., & Idiawati, N. (2014). Ekstraksi dan Uji Stabilitas Zat Warna Alami Dari Buah Lakum (Cayratia trifolia (L) Domin). Jurnal Kimia Khatulistiwa, 3(2). 30-37.
  17. Noerati., Gunawan., Ichwan, M., & Sumihartati, A. (2013). Bahan Ajar Pendidikan & Pelatihan Profesi Guru (PLPG): Teknologi Tekstil. Bandung: Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil.
  18. Nurfadillah., Chadijah, S., & Rustiah, W. (2016). Analisis Antioksidan Ekstra Ketil Asetat dari Kulit Buah Rambutan (Nepheliumlappaceum) dengan Menggunakan Metode DPPH (1,1difenil–2–pikrilhidrakzil). AlKimia. 4(1). 78-86. https://doi.org/10.24252/al-kimia.v4i1.1459
  19. Oetopo, R. A. A,. Suprabanindya, C. T., Despriliani, R., Hazmi, F. A. (2021). Penerapan Zat Pewarna Alami Limbah Organik Kulit Rambutan (Nephelium Lappaceum) pada Bahan Katun dengan Teknik Shibori (Tie Dyes) dan Batik. Jurnal Imajinasi. 5(1). 1-10. https://doi.org/10.26858/i.v5i1.20322
  20. Pringgenies, D., Supriyantini, E., Azizah, R., Hartati, R., Irwani dan Radjasa, O. K. (2013). Aplikasi Pewarnaan Bahan Alam Mangrove untuk Bahan Batik sebagai Diversifikasi Usaha Di Desa Binaan Kabupaten Semarang. Info. 15(1). 1-10.
  21. Rasyid, D., Kasnarno, G. A., Salihima, A., & Lubis, A. (1976). Teknologi Pengelantangan, Pencelupan, dan Pencapan. Bandung: Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil.
  22. Rosyidah, N. I, Fatmawati, N., N. Styorini, N. E., Wulan, R., Aisyah, S. (2017). Pembuatan Batik Jumputan di Desa Gluran Ploso Kecamatan Benjeng Kota Gresik. Penamas Adi buana, 2 (2). 63-68.
  23. Sedjati, D. P., & Yantari, Z. A. P. (2021). Eksperimentasi Kluwih (Artocarpus Camansi) Sebagai Warna Alam Pada Tekstil. Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain. 24 (1). 9-14. https://doi.org/10.24821/ars.v24i1.4469
  24. Shrestha, P., dan Handral, M. (2017). Evaluation of Immunomodulatory Activity of Extract from Rind of Nephelium Lappaceum Fruit. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences. 9 (1). 38-43. https://doi.org/10.22159/ijpps.2017v9i1.13038.
  25. Siva, R., (2007), Status of Natural Dyes and Dyeyielding Plants in India. Current Science. 92(7). 916–925. http://www.jstor.org/stable/24097672
  26. Wallace, T. C., & Giusti, M. M. (2015). Anthocyanins. Advances in Nutrition. 6(5). 620–622. https://doi.org/10.3945/an.115.009233
  27. Wardhani, R.A.P., & Supartono. (2015). Uji Aktivitas Anti Bakteri Ekstrak Kulit Buah Rambutan (Nephelium Lappaceum L.) pada Bakteri. Indonesian Journal of Chemical Science. 4(1). 46-51.