KAJIAN PAI PARA PELAJAR DALAM PUSARAN DUNIA VIRTUAL

  • Abdulloh Fuadi UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Keywords: Basic Teachings of Religion, Student, Virtual Public Spaces

Abstract

 

Abstrak

Pusaran dunia virtual terkini mengisyaratkan diperlukannya penelusuran tentang pemahaman para pelajar post-millenial yang terkungkung dalam dunia virtual yang digitalistik terhadap ajaran dasar agama Islam, yang terangkum dalam kajian dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Dengan menggunakan metode kualitatif beserta berbagai perangkatnya, dan mendasarkan pada pemikiran tentang ruang publik virtual, penelitian ini mengungkapkan bahwa kesan ketegasan dan kekuatan terpancar dalam uraian para pelajar saat mereka mengungkapkan pemahaman mereka tentang makna agama Islam, pokok-pokok ajaran, sejarah, dan isu-isu keagamaan terkini.

Kata kunci: Ajaran Dasar Agama; Pelajar; Ruang Publik Virtual.

 

Abstract

The latest virtual world vortex suggests the need for a search to understand post-millennial students who are confined in a digitalistic virtual world toward the basic teachings of Islamic religion, summarized in the study of Islamic Religious Education. Using qualitative methods and their various tools, and based on thinking about virtual public spaces, this study revealed that the impression of assertiveness and strength radiated in students' description as they expressed their understanding on the meaning of Islam, the main points of teachings, history, and current religious issues.

Keywords: Basic Teachings of Religion; Student; Virtual Public Spaces

Downloads

Download data is not yet available.

References

Azwar, S. (2010). Metode Penelitian. Pustaka Pelajar.
Bogdan, R., & Biklen, S. K. (1982). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theories and Methods. Allyn and Bacon.
Dwiana, R. (2013). Mobilisasi Massa dalam Era Network Society. Jurnal Pekommas, 16(3), 155–162. https://doi.org/10.30818/jpkm.2013.1160302
Kilp, A. (2011). Religion in the Construction of the Cultural “Self” and “Other.” Estonian National Defence College Proceedings, 14, 197–222.
Nasrullah, R. (2012). Internet dan Ruang Publik Virtual, Sebuah Refleksi atas Teori Ruang Publik Habermas. Jurnal Komunikator, 4(1), 26–35.
Piliang, Y. A. (2017, December 10). Digitalisasi dan Multiplikasi—Perbedaan Konsep ‘Difference’ dalam Cyberspace. Seminar Nasional Filsafat ‘Implikasi Filosofis Kultur Digital,’ Bandung.
Spears, R. (2011). Group Identities: The Social Identity Perspective. In S. J. Schwartz, K. Luyckx, & L. V. Vivian (Eds.), Handbook of Identity Theory and Research: Vol. Structures and Processes (pp. 201–224). Springer.
Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Tim Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat. (2017). Api Dalam Sekam: Keberagamaan Gen Z. UIN Syarif Hidayatullah.
Wulan Pujiriyani, D. (2013). Re-Imajinasi Ke-Indonesia-an dalam Konteks ‘Network Society.’ Jurnal Komunitas, 5(2), 151–161. https://doi.org/10.15294/komunitas.v5i2.2734
Published
2020-02-03
How to Cite
Fuadi, A. (2020). KAJIAN PAI PARA PELAJAR DALAM PUSARAN DUNIA VIRTUAL. Jurnal Tatsqif, 17(2), 231-245. https://doi.org/10.20414/jtq.v17i2.2197